Ikan Purba Coelacanth Sulawesi Utara Menuju Situs Konservasi Dunia

Redaksi • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 17:13 WIB
Coelacanth dikenal sebagai salah satu “fosil hidup” karena garis keturunannya mampu bertahan selama sekitar 400 juta tahun.(Instagram @pandemictalks)
Coelacanth dikenal sebagai salah satu “fosil hidup” karena garis keturunannya mampu bertahan selama sekitar 400 juta tahun.(Instagram @pandemictalks)

 

sumutpos.jawapos.com - Penemuan 18 spesies ikan purba Coelacanth (Latimeria menadoensis) di perairan Pulau Talise, Sulawesi Utara, membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat perannya sebagai pusat penelitian dan konservasi biodiversitas laut dunia.

Melansir Instagram @pandemictalks, Senin (3/8/2026), penelitian yang melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Sam Ratulangi, serta sejumlah lembaga internasional tersebut telah berlangsung sejak 2004. Hasil riset ini mengungkap keberadaan populasi Coelacanth di habitat alaminya sekaligus menjadi dasar penting dalam upaya perlindungan spesies langka tersebut.

Coelacanth dikenal sebagai salah satu “fosil hidup” karena garis keturunannya mampu bertahan selama sekitar 400 juta tahun. Spesies ini sebelumnya diperkirakan telah punah hingga ditemukan kembali pada 1938 di perairan Afrika Selatan.

Baca Juga: Penundaan SK Golkar Sumut Diduga Berkaitan dengan Perebutan Pengaruh Menuju Pilkada 2029

Di Indonesia, keberadaan Latimeria menadoensis pertama kali diketahui pada 1997 di perairan Sulawesi Utara. Sejak saat itu, penelitian terhadap ikan purba ini terus dilakukan untuk memahami karakteristik, habitat, serta upaya konservasinya.

Profesor dari Universitas Sam Ratulangi, Alex Masengi bersama Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Prof. Augy Syahailatua, memaparkan bahwa hasil penelitian di Pulau Talise menjadi pijakan ilmiah untuk mendorong pembentukan kawasan konservasi khusus bagi habitat Coelacanth.

“Konservasi Coelacanth tidak hanya bertujuan melindungi spesies langka, tetapi juga mendukung pengembangan riset ilmiah, pendidikan, dan ekowisata berbasis konservasi. Keberadaan Coelacanth memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya sebagai pusat penelitian biodiversitas laut dunia,” ujar Augy.

Baca Juga: Dugaan Kadisdik Langkat Dipaksa Mundur Jadi Sorotan, Pengamat Minta Ilhamsyah Bangun Buka Suara

Menurut Augy, pengembangan kawasan konservasi tersebut diharapkan tidak hanya menjaga keberlangsungan populasi Coelacanth, tetapi juga melindungi ekosistem laut di sekitarnya yang memiliki nilai ekologis tinggi.

Pada Juli 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara telah menyerahkan dokumen persetujuan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk menetapkan perairan Pulau Talise sebagai kawasan konservasi atau taman suaka habitat Coelacanth.

Langkah tersebut menjadi bagian dari proses panjang untuk memberikan perlindungan hukum terhadap habitat ikan purba yang memiliki nilai ilmiah dan sejarah evolusi luar biasa tersebut.

Baca Juga: Lapas Binjai Gelar Seleksi Program Magang Kemenaker, Cetak SDM Unggul dan Siap Kerja

Setelah penetapan kawasan konservasi nasional selesai, pemerintah bersama para peneliti berencana mengusulkan habitat Coelacanth Pulau Talise sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Pulau Talise sendiri berada dalam kawasan Segitiga Terumbu Karang (Coral Triangle), wilayah yang dikenal sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati laut paling penting di dunia. Kawasan ini mencakup wilayah laut Indonesia, Filipina, Malaysia, Papua Nugini, Timor Leste, dan Kepulauan Solomon.

Keberadaan Coelacanth menjadi simbol penting kekayaan laut Indonesia. Selain sebagai objek penelitian evolusi, ikan purba tersebut juga menjadi pengingat bahwa ekosistem laut menyimpan berbagai spesies unik yang membutuhkan perlindungan berkelanjutan.

Baca Juga: Dua Putra-Putri Terbaik Paluta Resmi Dilepas Ikuti Diklat Paskibraka Sumut 2026

Dengan penguatan konservasi, penelitian, dan edukasi publik, habitat Coelacanth Pulau Talise diharapkan dapat berkembang menjadi kawasan konservasi kelas dunia yang tidak hanya menjaga spesies langka, tetapi juga memberikan manfaat bagi ilmu pengetahuan dan masyarakat pesisir.(lin)

Editor : Redaksi
Ikan Purba Coelacanth Pulau Talise Konservasi Laut sulawesi utara