Hampir Separuh Pekerja Perempuan Indonesia Jadi Tulang Punggung Keluarga

Redaksi • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 19:46 WIB
Ilustrasi. Sebanyak 47,65 persen pekerja perempuan tercatat menanggung hampir seluruh pendapatan rumah tangga.(Instagram @pandemictalks)
Ilustrasi. Sebanyak 47,65 persen pekerja perempuan tercatat menanggung hampir seluruh pendapatan rumah tangga.(Instagram @pandemictalks)

 

sumutpos.jawapos.com - Peran perempuan dalam menopang ekonomi keluarga semakin besar. Riset terbaru dalam Indonesia Millennial and Gen Z Report (IMGR) 2027 menunjukkan hampir separuh pekerja perempuan di Indonesia kini menjadi pencari nafkah utama bagi keluarganya.

Melansir Instagram @pandemictalks, Senin (10/8/2026), dalam laporan tersebut, sebanyak 47,65 persen pekerja perempuan tercatat menanggung hampir seluruh pendapatan rumah tangga. Kondisi ini menunjukkan perempuan tidak hanya berperan sebagai pendukung ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi fondasi utama keberlangsungan finansial rumah tangga.

Namun, kontribusi ekonomi tersebut masih belum sepenuhnya terlihat dalam administrasi kependudukan. Sebanyak 40,77 persen perempuan pencari nafkah masih tercatat berstatus sebagai “istri” dalam Kartu Keluarga (KK), bukan sebagai kepala keluarga.

Baca Juga: Warga Medan Urus Pasport di Imigration Delipark

Status administratif ini berpotensi membuat peran ekonomi perempuan kurang terakomodasi dalam berbagai kebijakan publik, termasuk program perlindungan sosial, akses bantuan, hingga layanan berbasis keluarga.

Selain itu, riset tersebut mengungkap kelompok perempuan pencari nafkah yang berada dalam kondisi rentan. Sebanyak 31,18 persen merupakan perempuan berstatus janda, baik akibat perceraian maupun pasangan meninggal dunia.

Sementara itu, 17,46 persen lainnya adalah perempuan lajang yang sepenuhnya mandiri secara finansial tanpa dukungan ekonomi dari pasangan. Kelompok ini menghadapi tantangan tersendiri karena harus memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri.

Baca Juga: Puluhan Massa Demo Polrestabes Medan, Desak 2 Warga Dibebaskan Terkait Protes Limbah Sawit

Dari sisi pekerjaan, hampir separuh pencari nafkah perempuan berada di sektor informal. Sebanyak 47,53 persen bekerja sendiri (self-employed), sementara 7,52 persen merupakan pekerja lepas dengan penghasilan yang tidak tetap setiap bulan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meski perempuan memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian keluarga, sebagian masih menghadapi ketidakpastian pendapatan dan minim perlindungan kerja.

Fenomena perempuan sebagai tulang punggung keluarga menjadi gambaran perubahan struktur ekonomi rumah tangga di Indonesia. Perempuan kini semakin aktif dalam dunia kerja dan kewirausahaan, tetapi pengakuan administratif serta dukungan kebijakan masih perlu diperkuat agar kontribusi mereka mendapatkan perlindungan yang setara.(lin)

Editor : Redaksi
ekonomi keluarga Perempuan Indonesia Pekerja Perempuan Kesetaraan Gender Perempuan Mandiri