Sebuah Foto, Sebuah Misi Kemanusiaan: Kisah UNICEF di Balik Momen Bayi Lamine Yamal dalam Pelukan Lionel Messi

Redaksi • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 20:30 WIB
Foto lawas Messi yang sedang menggendong bayi Yamal.(Instagram @pandemicktalks)
Foto lawas Messi yang sedang menggendong bayi Yamal.(Instagram @pandemicktalks)

 

sumutpos.jawapos.com - Sebelum Lionel Messi dan Lamine Yamal dikenal sebagai dua nama besar dalam sepak bola dunia, keduanya pernah berada dalam satu bingkai melalui sebuah kegiatan kemanusiaan. Foto lawas Messi yang sedang menggendong bayi Yamal kembali menjadi perbincangan menjelang final Piala Dunia 2026, bukan hanya karena kisah takdir sepak bola, tetapi juga karena ada pesan sosial yang melatarbelakanginya.

Melansir Instagram @pandemictalks (20/7/2026), momen tersebut terjadi pada 2007 dalam sebuah sesi pemotretan amal yang melibatkan UNICEF dan FC Barcelona. Kala itu, Barcelona menjalin kerja sama dengan UNICEF sebagai bagian dari komitmen klub untuk mendukung program perlindungan dan kesejahteraan anak-anak di berbagai belahan dunia.

Foto yang diabadikan fotografer Joan Monfort memperlihatkan Lionel Messi yang masih berusia 20 tahun menggendong bayi Lamine Yamal di ruang ganti Barcelona. Saat itu, tidak ada yang menyangka bahwa bayi kecil tersebut kelak akan tumbuh menjadi salah satu talenta muda paling bersinar di dunia sepak bola.

Baca Juga: Usai Ledakan, Kompleks Grand Polonia Dijaga TNI

Keluarga Yamal hadir dalam sesi tersebut setelah memenangkan undian yang digelar surat kabar Catalan, Sport, bersama UNICEF. Program itu memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan sosial sekaligus mendekatkan publik dengan para pemain Barcelona.

Bagi UNICEF, kegiatan seperti ini bukan sekadar sesi foto bersama pemain terkenal. Kehadiran figur olahraga dunia menjadi cara untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya perhatian terhadap hak-hak anak, pendidikan, kesehatan, serta perlindungan bagi generasi muda.

Joan Monfort kemudian mengungkapkan bahwa ia tidak pernah membayangkan foto tersebut akan memiliki makna sebesar sekarang. Menurutnya, pertemuan Messi dan Yamal dalam satu frame merupakan sebuah kebetulan yang luar biasa.

“Ini adalah sebuah keajaiban takdir yang nyata,” ujarnya.

Baca Juga: Pasca Kecelakaan Sibolangit, DPRD Sumut Minta Dishub Tingkatkan Uji KIR dan Pengawasan Angkutan Barang

Hampir 20 tahun berlalu, foto itu kembali muncul dengan cerita baru. Messi kini tampil sebagai kapten Argentina berusia 39 tahun yang telah mencatatkan sejarah sebagai juara dunia. Sementara Yamal, yang dahulu masih bayi dalam sesi amal UNICEF, kini menjadi bintang muda Spanyol berusia 19 tahun yang membawa harapan generasi baru.

Pertemuan keduanya di final Piala Dunia 2026 menghadirkan narasi yang lebih luas dari sekadar rivalitas Argentina dan Spanyol. Di balik persaingan di lapangan, ada jejak sebuah kampanye kemanusiaan yang mempertemukan dua generasi pemain melalui pesan sederhana: anak-anak hari ini adalah masa depan dunia.

Foto tersebut akhirnya menjadi pengingat bahwa sepak bola tidak hanya tentang trofi dan kemenangan, tetapi juga tentang bagaimana olahraga dapat menjadi jembatan untuk membawa pesan sosial, menginspirasi anak-anak, dan menciptakan cerita yang melampaui batas lapangan hijau.(lin)

Editor : Redaksi
Piala Dunia2026 lionel messi unicef barcelona lamine yamal