Restoran Indonesia 1968 Tutup, Akhiri 58 Tahun Perjalanan Rasa Nusantara di Hong Kong

Redaksi • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 13:57 WIB
Indonesian Restaurant 1968 resmi menghentikan operasionalnya.(Instagram @cretivox)
Indonesian Restaurant 1968 resmi menghentikan operasionalnya.(Instagram @cretivox)

 

sumutpos.jawapos.com - Hong Kong kehilangan salah satu rumah kuliner Indonesia yang paling bersejarah. Setelah melayani pelanggan selama hampir enam dekade, Indonesian Restaurant 1968 resmi menghentikan operasionalnya, mengakhiri perjalanan panjang yang dimulai sejak 1968. 

Bagi banyak warga Hong Kong, restoran ini bukan sekadar tempat makan, melainkan pintu pertama untuk mengenal kekayaan cita rasa Nusantara. Dari aroma sate ayam yang dibakar, rendang dengan rempah kuat, nasi goreng khas Indonesia, laksa hangat, hingga perkedel jagung, setiap hidangan membawa cerita tentang Indonesia di tengah kota metropolitan Hong Kong. 

Melansir Instagram @cretivox, Rabu (5/8/2026), restoran ini didirikan oleh pasangan asal Indonesia, Chang Chian Lo dan Lee Thau Chen, yang datang ke Hong Kong pada era 1960-an. Dengan membawa kecintaan terhadap masakan tanah air, keduanya memperkenalkan kuliner Indonesia kepada masyarakat lokal dan membangun sebuah usaha keluarga yang bertahan melewati berbagai perubahan zaman. 

Baca Juga: Rico Waas Dinilai Gagal Majukan BUMD, PUD Pembangunan Merugi Setiap Tahun

Perjalanan Indonesian Restaurant 1968 tidak selalu mudah. Restoran tersebut pernah menghadapi masa sulit saat wabah SARS pada 2003 yang membuat bisnisnya terpuruk. Namun, generasi berikutnya memilih mempertahankan warisan keluarga dan melanjutkan perjuangan memperkenalkan masakan Indonesia. 

Konsistensi menjaga rasa dan kualitas membuat restoran ini mendapat pengakuan internasional. Indonesian Restaurant 1968 berhasil meraih penghargaan MICHELIN Bib Gourmand secara berturut-turut pada periode 2011 hingga 2017, sebuah penghargaan yang diberikan kepada restoran dengan kualitas makanan baik dan harga yang dinilai terjangkau. 

Sebelum tutup, restoran ini sempat beroperasi di kawasan Central Hong Kong setelah beberapa kali berpindah lokasi sejak pertama kali dibuka di Yun Ping Road, Causeway Bay. Lokasinya yang strategis menjadikannya tempat favorit bagi warga lokal, pekerja kantoran, hingga wisatawan yang ingin mencicipi masakan Indonesia. 

Baca Juga: Polda Sumut Bongkar Sindikat Scamming Internasional di Apartemen Medan, Korban Rugi Rp6,7 Miliar

Penutupan Indonesian Restaurant 1968 menjadi kehilangan besar bagi komunitas pencinta kuliner Indonesia di Hong Kong. Selama 58 tahun, restoran ini tidak hanya menjual makanan, tetapi juga menjadi duta budaya yang memperkenalkan keramahan dan kekayaan rasa Indonesia kepada dunia.

Meski pintunya kini telah tertutup, jejak Indonesian Restaurant 1968 tetap menjadi bagian dari sejarah kuliner Hong Kong, sebuah bukti bahwa sepiring nasi goreng, sate, atau rendang mampu menjadi jembatan budaya antara dua negara. (lin)

Editor : Redaksi
Rasa Nusantara Michelin Bib Gourmand Warisan Kuliner hong kong kuliner indonesia