sumutpos.jawapos.com - Perubahan besar tengah mengintai industri smartphone global. Uni Eropa resmi menetapkan aturan baru yang akan mewajibkan seluruh ponsel menggunakan baterai yang bisa dilepas dan dipasang kembali mulai tahun 2027. Kebijakan ini bukan sekadar soal desain, melainkan bagian dari upaya besar mengurangi limbah elektronik sekaligus memperpanjang usia perangkat.
Melansir Instagram @lambegosiip, Jumat (24/4/2026), menyebut regulasi ini akan berdampak langsung pada produsen besar, baik Android maupun iPhone.
Aturan baru ini lahir dari regulasi baterai Uni Eropa yang menekankan hak konsumen untuk memperbaiki perangkatnya sendiri. Dengan sistem baterai lepas-pasang, pengguna tidak lagi harus membawa ponsel ke pusat servis hanya untuk mengganti baterai.
Baca Juga: Polres Labuhanbatu Bongkar Peredaran Sabu di Aek Kuo, Satu Pria Diamankan
Langkah ini juga diharapkan mampu menekan lonjakan limbah elektronik global. Selama ini, baterai tanam membuat banyak perangkat berakhir sebagai sampah hanya karena performanya menurun.
Kebijakan ini akan memaksa produsen smartphone melakukan perubahan besar. Selama satu dekade terakhir, industri justru berlomba menghadirkan desain tipis, premium, dan tahan air, yang semuanya bergantung pada baterai tanam.
Kini arah tersebut harus dikompromikan. Produsen perlu menyeimbangkan antara kemudahan perbaikan dan estetika, termasuk kemungkinan perubahan pada struktur bodi dan sistem pelindung air.
Baca Juga: Wawako Binjai Bersama Bumantara dan Bank Sumut Tanam 1.000 Bibit Pohon
Karena aturan berlaku di pasar Eropa, dampaknya hampir pasti berskala global. Produsen cenderung tidak membuat desain berbeda untuk tiap wilayah.
Bagi pengguna, kebijakan ini membuka peluang baru: mengganti baterai sendiri, memperpanjang usia ponsel, dan menghemat biaya.
Namun ada konsekuensi yang ikut dibicarakan seperti desain ponsel berpotensi lebih tebal, ketahanan air mungkin berkurang, dan material bodi bisa berubah.
Meski begitu, banyak pihak melihat ini sebagai langkah menuju teknologi yang lebih berkelanjutan.
Baca Juga: PSMS v Adhyaksa FC: Main Lepas tanpa Beban
Di media sosial, perbincangan berkembang cepat. Komentar netizen pun beragam, mencerminkan tarik-menarik antara kebutuhan praktis dan selera desain modern:
“Akhirnya balik ke HP zaman dulu, tinggal buka casing langsung ganti baterai.”
“Ini bagus banget, selama ini HP rusak cuma gara-gara baterai drop.”
“Takutnya nanti HP jadi tebal dan nggak elegan lagi.”
“Kalau gampang dibuka, gimana dengan keamanan dan ketahanan air?”
Baca Juga: Sakit, Satu Jamaah Calon Haji Batal Berangkat
“Semoga bukan cuma gimmick, tapi benar-benar memudahkan pengguna.”
“Produsen pasti cari cara biar tetap susah dibuka, kita lihat saja nanti.”
“Setuju sih, biar nggak dipaksa upgrade tiap dua tahun.”
Di tengah perdebatan itu, satu hal mengemuka: konsumen mulai lebih sadar terhadap hak mereka atas perangkat yang dimiliki, bukan sekadar pengguna, tetapi juga pengendali penuh atas umur pakai teknologi mereka.(lin)
Editor : Redaksi