Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Raffi Ahmad Jadi Duta, Netizen: Benahi Layanan Dulu

Redaksi • Minggu, 26 April 2026 | 20:37 WIB
Raffi Ahmad jadi Duta Kehormatan BPJS Kesehatan. (Instagram @raffinagita1717)
Raffi Ahmad jadi Duta Kehormatan BPJS Kesehatan. (Instagram @raffinagita1717)

 

sumutpos.jawapos.com - Penunjukan Raffi Ahmad sebagai Duta Kehormatan BPJS Kesehatan menandai babak baru pendekatan komunikasi dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Di tengah tantangan menjaga keberlanjutan layanan dan meningkatkan kepesertaan aktif, langkah ini dinilai sebagai strategi kultural, mengandalkan figur publik untuk menjangkau kesadaran masyarakat, terutama generasi muda.

Melansir Instagram @pandemictalks, Minggu (26/4/2026), pengukuhan yang berlangsung pada 23 April 2026 itu bukan sekadar seremoni. Di baliknya, terdapat agenda besar: mengubah cara publik memandang kesehatan, dari reaktif menjadi preventif. BPJS Kesehatan melihat perlunya pendekatan yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat, terutama milenial dan Gen Z yang kini menjadi kelompok dominan dalam demografi produktif.

Selama lebih dari satu dekade sejak diluncurkan pada 2014, program JKN telah menjangkau hampir seluruh penduduk Indonesia, mendekati 99 persen atau sekitar 288–289 juta jiwa. Namun, persoalan klasik masih membayangi, tidak semua peserta aktif memanfaatkan layanan secara rutin. Banyak yang baru mengurus kepesertaan saat kondisi darurat.

Baca Juga: Balai Besar TNGL Evakuasi Orangutan Sumatera Masuk ke Ladang Masyarakat di Langkat

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menegaskan bahwa tantangan ke depan bukan hanya soal cakupan, tetapi kualitas layanan dan keberlanjutan sistem. Setiap hari, program ini menangani sekitar 2 juta transaksi layanan kesehatan dengan nilai pembiayaan mencapai ratusan miliar rupiah.

Dalam konteks itulah, figur seperti Raffi Ahmad dinilai relevan. Selain memiliki jangkauan luas, ia juga dianggap mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif, terutama untuk mengedukasi generasi muda tentang pentingnya hidup sehat sejak dini.

“Sehat itu harus dimulai dari muda, jangan menunggu sakit,” ujar Raffi dalam kesempatan tersebut.

Ia menekankan bahwa kesehatan adalah investasi jangka panjang yang kerap diabaikan. Dalam narasinya, kesuksesan karier dan finansial tidak akan berarti jika kondisi fisik tidak mendukung. Pesan ini menjadi inti kampanye yang akan ia gaungkan sebagai duta.

Baca Juga: Polres Langkat Tangkap Pria Pemilik Sabu di Depan Rumah

Lebih jauh, Raffi juga berkomitmen mengemas kampanye kesehatan dengan pendekatan yang lebih relevan, seperti kolaborasi dengan influencer, komunitas hobi, hingga kegiatan olahraga massal. Pendekatan ini diharapkan mampu menggeser persepsi bahwa program JKN bukan sekadar jaminan saat sakit, melainkan bagian dari gaya hidup sehat.

Di sisi lain, BPJS Kesehatan juga tengah menghadapi perubahan tren penyakit. Kasus penyakit katastropik seperti diabetes dan hipertensi kini mulai banyak ditemukan pada usia muda, sebuah fenomena yang menuntut pendekatan promotif dan preventif yang lebih agresif.

Melalui kolaborasi ini, semangat gotong royong yang menjadi fondasi JKN kembali ditegaskan. Sistem ini bekerja dengan prinsip saling membantu, di mana peserta yang sehat menopang biaya pengobatan peserta yang sakit.

Baca Juga: BNI Tegaskan Koperasi Swadharma Bukan Bagian dari Bank

Di media sosial, penunjukan Raffi Ahmad langsung memantik beragam reaksi. Sebagian melihatnya sebagai langkah segar, namun tak sedikit pula yang menyoroti persoalan klasik layanan kesehatan.

“Bagus sih, biar anak muda lebih aware. Tapi tolong juga pelayanan di lapangan dibenahi,” tulis salah satu netizen.

Komentar lain menyoroti harapan agar figur publik tidak hanya menjadi simbol.

“Semoga bukan cuma jadi wajah iklan, tapi benar-benar bisa bantu edukasi masyarakat,” ujar pengguna lain.

Di sisi berbeda, ada pula yang menyambut positif pendekatan ini sebagai cara efektif menjangkau publik luas.

Baca Juga: Bernardo Silva Siap Menutup Babak di Manchester City, Barcelona Mengintip Peluang

“Kalau Raffi yang ngomong, pasti lebih banyak yang denger. Apalagi Gen Z,” tulis netizen lainnya.

Namun kritik tetap mengemuka, terutama terkait pengalaman layanan.

“Duta boleh artis, tapi antrean di rumah sakit jangan tetap panjang,” sindir seorang pengguna.

Respons beragam ini menunjukkan satu hal: publik tidak hanya menaruh perhatian pada sosok duta, tetapi juga pada kualitas layanan yang mereka rasakan sehari-hari.

Baca Juga: Forwakum Sumut Terbitkan Mandat, Penguatan Organisasi di Kepulauan Nias Segera Dimulai

Penunjukan duta kehormatan ini pada akhirnya bukan sekadar soal popularitas, melainkan upaya membangun kesadaran kolektif. Di tengah kompleksitas sistem kesehatan nasional, pendekatan yang menyentuh aspek budaya dan perilaku menjadi kunci, namun tetap harus diiringi dengan perbaikan nyata di lapangan.(lin)

Editor : Redaksi
#Netizen Bersuara #bpjs kesehatan #raffi ahmad #jkn #Gaya Hidup Sehat