Peti Mati Berbentuk Ikan hingga Pesawat, Tradisi Unik Masyarakat Ga di Ghana Merayakan Kisah Hidup Seseorang

Redaksi • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 23:30 WIB
Tradisi unik bernama fantasy coffins atau abebuu adekai, yaitu peti mati yang dibuat dalam berbagai bentuk sesuai dengan profesi.(Instagram @cretivox)
Tradisi unik bernama fantasy coffins atau abebuu adekai, yaitu peti mati yang dibuat dalam berbagai bentuk sesuai dengan profesi.(Instagram @cretivox)

 

sumutpos.jawapos.com - Bagi sebagian masyarakat di Ghana, kematian bukan hanya tentang perpisahan, tetapi juga tentang mengenang perjalanan hidup seseorang. Di kalangan masyarakat Ga, terdapat tradisi unik bernama fantasy coffins atau abebuu adekai, yaitu peti mati yang dibuat dalam berbagai bentuk sesuai dengan profesi, hobi, impian, maupun identitas orang yang telah meninggal.

Melansir Instagram @cretivox, Kamis (23/7/2026), berbeda dari peti mati pada umumnya yang berbentuk sederhana, abebuu adekai hadir dengan desain yang penuh simbol. Ada yang berbentuk ikan, pesawat terbang, sepatu, botol minuman, kamera, hingga ponsel. Setiap bentuk dipilih bukan sekadar untuk menarik perhatian, melainkan sebagai representasi dari cerita hidup orang yang dimakamkan.

Tradisi ini berkembang di wilayah masyarakat Ga, khususnya di sekitar Accra, Ghana. Bagi mereka, peti mati menjadi bagian dari cara keluarga memberikan penghormatan terakhir sekaligus menggambarkan siapa sosok yang telah pergi.

Baca Juga: Perkuat Sinergi Kamtibmas, Kalapas Labuhan Ruku Jalin Koordinasi dengan Kapolres Batu Bara

Sebuah peti berbentuk ikan, misalnya, dapat menggambarkan seseorang yang berprofesi sebagai nelayan atau memiliki hubungan erat dengan kehidupan laut. Sementara bentuk pesawat sering dikaitkan dengan seseorang yang bekerja di bidang penerbangan atau memiliki cita-cita menjelajah dunia.

Ada pula peti berbentuk pulpen yang menjadi simbol bagi guru, penulis, atau seseorang yang memiliki kontribusi besar dalam dunia pendidikan. Sedangkan sepatu bisa merepresentasikan gaya hidup, perjalanan, atau kecintaan seseorang terhadap dunia tertentu.

Bagi masyarakat Ga, manusia tidak hanya dikenang melalui tanggal lahir dan kematian, tetapi juga melalui cerita, pekerjaan, dan hal-hal yang menjadi bagian penting dalam kehidupannya. Karena itu, bentuk peti mati menjadi semacam pesan visual yang menggambarkan perjalanan seseorang selama hidup.

Baca Juga: New Jeans Comeback, Kini Tinggal 4 Anggota

Pembuatan abebuu adekai juga melibatkan keterampilan para perajin khusus. Mereka membutuhkan waktu dan ketelitian untuk mengubah kayu menjadi karya tiga dimensi yang menyerupai objek tertentu. Para pembuat peti ini tidak hanya bekerja sebagai pengrajin, tetapi juga sebagai pencerita yang menerjemahkan kisah seseorang ke dalam bentuk karya seni.

Tradisi tersebut menunjukkan bagaimana budaya dapat menghadirkan cara pandang berbeda terhadap kematian. Jika sebagian masyarakat melihat pemakaman sebagai momen duka, masyarakat Ga juga menjadikannya ruang untuk merayakan kehidupan, kenangan, dan warisan yang ditinggalkan.

Melalui abebuu adekai, perjalanan terakhir seseorang tidak hanya menjadi akhir dari sebuah kehidupan, tetapi juga menjadi penghormatan terhadap cerita yang pernah mereka tuliskan di dunia. Peti mati bukan sekadar tempat peristirahatan, melainkan simbol tentang siapa mereka dan bagaimana mereka ingin dikenang.(lin)

Editor : Redaksi
Tradisi Dunia Budaya Ghana Fantasy Coffins Abebuu Adekai Budaya Unik