Singapura Luncurkan FirstDate, Layanan Kencan Daring dengan Bantuan Biaya Kencan Pertama

Redaksi • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 09:00 WIB
Singapura meluncurkan FirstDate, layanan kencan daring berbasis algoritma. (Instagram @pandemictalks)
Singapura meluncurkan FirstDate, layanan kencan daring berbasis algoritma. (Instagram @pandemictalks)

 

sumutpos.jawapos.com - Singapura menghadirkan pendekatan baru untuk membantu warganya menemukan pasangan melalui layanan kencan daring bernama FirstDate. Dikembangkan oleh Government Technology Agency (GovTech), layanan ini menawarkan sistem pencocokan pasangan berbasis algoritma hingga bantuan biaya untuk kencan pertama.

Melansir Instagram @pandemictalks, Jumat (9/10/2026), berbeda dengan aplikasi kencan pada umumnya yang memungkinkan pengguna melihat dan menggeser banyak profil, FirstDate menerapkan sistem perjodohan yang lebih terarah. Pengguna hanya akan menerima satu calon pasangan dalam setiap siklus pencocokan.

Layanan ini ditujukan bagi warga Singapura berusia 21 hingga 35 tahun yang berstatus lajang secara hukum dan memiliki akun Singpass, sistem identitas digital nasional Singapura.

Baca Juga: REK Klaim Gelar Pertarungan Pertama Manusia Melawan Robot Humanoid

Meski demikian, FirstDate belum tersedia untuk seluruh masyarakat. Program tersebut masih berada dalam tahap uji coba yang hanya diperuntukkan bagi aparatur sipil negara (ASN). Pendaftaran tahap uji coba telah ditutup pada Senin (5/10) pukul 23.59 waktu setempat.

Sebelum mendapatkan calon pasangan, pengguna diminta mengisi kuesioner yang mencakup minat, kebiasaan, nilai-nilai pribadi, hingga kriteria pasangan yang diinginkan.

Jawaban tersebut kemudian digunakan dalam proses pencocokan menggunakan algoritma Gale-Shapley Stable Marriage. Algoritma ini dirancang untuk menghasilkan pasangan yang relatif stabil berdasarkan preferensi masing-masing pihak.

Setelah calon pasangan ditentukan, kedua pengguna akan memperoleh skor kecocokan dan diberi waktu 72 jam untuk memberikan respons. Informasi kontak baru dibagikan apabila keduanya sama-sama menerima tawaran perjodohan tersebut.

Baca Juga: Lansia, Perempuan, dan Penyandang Disabilitas Jadi Jukir, Sosiolog Soroti Ketimpangan Kerja

Dengan mekanisme ini, FirstDate berupaya mengurangi proses memilih pasangan berdasarkan banyaknya profil yang tersedia. Pengguna diarahkan untuk mempertimbangkan satu calon pasangan berdasarkan hasil pencocokan sistem.

Tawarkan Voucher untuk Kencan Pertama

Selain menyediakan layanan pencocokan pasangan, FirstDate juga menghadirkan program bantuan biaya kencan pertama melalui promo pihak ketiga bertajuk Date Quest.

Program ini memungkinkan pengguna memperoleh voucher untuk mendukung aktivitas kencan. Salah satu misi yang ditawarkan adalah mencoba hidangan yang belum pernah disantap oleh kedua pihak.

Setelah menyelesaikan misi tersebut, pasangan diminta mengirimkan swafoto bersama sebagai bukti pelaksanaan aktivitas.

Baca Juga: Wakapolda Sumut Naek Simanjuntak Digantikan Brigjen Fadillah Zulkarnaen

Namun, voucher yang tersedia tidak diberikan secara otomatis kepada seluruh pengguna. Nilai dan ketersediaannya ditentukan oleh GovTech, sementara pembagian dapat dilakukan berdasarkan urutan pendaftar tercepat.

Karena itu, bantuan biaya tersebut menjadi fasilitas tambahan yang bergantung pada ketentuan program, bukan jaminan bahwa setiap pengguna akan memperoleh voucher.

Di sisi lain, GovTech menyatakan perlindungan data pengguna menjadi bagian dari penyelenggaraan layanan. Data yang dikumpulkan disebut dilindungi sesuai standar keamanan pemerintah dan tidak akan dimonetisasi.

Kehadiran FirstDate memperlihatkan bagaimana teknologi digital dapat digunakan untuk memfasilitasi interaksi sosial, termasuk dalam proses menemukan pasangan. Meski menawarkan pendekatan yang berbeda, efektivitas sistem pencocokan tersebut serta respons penggunanya masih perlu dilihat seiring perkembangan program uji coba.(lin)

Editor : Redaksi
First Date Gov Tech Aplikasi Kencan singapura kencan online