Gen Z Diprediksi Jadi Generasi Terkaya di Dunia, Kekayaan Capai Rp1.215 Triliun

Redaksi • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 18:06 WIB
Ilustrasi. Gen Z diprediksi menjadi generasi terkaya dunia.(Instagram @cretivox)
Ilustrasi. Gen Z diprediksi menjadi generasi terkaya dunia.(Instagram @cretivox)

 

sumutpos.jawapos.com - Generasi Z (Gen Z) diproyeksikan menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia dalam beberapa dekade mendatang. Laporan Bank of America (BofA) menyebut generasi yang lahir pada 1997 hingga 2012 ini berpotensi menjadi generasi terkaya dalam sejarah pada 2035.

Melansir Instagram @cretivox, Minggu (27/9/2026), BofA memperkirakan total kekayaan global yang berada di tangan Gen Z dapat mencapai sekitar US$74 triliun atau setara dengan Rp1.215 triliun pada 2040. 

Lonjakan tersebut dipengaruhi oleh fenomena Great Wealth Transfer, yakni perpindahan aset dalam jumlah besar dari generasi Baby Boomer kepada generasi setelahnya, termasuk Gen X, Milenial, dan Gen Z.

Baca Juga: Dari Sopir Taksi Online Beralih Jadi Pengantar Anjing, Theo Raup Peluang Baru

Transfer kekayaan ini diperkirakan menjadi salah satu perubahan ekonomi terbesar sepanjang sejarah. Nilai warisan dari generasi Baby Boomer diproyeksikan mencapai sekitar US$84 triliun, yang kemudian akan mengalir kepada generasi penerus.

Selain faktor warisan, kemampuan Gen Z dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi juga menjadi salah satu faktor pendukung. Generasi ini tumbuh di tengah perkembangan ekonomi digital, sehingga dinilai memiliki peluang lebih besar untuk memanfaatkan inovasi teknologi, pekerjaan berbasis digital, hingga model bisnis baru.

BofA juga menilai pertumbuhan pendapatan dan perubahan pola kerja dapat ikut memperkuat posisi ekonomi Gen Z di masa depan. Kemampuan mereka dalam menggunakan teknologi dan beradaptasi dengan perubahan pasar kerja dianggap menjadi modal penting dalam menghadapi transformasi ekonomi global.

Baca Juga: Pemkab Langkat Optimis Produk Lokal Tembus Pasar Lebih Luas

Namun, prediksi tersebut berbanding kontras dengan kondisi sebagian besar Gen Z saat ini. Sekitar 32 persen Gen Z mengaku merasa tertinggal secara finansial dibandingkan orang tua mereka ketika berada pada usia yang sama.

Tantangan seperti tingginya biaya hidup, sulitnya mendapatkan pekerjaan, serta tekanan ekonomi membuat banyak anak muda masih menghadapi hambatan untuk membangun kestabilan finansial.

Meski demikian, kombinasi antara peluang ekonomi digital, peningkatan pendapatan, serta potensi perpindahan kekayaan besar-besaran membuat Gen Z dipandang akan memiliki peran penting dalam membentuk arah ekonomi dunia di masa depan.(lin)

Editor : Redaksi
Gen Z