sumutpos.jawapos.com – Setelah lebih dari 50 tahun sejak era Apollo, manusia kembali mengirim astronaut mengelilingi Bulan lewat misi Artemis II. Program ambisius ini menjadi tonggak penting dalam eksplorasi luar angkasa modern.
Melansir Instagram @pandemictalks, Selasa (7/4/2026), misi Artemis II menjadi penerbangan berawak pertama menuju Bulan sejak 1970-an. Dalam misi berdurasi sekitar 10 hari, empat astronaut akan terbang menggunakan kapsul Orion untuk mengelilingi Bulan sebelum kembali ke Bumi.
Keempat astronaut tersebut adalah Reid Wiseman sebagai komandan, Victor Glover sebagai pilot, serta Christina Koch dan Jeremy Hansen sebagai spesialis misi. Mereka berasal dari Amerika Serikat dan Kanada.
Baca Juga: Wamen Haji dan Umrah Apresiasi Konsistensi Bank Sumut Perkuat Kolaborasi Layanan Haji Terintegrasi
Misi ini bukan sekadar perjalanan biasa. Artemis II mencatat sejarah karena membawa manusia terbang lebih jauh dari Bumi dibandingkan misi sebelumnya, bahkan melampaui rekor yang pernah dicapai Apollo 13.
Selain itu, komposisi kru juga mencetak sejarah baru. Victor Glover menjadi astronaut kulit hitam pertama dalam misi ke Bulan, Christina Koch menjadi perempuan pertama yang ikut perjalanan tersebut, dan Jeremy Hansen menjadi astronaut non-Amerika pertama yang terlibat dalam misi mengelilingi Bulan.
Selama perjalanan, kru akan menyaksikan sisi jauh Bulan yang jarang terlihat manusia, serta fenomena luar angkasa seperti “Earthrise” atau terbitnya Bumi dari perspektif luar angkasa.
Baca Juga: Air Asia Lakukan Penyesuaian Jadwal di Beberapa Rute
Misi ini menjadi langkah penting sebelum rencana pendaratan manusia kembali di Bulan dalam misi Artemis III, sekaligus membuka jalan menuju eksplorasi Mars di masa depan.
Kabar misi Artemis II ini langsung ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak netizen mengaku takjub sekaligus bangga dengan pencapaian tersebut.
“Gila, akhirnya manusia balik lagi ke Bulan. Ini sih sejarah banget,” tulis salah satu pengguna.
Netizen lain menyoroti keberagaman kru dalam misi tersebut.
“Salut, sekarang makin inklusif. Ada perempuan dan astronaut dari luar AS juga,” komentar lainnya.
Baca Juga: Sengketa Pajak Memanas di Rantauprapat, Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara Buka Jalur Pengaduan
Tak sedikit pula yang membandingkan dengan kondisi di Bumi.
“Manusia udah siap ke Bulan lagi, tapi masalah di Bumi aja belum selesai,” ujar netizen dengan nada sindiran.
Ada juga yang penasaran dengan pengalaman para astronaut.
“Kebayang nggak sih lihat Bumi dari jauh? Pasti merinding,” tulis pengguna lain.
Sementara itu, sebagian netizen mengaitkan misi ini dengan masa depan umat manusia.
“Semoga ini langkah awal buat manusia bisa tinggal di planet lain,” komentar lainnya.
Antusiasme publik menunjukkan bahwa eksplorasi luar angkasa masih menjadi topik yang menarik dan penuh harapan bagi banyak orang di seluruh dunia.(lin)
Editor : Redaksi