sumutpos.jawapos.com - Di tengah keterbatasan fasilitas, semangat gotong royong warga Dusun Way Harong, Kabupaten Lampung Barat, menjadi cahaya harapan bagi anak-anak di kampung mereka. Warga secara swadaya mengumpulkan uang untuk membeli sebidang tanah dan membangun sekolah sederhana agar anak-anak tetap bisa mendapatkan pendidikan tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Melansir Instagram @pandemictalks, Jumat (17/7/2026), sekolah yang berdiri dari kepedulian masyarakat tersebut memang jauh dari kata mewah. Bangunannya menggunakan material sederhana dengan atap daun nipah dan dinding kayu. Namun, bagi puluhan anak yang belajar di sana, sekolah tersebut menjadi tempat penting untuk mengejar cita-cita.
Tokoh Masyarakat Batu Nyangka, Junaidi, mengungkapkan bahwa pembangunan sekolah bermula dari inisiatif warga yang secara bersama-sama membeli lahan pada tahun 2000.
Baca Juga: Gen Z Mulai Menjadikan Traveling Sebagai Prioritas Hidup, Bukan Sekadar Liburan
“Dulu tahun 2000 tanahnya dibeli dari warga, kami patungan. Harganya waktu itu sekitar Rp1.500.000. Setelah itu dibuatkan surat, lalu dihibahkan kepada pemerintah. Bangunannya dulu beratap nipah, tiangnya dari kayu bulat hasil gotong royong masyarakat,” kata Junaidi seperti dikutip dari Kumparan.
Semangat warga saat itu muncul karena kebutuhan pendidikan yang semakin mendesak. Sebelum memiliki sekolah sendiri, anak-anak di Batu Nyangka harus berjalan jauh menuju sekolah terdekat dengan kondisi medan yang tidak mudah.
Jarak yang jauh dan akses jalan yang sulit menjadi tantangan tersendiri, terutama ketika musim hujan tiba. Jalan yang licin membuat perjalanan menuju sekolah semakin berat bagi para pelajar.
Baca Juga: Diduga Edarkan Happy Water ke Pengunjung, Pegawai Spa di Medan Ditangkap
Kehadiran sekolah swadaya tersebut menjadi solusi sementara agar anak-anak tetap dapat belajar di lingkungan kampung mereka. Meski sederhana, sekolah itu menjadi simbol kepedulian masyarakat terhadap masa depan generasi penerus.
Warga berharap perhatian pemerintah dapat terus diberikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah tersebut. Selain pembangunan fasilitas sekolah yang lebih layak, masyarakat juga berharap adanya perbaikan infrastruktur dasar seperti akses jalan dan jaringan listrik.
Pasalnya, warga Batu Nyangka mengaku hingga kini masih menghadapi keterbatasan akses listrik sejak 2005. Kondisi jalan yang belum memadai juga menjadi kendala aktivitas sehari-hari, terutama saat hujan turun.
Baca Juga: Wagub Sumut Jagokan Argentina Juara Piala Dunia 2026
Kisah warga Dusun Way Harong menjadi gambaran bahwa pendidikan tidak hanya dibangun melalui gedung megah, tetapi juga melalui kepedulian, kerja sama, dan harapan masyarakat. Dari bangunan sederhana beratap nipah, lahir mimpi besar anak-anak kampung untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik.(lin)
Editor : Redaksi