Pemerintah Siapkan 10 Universitas Republik Indonesia, Digagas sebagai Kawah Candradimuka Calon Pemimpin Masa Depan

Redaksi • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 22:30 WIB
Pemerintah berencana membangun 10 kampus Universitas Republik Indonesia (URI) untuk cetak calon pemimpin.(Instagram @pandemictalks)
Pemerintah berencana membangun 10 kampus Universitas Republik Indonesia (URI) untuk cetak calon pemimpin.(Instagram @pandemictalks)

 

sumutpos.jawapos.com - Pemerintah berencana membangun 10 kampus Universitas Republik Indonesia (URI) sebagai lembaga pendidikan strategis yang diarahkan untuk mencetak calon pemimpin pemerintahan sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Melansir Instagram @pandemictalks, Jumat (24/7/2026), gagasan pembentukan URI disampaikan Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto setelah dirinya dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia. Menurut Donny, kehadiran URI merupakan bagian dari perhatian pemerintah terhadap pembangunan kepemimpinan nasional dalam jangka panjang.

URI dirancang bukan sekadar sebagai perguruan tinggi biasa, melainkan sebagai institusi pendidikan yang menggabungkan pendidikan akademik, pembentukan karakter, hingga pengembangan kemampuan kepemimpinan bagi generasi yang diproyeksikan mengisi berbagai posisi strategis di pemerintahan dan sektor publik.

Baca Juga: 77 Pemenang Terima Penghargaan JNE Content Competition 2026 : Wadah Kreativitas Anak Bangsa 

“Presiden memberikan perhatian besar terhadap bagaimana Indonesia menyiapkan pemimpin masa depan. URI menjadi salah satu instrumen untuk membangun sumber daya manusia yang memiliki kapasitas, integritas, dan jiwa kepemimpinan,” ujar Donny.

Menurutnya, tantangan Indonesia ke depan membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga pemahaman mendalam mengenai tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, ekonomi, teknologi, serta persoalan sosial yang semakin kompleks.

Konsep Universitas Republik Indonesia disebut terinspirasi dari sistem pendidikan kepemimpinan publik di Prancis melalui École nationale d’administration (ENA), yang kini bernama Institut National du Service Public (INSP).

Baca Juga: Pemko Pematangsiantar Matangkan Persiapan HUT Ke-81 RI, Tekankan Sinergi dan Kesederhanaan

Lembaga tersebut dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan yang melahirkan banyak birokrat dan pemimpin negara Prancis. Para alumninya banyak mengisi posisi penting dalam pemerintahan, termasuk jabatan menteri hingga kepala pemerintahan.

Melalui pendekatan serupa, URI diharapkan menjadi tempat pembinaan calon pemimpin Indonesia yang memiliki perpaduan antara kompetensi profesional, wawasan kebangsaan, serta karakter pelayanan kepada masyarakat.

Pendidikan di URI nantinya tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga membentuk pola pikir strategis, kemampuan mengambil keputusan, kepemimpinan organisasi, dan etika dalam menjalankan amanah publik.

Baca Juga: 77 Pemenang Terima Penghargaan JNE Content Competition 2026 : Wadah Kreativitas Anak Bangsa 

“Pemimpin tidak cukup hanya pintar secara akademik. Mereka harus memiliki karakter, kemampuan manajerial, serta memahami bagaimana mengelola negara dengan baik,” kata Donny.

Pemerintah menargetkan pembangunan 10 Universitas Republik Indonesia yang tersebar di sejumlah wilayah. Salah satu lokasi yang telah disiapkan berada di kawasan Cikasungka, Bogor Utara.

Kampus tersebut direncanakan berdiri di atas lahan bekas perkebunan sawit milik PTPN III yang saat ini sudah tidak produktif. Pemanfaatan lahan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengoptimalkan aset negara sekaligus menghadirkan pusat pendidikan baru.

Baca Juga: Donasi Insan PLN Hadirkan Listrik Gratis bagi 13 Keluarga di Simalungun

Selain kampus utama di Bogor, pemerintah juga akan mengembangkan jaringan URI di berbagai daerah agar akses terhadap pendidikan kepemimpinan nasional tidak hanya terpusat di Pulau Jawa.

Dengan pembangunan beberapa kampus, URI diharapkan dapat menjangkau lebih banyak calon peserta didik dari berbagai latar belakang daerah. Hal ini dinilai penting untuk menciptakan pemimpin yang memahami keberagaman kondisi Indonesia.

Keberadaan kampus di berbagai wilayah juga diharapkan mampu memperkuat pemerataan pembangunan sumber daya manusia, terutama dalam mempersiapkan generasi muda yang memiliki kemampuan untuk berkontribusi dalam pemerintahan maupun sektor strategis lainnya.

Baca Juga: Kuasa Hukum Dante Sinaga Hadirkan Saksi Ahli, Soroti Unsur Pidana dan Audit Kerugian Negara

Sebelum pembangunan kampus-kampus URI selesai, pemerintah menyiapkan lokasi sementara untuk mendukung operasional awal.

Dua lantai bekas gedung Kementerian BUMN di kawasan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, akan digunakan sebagai fasilitas awal Universitas Republik Indonesia.

Gedung tersebut akan menjadi pusat aktivitas awal URI, termasuk persiapan kurikulum, pengembangan sistem pendidikan, koordinasi kelembagaan, serta berbagai program pembinaan yang akan dijalankan.

Tahap awal ini menjadi langkah penting untuk memastikan URI dapat segera berjalan sembari menunggu pembangunan infrastruktur pendidikan di berbagai daerah.

Baca Juga: Polisi dan PGN Telusuri Titik Kebocoran

Salah satu konsep utama URI adalah mengintegrasikan sejumlah lembaga pendidikan dan pengembangan aparatur negara.

Dalam pelaksanaannya, URI akan melibatkan lembaga seperti Lembaga Administrasi Negara (LAN), Badan Pengelola Sekolah Unggulan, serta Badan Pengelola Perguruan Tinggi.

Integrasi tersebut bertujuan menciptakan jalur pendidikan berkelanjutan, mulai dari tingkat sekolah hingga perguruan tinggi, yang diarahkan untuk membangun calon aparatur negara berkualitas.

Tidak hanya membina calon aparatur sipil negara (ASN), URI juga akan menjadi tempat pengembangan sumber daya manusia bagi pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Baca Juga: Inalum Buka Program Magang 2026, Mahasiswa Diajak Belajar Langsung di Industri Aluminium Nasional

Melalui sistem pendidikan yang terintegrasi, pemerintah berharap dapat membangun ekosistem pengembangan talenta nasional. Generasi muda yang memiliki potensi kepemimpinan dapat dipersiapkan sejak dini melalui proses pendidikan yang terarah.

Konsep tersebut dinilai penting mengingat kebutuhan Indonesia terhadap pemimpin yang mampu menghadapi perubahan global, perkembangan teknologi, serta tantangan pembangunan nasional.

Pembentukan URI menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menghadapi kebutuhan kepemimpinan Indonesia di masa depan.

Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk besar membutuhkan sumber daya manusia unggul yang mampu mengelola berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, ekonomi, industri, hingga pelayanan publik.

Baca Juga: TP PKK Sumut Berbagi di Hari Anak Nasional, 200 Anak Yatim Terima Voucher Belanja Rp500 Ribu

Melalui URI, pemerintah ingin menciptakan pusat pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan berprestasi, tetapi juga individu yang memiliki nilai kebangsaan dan komitmen terhadap kepentingan masyarakat.

Rencana pembangunan Universitas Republik Indonesia pun mendapat perhatian karena membawa konsep berbeda dibandingkan perguruan tinggi pada umumnya. Fokus utama URI adalah membangun kepemimpinan nasional melalui pendidikan yang sistematis dan berkelanjutan.

Jika terealisasi, URI diharapkan menjadi salah satu institusi strategis dalam perjalanan pembangunan Indonesia, sekaligus menjadi tempat lahirnya generasi baru pemimpin bangsa yang mampu membawa Indonesia menghadapi tantangan masa depan.(lin)

Editor : Redaksi
pemimpin masa depan Universitas Republik Indonesia URI pendidikan indonesia prabowo subianto