Kreator TikTok Bantul Jadi “Duta Ketahanan Pangan” Lewat Kreasi Olahan Kimpul

Redaksi • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 06:35 WIB
Kreator TikTok membagikan berbagai resep dengan mengganti bahan utama menggunakan kimpul.(Instagram @pandemictalks)
Kreator TikTok membagikan berbagai resep dengan mengganti bahan utama menggunakan kimpul.(Instagram @pandemictalks)

 

sumutpos.jawapos.com - Di tengah dominasi beras dan kentang sebagai sumber karbohidrat utama masyarakat Indonesia, seorang kreator asal Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencuri perhatian warganet melalui cara sederhana namun bermakna: mengenalkan kembali pangan lokal melalui konten memasak.

Kreator TikTok dengan akun @black.sheep8208 mendapat julukan dari warganet sebagai “Duta Ketahanan Pangan” setelah konsisten membagikan berbagai resep dengan mengganti bahan utama menggunakan kimpul, salah satu jenis umbi lokal yang tumbuh di berbagai wilayah Indonesia.

Melansir Instagram @pandemictalks, Senin (3/8/2026), melalui video-video kreatifnya, ia menunjukkan bahwa kimpul tidak hanya dapat diolah menjadi makanan tradisional, tetapi juga bisa menjadi alternatif bahan dalam berbagai menu kekinian. Mulai dari makanan ringan hingga sajian sehari-hari, kimpul diolah dengan pendekatan yang lebih modern sehingga menarik perhatian generasi muda.

Baca Juga: Hatunggal Siregar Buka Grand Final Ladies Pool Legue Sumut 2026

Konten tersebut tidak sekadar menawarkan ide memasak, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya mengenal kembali kekayaan pangan lokal Indonesia. Selama ini, banyak sumber karbohidrat lokal seperti kimpul, singkong, talas, gembili, dan berbagai jenis umbi lainnya mulai tersisih karena masyarakat lebih bergantung pada bahan pangan tertentu.

Padahal, Indonesia memiliki keragaman sumber pangan yang sangat besar. Pemanfaatan pangan lokal menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat ketahanan pangan, terutama ketika masyarakat menghadapi tantangan seperti kenaikan harga bahan pokok, perubahan iklim, hingga gangguan rantai pasok pangan.

Melalui platform digital seperti TikTok, pesan mengenai diversifikasi pangan kini dapat menjangkau lebih banyak orang. Cara penyampaian yang ringan dan kreatif membuat isu ketahanan pangan tidak lagi hanya menjadi pembahasan di ruang kebijakan, tetapi juga hadir dalam aktivitas sehari-hari masyarakat.

Baca Juga: Bupati Padang Lawas Letakkan Batu Pertama Jembatan Batang Bulu Baru, Buka Akses Baru Barumun Selatan–Ulu Sosa

Fenomena kreator seperti @black.sheep8208 menunjukkan bahwa upaya menjaga ketahanan pangan dapat dimulai dari hal kecil, termasuk dari dapur rumah sendiri. Mengolah kembali bahan pangan yang tumbuh di sekitar lingkungan bukan hanya soal alternatif makanan, tetapi juga bentuk apresiasi terhadap kekayaan alam dan budaya pangan Indonesia.

Di tengah perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin cepat, keberadaan konten-konten seperti ini menjadi pengingat bahwa pangan lokal memiliki potensi besar untuk kembali mendapat tempat. Kimpul yang dahulu dianggap sederhana, kini justru menjadi simbol bahwa inovasi pangan dapat lahir dari bahan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.(lin)

Editor : Redaksi
Diversifikasi Pangan Pangan Indonesia pangan lokal kimpul ketahanan pangan