SUMUTPOS.JAWAPOS.COM - Vidio ini mendadak viral dan netizen menyorot wajah pria berseram Dishub bernama Rosyid.
Vidio pria berjambang ini menunjukkan sebuah lokasi proyek dengan alat berat, ia menunjukkan tumpukan kain kuning yang terlilit di jembatan Sampit.
Ia bingung dan bertanya, apakah kain kuning yang dililit itu merupakan simbol keramat atau pertanda mistis?
Para netizen bukannya menjawab pertanyaannya, justru salfok kepada wajahnya yang dinilai netizen merupakan mix antara wajah Ahmad Sahroni dan Uya Kuya.
Netizen menyoroti wajah pria berjambang ini dan menyebut wajahnya merupakan kombinasi Ahmad Sahroni dan Uya Kuya.
"Yang orang sampe tolong dong kalau ada orang yang tau, ini kenapa ya di jembatan Jalan KM 1 Jenderal Sudirman, Seilenggana yang sedang perbaikan...kok ada kain-kain kuning kek gini ya, ini maksudnya apa ya, apakah ada tradisinya, atau keramat atau apa gitu. Yang sering lewat KM 21 pasti tahu tuh kenapa ada kain-kain kuning kek gitu." sebutnya.
Pria berseragam Dishub dengan bet nama Rosyid menujukkan sebuah video lokasi pembangunan terdapat alat berat, ia menunjukkan sebuah panggung yang banyak dililit kain kuning.
Video tersebut diunggah kembali oleh Thread Travelmom.id dan mendadak viral dan ditonton lebih dari seribuan penonton.
"Sahronixkuya=Sahrokuy," tulis Danoski.
"Pak, kok bisa sih muka mereka berdua nyeplak di bapak," tulis Alleta.
"Buruan dijawab pertanyaan nya bang Rosyid, dan kita semua jadi penasaran. Mumpung demo sedang cooling down. Lha malak salfok ke wajah saya. Ini yang bisa jawab pertanyaan, saya ini siapa..." tulis nya dengan emoji nangis.
Postingan yang diunggah 12 jam itu telah menuai komentar ribuan orang, namun tidak ada satu pun yang menjawab pertanyaan pria ini. Semua netizen berfokus kepada wajahnya.
Seperti diketahui anggota DPR RI nonaktif Ahmad Sahroni dan Uya Kuya menjadi sasaran amukan massa di tengah kondisi memanas setelah demonstrasi yang pecah berhari-hari sejak 28 hingga 30 Agustus 2025 yang berujung dengan penjarahan di kediaman mereka.
Ahmad Sahroni membuat publik marah berawal dari menyebut kritik bagi mereka yang meminta pembubaran DPR sebagai sesuatu yang berlebihan hingga menyebut sebagai orang tolol sedunia.
Sementara Uya Kuya, di tengah masyarakat yang protes terhadap gaji dan tunjangan DPR mencapai 100 juta per bulan, muncul konten Uya Kuya berjoget dengan narasi Gaji 3 juta merupakan gajinya per jam ketika menjadi artis.
Walau belakangan Uya Kuya sempat mengkarifikasi video tersebut namun kemarahan publik sudah tak terbendung hingga akhirnya berujung dengan penjarahan yang mengakhibatkan rumah dan isinya diacak-acak massa. (sit)
Editor : Redaksi