sumutpos.jawapos.com – Sebuah langkah progresif diambil oleh kota kecil di provinsi Quebec ketika pemerintah setempat secara resmi mengakui pohon sebagai makhluk hidup yang memiliki hak dasar. Hak tersebut mencakup hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, hingga beregenerasi.
Melansir Instagram @cretivox, Jumat (26/6/2026), kebijakan ini menjadikan pohon tidak lagi sekadar elemen lanskap kota, melainkan entitas hidup yang harus dihormati dan dilindungi secara hukum. Wali Kota Terrasse-Vaudreuil Michel Bourdeau, menyebut pohon sebagai “sekutu terbesar” dalam menghadapi krisis iklim yang kian nyata, terutama setelah kota tersebut mengalami banjir hingga tiga kali dalam beberapa tahun terakhir.
Langkah berani ini terinspirasi dari sebuah film lokal yang mengangkat hubungan manusia dan alam, yang kemudian memicu diskusi publik hingga akhirnya melahirkan Deklarasi Universal Hak Pohon. Dengan penandatanganan deklarasi tersebut, Terrasse-Vaudreuil menjadi munisipalitas pertama di Quebec yang secara resmi mengadopsi konsep hak hukum bagi pohon.
Canada sendiri dalam beberapa tahun terakhir memang menjadi bagian dari tren global yang mulai mengakui hak-hak alam. Konsep ini sebelumnya telah diterapkan pada sungai dan ekosistem tertentu di berbagai negara, dengan tujuan memperkuat perlindungan lingkungan melalui pendekatan hukum yang lebih progresif.
Para pendukung kebijakan ini menilai langkah Terrasse-Vaudreuil dapat menjadi model baru dalam mitigasi perubahan iklim berbasis komunitas. Dengan memberikan status hukum kepada pohon, pemerintah lokal diharapkan lebih serius dalam menjaga ruang hijau, mengendalikan deforestasi, serta memperkuat ketahanan kota terhadap bencana alam seperti banjir dan gelombang panas.
Namun, sebagian pihak juga menilai kebijakan ini akan memunculkan tantangan baru dalam implementasi, terutama terkait tata kelola lahan, pembangunan infrastruktur, dan batasan hukum yang belum sepenuhnya jelas.
Terlepas dari pro dan kontra, langkah Terrasse-Vaudreuil menambah daftar panjang inovasi lingkungan berbasis hak alam yang kini mulai mendapat perhatian dunia internasional.(lin)
Editor : Redaksi