sumutpos.jawapos.com - Sebuah proyeksi mencengangkan datang dari The Wealth Report 2026 milik Knight Frank, yang memprediksi Indonesia akan menjadi negara dengan pertumbuhan populasi orang super kaya atau ultra high net worth individuals (UHNWI) tercepat di dunia pada 2031. UHNWI sendiri merujuk pada individu dengan kekayaan bersih di atas US$30 juta.
Melansir Instagram @pandemictalks, Kamis (2/7/2026), dalam laporan tersebut, jumlah UHNWI di Indonesia diperkirakan melonjak lebih dari 80 persen, dari sekitar 3.866 orang pada 2026 menjadi 6.966 orang pada 2031. Lonjakan ini menempatkan Indonesia di peringkat pertama secara global, melampaui sejumlah negara lain seperti Arab Saudi, Polandia, Vietnam, Australia, hingga Amerika Serikat yang justru berada di posisi ketujuh.
Meski proyeksi tersebut menunjukkan optimisme besar terhadap pertumbuhan kekayaan di Tanah Air, Knight Frank Indonesia mengingatkan bahwa kondisi ekonomi saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan. Memasuki 2026, Indonesia dihadapkan pada tekanan daya beli masyarakat yang melemah, fluktuasi nilai tukar rupiah, risiko inflasi, serta ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi.
Namun demikian, peluang pertumbuhan tetap dinilai terbuka lebar. Hal ini ditopang oleh kekayaan sumber daya alam, jumlah penduduk yang besar, serta pembangunan infrastruktur yang terus berlanjut di berbagai wilayah. Faktor-faktor tersebut diyakini menjadi fondasi penting dalam mendorong akumulasi kekayaan di masa mendatang.
Dari sisi pemerintah, optimisme terhadap prospek ekonomi nasional juga disampaikan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menilai perekonomian Indonesia masih memiliki ketahanan di tengah gejolak global.
“Ketika global gonjang ganjing aja kita masih bisa tumbuh 5,61 persen, ini kan mesin pertumbuhan ekonomi baru dipanaskan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto bukan hal yang mustahil, melainkan dapat dicapai secara bertahap melalui penguatan fundamental ekonomi dan reformasi struktural yang berkelanjutan.
Dengan berbagai proyeksi dan tantangan tersebut, Indonesia dipandang berada pada persimpangan penting: antara tekanan ekonomi jangka pendek dan peluang besar untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan kekayaan global dalam dekade mendatang.(lin)