Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Kenapa Menguap Bisa Menular? Ini Tiga Sebabnya Secara Ilmiah

Redaksi • Jumat, 20 Maret 2026 | 19:00 WIB

Ilustrasi, menguap meski bukan penyakit tetapi bisa menular hingga disebut sebagai contagious yawning. (pexels.com)
Ilustrasi, menguap meski bukan penyakit tetapi bisa menular hingga disebut sebagai contagious yawning. (pexels.com)

sumutpos.jawapos.com - Contagious yawning sepertinya adalah kata yang asing. Tapi kalau dibahasaindonesiakan, artinya menguap yang menular, sudah tidak asing kan?

Ya, siapa yang tidak pernah ingin menguap hanya karena melihat orang lain menguap? Atau, siapa yang tidak pernah lihat orang menguap karena ada orang lain menguap.

Maksudnya, fenomena menguap yang menular ini adalah sesuatu yang biasa terlihat di sekitar kita. Pertanyaannya, kenapa bisa?

Melansir Real Simple, Jumat (20/3/2026), aktivitas menguap terdiri dari gerakan membuka mulut secara refleks, pelebaran rahang, tarikan napas dalam, lalu diakhiri dengan embusan napas perlahan.

Menguap biasanya muncul saat kita lelah atau bosan. Salah satu teori paling kuat saat ini adalah bahwa menguap berfungsi untuk "membangunkan" tubuh.

Kenapa menguap menular? Penelitian menunjukkan bahwa seseorang enam kali lebih mungkin menguap setelah melihat orang lain melakukannya.

Berikut beberapa alasan ilmiah yang mendasari fenomena ini:

1. Empati
Teori paling dominan menyebutkan bahwa menguap menular karena empati. Seiring bertambahnya usia, kemampuan untuk merespons emosi dan perilaku orang lain juga berkembang.

Saat melihat seseorang menguap, otak menangkap sinyal sosial tersebut dan merespons dengan cara yang sama.

Fenomena ini disebut echo phenomena dan tak hanya terjadi pada manusia, tapi juga pada anjing dan simpanse.

Akan tetapi, efek ini hanya terjadi pada otak yang sudah berkembang sempurna.

2. Social mirroring
Social mirroring atau pencerminan sosial terjadi karena keinginan bawah sadar untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial.

Sama seperti kita tanpa sadar meniru kata atau gerakan orang lain, menguap juga bisa menjadi bentuk ikatan sosial yang tak disengaja.

Otak kita memang dirancang untuk meniru. Aktivitas ini dipicu oleh neuron cermin di bagian tertentu otak.

3. Suhu tubuh
Jika Anda berada dalam ruangan dengan orang lain dan suhu tubuh mulai meningkat, besar kemungkinan Anda dan orang tersebut akan menguap hampir bersamaan.

Hal ini juga bisa menjelaskan mengapa menguap terjadi dalam "gelombang" saat cuaca panas namun tak terlalu lembap. (lin)

Editor : Redaksi
#fakta unik #menguap #menguap menular #edukasi