sumutpos.jawapos.com – Tumpukan sampah plastik yang selama ini menjadi salah satu persoalan lingkungan kini mulai mendapat penanganan dengan cara yang lebih produktif. Sejumlah warga di Bali memanfaatkan teknologi pirolisis untuk mengubah limbah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan.
Melansir Instagram @cretivox, Selasa (16/6/2026), Pirolisis merupakan proses penguraian material plastik dengan suhu tinggi dalam kondisi minim oksigen. Melalui metode ini, sampah plastik yang sulit terurai dapat dikonversi menjadi cairan bahan bakar yang memiliki nilai ekonomi.
Inovasi tersebut menarik perhatian karena tidak hanya membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, tetapi juga menghasilkan sumber energi alternatif. Di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan persoalan pengelolaan sampah, teknologi ini dinilai menawarkan solusi yang saling menguntungkan.
Baca Juga: Limbah Pelepah Pisang Disulap Jadi Bulu Mata Palsu Ramah Lingkungan
Menurut pengelola program, biaya produksi BBM dari hasil pengolahan plastik tersebut berkisar Rp7 ribu per liter. Angka ini dinilai cukup kompetitif dibandingkan harga bahan bakar konvensional, terutama untuk penggunaan tertentu seperti mesin pertanian, generator, maupun kebutuhan operasional lainnya.
Selain aspek ekonomi, manfaat lingkungan menjadi nilai utama dari pengembangan teknologi ini. Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah plastik, termasuk di kawasan wisata yang menghasilkan limbah dalam jumlah besar setiap harinya. Dengan mengolah sampah menjadi produk bernilai guna, tekanan terhadap lingkungan dapat berkurang.
Meski demikian, para pemerhati lingkungan mengingatkan bahwa pengolahan sampah menjadi BBM bukan satu-satunya solusi. Upaya pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, peningkatan daur ulang, dan pengelolaan sampah yang terintegrasi tetap menjadi langkah penting untuk menekan pencemaran plastik dalam jangka panjang.
Baca Juga: Heboh Besi Tower Telekomunikasi Dicuri di Binjai, Kasat: Terduga Pelaku Lebih Seorang
Inovasi pengolahan sampah plastik menjadi BBM di Bali mendapat respons positif dari warganet. Banyak yang menilai teknologi pirolisis dapat menjadi solusi atas dua persoalan sekaligus, yakni penumpukan sampah plastik dan kebutuhan energi alternatif yang lebih terjangkau.
Sebagian netizen mengapresiasi biaya produksi yang disebut hanya sekitar Rp7 ribu per liter. Mereka berharap teknologi serupa dapat diterapkan di berbagai daerah yang selama ini menghadapi masalah sampah plastik dalam jumlah besar.
Namun, tidak sedikit pula yang mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap proses produksi. Warganet menilai aspek keamanan dan dampak lingkungan harus menjadi perhatian utama agar pengolahan sampah menjadi BBM tidak menimbulkan polusi baru.
Baca Juga: Bupati Batu Bara Hadiri Pembukaan MTQ Sumut ke-40, Beri Semangat Kafilah Raih Prestasi
Ada pula yang mendorong pemerintah dan dunia usaha untuk mendukung pengembangan teknologi tersebut melalui pendampingan, regulasi, serta penyediaan fasilitas yang memadai. Menurut mereka, jika dikelola dengan baik, inovasi ini berpotensi membuka lapangan kerja sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari limbah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan.
Ke depan, teknologi pirolisis berpotensi dikembangkan lebih luas apabila didukung standar operasional yang baik, pengawasan emisi yang ketat, serta jaminan kualitas bahan bakar yang dihasilkan. Dengan demikian, inovasi ini tidak hanya menjadi cara mengatasi sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.(lin)
Editor : Redaksi