sumutpos.jawapos.com - Peran perempuan dalam menopang ekonomi keluarga di Indonesia terus mengalami perubahan. Tidak sedikit perempuan kini menjadi pencari nafkah utama atau female breadwinners yang memikul tanggung jawab besar terhadap pemasukan rumah tangga.
Melansir Instagram @cretivox, Jumat (25/9/2026), berdasarkan data dalam Indonesia Millennial & Gen Z Report (IMGR) 2027 yang diterbitkan oleh IDN Research Institute, sebanyak 14,37 persen pekerja perempuan di Indonesia tercatat sebagai female breadwinners. Data tersebut mengacu pada hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Badan Pusat Statistik (BPS).
Dari kelompok perempuan yang menjadi pencari nafkah utama tersebut, hampir setengahnya menanggung sebagian besar kebutuhan ekonomi keluarga. Sebanyak 47,65 persen female breadwinners menyumbang 90–100 persen pendapatan rumah tangga.
Baca Juga: Fajar/Fikri akan Bertemu dengan Kang Min Hyuk/Ki Dong Ji di Perempatfinal Asian Games 2026
Angka ini menunjukkan bahwa banyak perempuan tidak hanya berkontribusi dalam perekonomian keluarga, tetapi juga menjadi penopang utama yang memastikan keberlangsungan kebutuhan rumah tangga.
Menariknya, laporan tersebut juga mencatat bahwa mayoritas perempuan pencari nafkah utama tidak selalu berasal dari kelompok yang belum menikah. Sebanyak 51,36 persen female breadwinners berstatus menikah.
Fenomena ini menggambarkan adanya pergeseran peran dalam keluarga Indonesia, di mana perempuan semakin aktif mengambil tanggung jawab ekonomi, baik karena pilihan karier, kondisi keluarga, maupun kebutuhan finansial rumah tangga.
Baca Juga: Iqbal Akbar Dicopot dari Kepala SPPG
Meningkatnya jumlah perempuan sebagai pencari nafkah utama juga menjadi perhatian terhadap pentingnya dukungan lingkungan kerja, perlindungan tenaga kerja, serta pembagian peran domestik yang lebih seimbang agar perempuan dapat menjalankan tanggung jawab ekonomi tanpa menghadapi beban berlapis.(lin)
Editor : Redaksi