Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Terpisah 18 Tahun, Wanita Malaysia Terlantar di Lombok Akhirnya Pulang

Redaksi • Senin, 16 Februari 2026 | 21:18 WIB
Seorang perempuan warga Malaysia yang sempat terlantar di Lombok, Indonesia selama 18 tahun akhirnya berhasil dipulangkan ke negara asalnya. (Instagram @lambegosiip)
Seorang perempuan warga Malaysia yang sempat terlantar di Lombok, Indonesia selama 18 tahun akhirnya berhasil dipulangkan ke negara asalnya. (Instagram @lambegosiip)

sumutpos.jawapos.com - Seorang perempuan warga Malaysia yang sempat terlantar di Lombok, Indonesia selama 18 tahun akhirnya berhasil dipulangkan ke negara asalnya. Kepulangan tersebut difasilitasi pemerintah kedua negara setelah kisah hidupnya terungkap.

Kabar pemulangan itu disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri Malaysia, Shamsul Anuar Nasarah melalui unggahan di Facebook, dilihat Senin (16/2/2026).

Menurut Shamsul, perempuan bernama Norida Akmal Ayob (45) sebelumnya mengikuti suaminya yang merupakan warga negara Indonesia ke Lombok. Ia tinggal di wilayah tersebut bersama anak perempuannya selama bertahun-tahun.

Namun, pernikahan mereka tidak berlangsung lama. Norida kemudian harus hidup sendiri dalam kondisi serba sulit setelah berpisah dengan suaminya yang menikah lagi. Untuk bertahan hidup, ia bekerja sebagai penyapu jalan demi menghidupi anak-anaknya.

Keluarga Norida di Malaysia kemudian mengajukan permohonan kepada pemerintah setempat agar membantu memulangkannya setelah hampir dua dekade terpisah. Selain hidup dalam keterbatasan, Norida juga disebut mengalami ketakutan akibat dugaan ancaman dari mantan suaminya.

Shamsul menjelaskan proses pemulangan Norida dan kedua anaknya terlaksana berkat kerja sama berbagai pihak, termasuk Kementerian Luar Negeri Malaysia atau Wisma Putra, Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia, Departemen Imigrasi Malaysia, serta otoritas Indonesia.

Bahkan, seorang pejabat turut dikirim langsung ke Lombok guna membantu pengurusan administrasi sekaligus memastikan proses kepulangan berjalan lancar.

Norida diketahui memiliki dua orang anak dengan status kewarganegaraan berbeda. Anak pertamanya, Nur Fateen Akmadiana, lahir di Malaysia sehingga berstatus warga negara Malaysia. Sementara anak keduanya, Muhamad Sabani Daniel, berstatus warga negara Indonesia karena lahir di negara tersebut.

Kisah Norida mulai terungkap setelah keluarganya di Kampung Bukit Sapi, Lenggong menemukan keberadaannya dan melaporkan kondisi yang dialami perempuan tersebut.

Shamsul menyebut Norida hidup dalam kekurangan dan anak-anaknya sempat tidak dapat melanjutkan pendidikan karena keterbatasan ekonomi.

“Alhamdulillah, mereka kini selamat kembali ke tanah air setelah hampir dua dekade terpisah dari keluarga,” ujar Shamsul.

Kepulangan Norida menjadi harapan baru baginya untuk memulai kehidupan yang lebih layak bersama keluarga di Malaysia. (lin)

Editor : Redaksi
#lombok #malaysia #Human Interest