sumutpos.jawapos.com - Fenomena astronomi langka diprediksi akan terjadi bertepatan dengan Hari Arafah 2026, ketika posisi matahari berada tepat di atas Ka’bah di Masjidil Haram, Makkah. Peristiwa ini disebut sangat istimewa karena diyakini hanya terjadi sekitar sekali dalam 33 tahun saat kalender matahari dan kalender Hijriah berada pada posisi tertentu.
Melansir Instagram @cretivox, Senin (25/5/2026), dalam fenomena yang dikenal sebagai rashdul qiblah atau istiwa a’zam tersebut, matahari berada tepat di titik zenit Ka’bah. Akibatnya, bayangan benda-benda di sekitar Ka’bah tampak hampir menghilang karena sinar matahari jatuh secara tegak lurus.
Momen ini selama bertahun-tahun dimanfaatkan umat Muslim di berbagai negara untuk mengecek arah kiblat secara akurat. Caranya cukup sederhana, yakni dengan menyesuaikan arah bayangan benda tegak lurus pada waktu fenomena berlangsung. Arah berlawanan dari bayangan tersebut menunjukkan arah Ka’bah secara presisi.
Baca Juga: Diinstruksikan Gubernur, Dinas SDA Sumut Tancap Gas Pulihkan Lahan Petani Batu Bara
Menurut laporan astronomi, fenomena serupa terakhir kali terjadi pada 1993. Karena itu, banyak umat Muslim menyambut antusias momen langka yang dianggap memiliki nilai spiritual sekaligus ilmiah.
Selain menjadi peristiwa astronomi menarik, rashdul qiblah juga sering dijadikan sarana edukasi tentang ilmu falak dan penentuan arah kiblat. Tidak sedikit masyarakat yang menilai fenomena ini sebagai pengingat akan keteraturan pergerakan alam semesta.
Di media sosial, pembahasan soal matahari tepat di atas Ka’bah pun ramai diperbincangkan warganet. Banyak yang mengaku ingin ikut menyaksikan atau mencoba mengecek arah kiblat di rumah masing-masing saat fenomena berlangsung.
Baca Juga: Komisi B DPRD Labura Dorong Perusahaan Ikut Perbaiki Jalan Rusak
“MasyaAllah, momen langka banget. Semoga bisa ikut menyaksikan,” tulis seorang netizen.
“Amazing, perpaduan ilmu astronomi dan spiritual,” komentar warganet lainnya.
“Arah kiblat jadi bisa dicek langsung secara alami,” tambah pengguna media sosial lain.(lin)
Editor : Redaksi