sumutpos.jawapos.com - Aksi lima wanita asal Vietnam di Jepang menjadi sorotan setelah mereka diduga nekat memetik buah ceri dari kebun milik warga tanpa izin. Peristiwa tersebut disebut terjadi pada malam hari di sebuah area kebun setempat, dan kemudian viral setelah rekamannya tersebar di media sosial.
Melansir Instagram @lambegosiip, Selasa (23/6/2026), dalam video yang beredar, para pelaku diduga tidak hanya mengambil buah ceri, tetapi juga merekam aksi tersebut dan menayangkannya secara langsung. Hal ini memicu kemarahan publik karena dianggap sebagai tindakan pencurian yang dilakukan secara terbuka.
Pihak setempat menegaskan bahwa di Jepang, pengambilan hasil kebun atau barang milik orang lain tanpa izin tetap dikategorikan sebagai pencurian, meskipun nilai barang yang diambil tidak besar. Aturan yang ketat terkait kepemilikan pribadi membuat kasus ini mendapat perhatian serius.
Baca Juga: Diduga Manipulasi Fakta Sidang, 6 Hakim PTUN dan PTTUN Medan Dilaporkan ke KY Sumut
Akibat insiden tersebut, kelima wanita itu dilaporkan kehilangan pekerjaan mereka. Selain itu, pihak terkait di tempat mereka bekerja juga disebut telah memfasilitasi proses kepulangan mereka ke Vietnam.
Peristiwa ini pun memicu beragam tanggapan di media sosial. Banyak warganet menyoroti pentingnya menghormati hukum di negara lain, sekaligus menilai tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan.
Sejumlah komentar netizen pun ramai bermunculan. Ada yang menilai tindakan itu mencoreng nama baik pekerja asing, seperti yang ditulis seorang pengguna media sosial, “Kalau sudah di negara orang, harusnya ikut aturan. Ini bukan soal ceri, tapi soal menghargai hukum.”
Komentar lain juga menyoroti tindakan yang direkam dan disebarkan, “Yang bikin makin parah itu direkam dan diposting. Jadi kelihatan seolah bangga melakukan hal itu.”
Baca Juga: Kisah Inspiratif Nasabah PNM Yogyakarta yang Bangkit dsri Kejaran Rentenir
Sementara itu, warganet lain mengingatkan dampak lebih luas dari kejadian tersebut, “Kasihan pekerja asing lain yang benar-benar bekerja baik. Satu kasus begini bisa merusak citra semuanya.”
Ada pula yang menilai kasus ini sebagai pelajaran, “Ini jadi pengingat bahwa di mana pun kita berada, kita harus paham aturan dan etika setempat.”
Kasus ini masih menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial, terutama terkait pentingnya kesadaran hukum dan etika saat berada di luar negeri.(lin)
Editor : Redaksi