Prihatin Bencana Sumatera, Jerhemy Nemo Mulai Gerakan “Wenanam Sumatra” Tanam 250 Ribu Pohon di Aceh

Redaksi • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 21:30 WIB
Aktivis lingkungan Jerhemy Nemo memulai gerakan penghijauan bertajuk “Wenanam Sumatra”. (Instagram @pandemictalks)
Aktivis lingkungan Jerhemy Nemo memulai gerakan penghijauan bertajuk “Wenanam Sumatra”. (Instagram @pandemictalks)

 

sumutpos.jawapos.com - Kepedulian terhadap kondisi lingkungan Sumatera yang tengah menghadapi berbagai bencana mendorong aktivis lingkungan Jerhemy Nemo memulai gerakan penghijauan bertajuk “Wenanam Sumatra”. 

Melansir Insagram @pandemictalks, Selasa (28/7/2026), melalui aksi ini, Jerhemy menargetkan penanaman sebanyak 250.000 pohon di Kabupaten Bireuen, Aceh, sebagai langkah nyata untuk memulihkan ekosistem yang mengalami degradasi.

Gerakan tersebut menyasar kawasan lahan terdegradasi seluas hampir 150 hektare yang tersebar di tujuh desa. Beragam jenis tanaman dipilih untuk mendukung pemulihan lingkungan, mulai dari bambu, lamtoro, gamal, hingga berbagai jenis pohon agroforestri yang diharapkan mampu menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga: Cuan Lagi Nih, Induk Gojek-GoPay Cetak Laba Bersih di Kuartal 2

Bagi Jerhemy, kondisi bencana yang terjadi di berbagai wilayah Sumatera menjadi pengingat pentingnya menjaga hubungan manusia dengan alam. Kerusakan hutan dan perubahan iklim menjadi tantangan bersama yang membutuhkan aksi nyata, bukan hanya sekadar kesadaran.

“Wenanam Sumatra” hadir sebagai gerakan kolaboratif yang mengajak berbagai pihak terlibat dalam upaya pemulihan hutan. Aksi ini dilakukan bersama WWF Indonesia, British Embassy Jakarta, Arei Outdoor Gear, relawan Earth Hour Aceh, serta masyarakat lokal.

Kolaborasi tersebut tidak hanya berfokus pada penanaman pohon, tetapi juga membangun keterlibatan publik dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Masyarakat di sekitar lokasi diharapkan dapat menjadi bagian dari proses perawatan dan pengelolaan kawasan hijau yang telah dipulihkan.

Pemilihan tanaman agroforestri juga menjadi bagian penting dalam gerakan ini. Selain membantu memperbaiki kualitas tanah dan menyerap karbon, tanaman tersebut memiliki nilai ekonomi yang dapat mendukung keberlanjutan masyarakat sekitar hutan.

Baca Juga: Digelar 3-4 Agustus 2026, Grand Final Ladies Pool League Sumut Perebutkan Door Prize 10 Sepeda Motor 

Jerhemy berharap “Wenanam Sumatra” dapat menjadi contoh bahwa pemulihan lingkungan membutuhkan kerja bersama dari berbagai elemen. Menurutnya, gerakan penghijauan tidak berhenti pada penanaman pohon, tetapi harus dilanjutkan dengan menjaga dan merawat ekosistem agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Melalui aksi ini, ia ingin menginspirasi lebih banyak wilayah di Indonesia untuk melakukan langkah serupa dalam menghadapi ancaman perubahan iklim dan kerusakan lingkungan.

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap kondisi alam Sumatera, gerakan penanaman ratusan ribu pohon ini menjadi simbol harapan bahwa pemulihan hutan masih dapat dilakukan apabila masyarakat, komunitas, dan berbagai lembaga bergerak bersama.(lin)

Editor : Redaksi
Wenanam Sumatra Jerhemy Nemo Reboisasi Gerakan Hijau Pulihkan Hutan