sumutpos.jawapos.com - Tingkat kemiskinan di Indonesia kembali mengalami penurunan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin pada Maret 2026 mencapai 22,93 juta orang, turun sekitar 430 ribu orang dibandingkan September 2025 yang tercatat sebanyak 23,36 juta orang.
Melansir Instagram @pandemictalks, Jumat (7/8/2026), penurunan jumlah penduduk miskin tersebut turut mendorong turunnya persentase kemiskinan nasional. Pada Maret 2026, tingkat kemiskinan berada di angka 8,07 persen, atau menurun 0,18 poin persentase dibandingkan September 2025 yang sebesar 8,25 persen.
Capaian ini menjadi catatan penting dalam perjalanan ekonomi Indonesia. Angka kemiskinan 8,07 persen merupakan tingkat terendah dalam hampir tiga dekade terakhir, atau sejak 1999.
Baca Juga: Jalan Wahidin Baru Seputaran Pasar Tavip Binjai Diperbaiki Agustus Tahun Ini
Selain mencatat penurunan angka kemiskinan, BPS mulai menyajikan informasi mengenai garis kemiskinan dalam perspektif rumah tangga. Langkah ini dilakukan untuk memberikan gambaran yang lebih mudah dipahami mengenai kondisi ekonomi keluarga miskin.
Berdasarkan data Maret 2026, garis kemiskinan nasional ditetapkan sebesar Rp669.235 per kapita per bulan. Jika dikonversikan berdasarkan rata-rata jumlah anggota rumah tangga miskin yang mencapai 4,62 orang, maka kebutuhan minimum rumah tangga miskin setara dengan sekitar Rp3.091.866 per rumah tangga setiap bulan.
BPS menegaskan, penyajian garis kemiskinan dalam bentuk rumah tangga tersebut bukan merupakan perubahan metode penghitungan kemiskinan. Angka tersebut hanya merupakan konversi dari standar per kapita agar masyarakat memperoleh gambaran yang lebih konkret mengenai batas pengeluaran minimum rumah tangga.
Baca Juga: Masif Ungkap Kasus, Satresnarkoba Polres Langkat Selamatkan Ribuan Jiwa dari Penyalahgunaan Narkotik
Penurunan tingkat kemiskinan ini mencerminkan adanya perbaikan kondisi sosial ekonomi masyarakat, meski tantangan pemerataan kesejahteraan masih menjadi perhatian. Pemerintah tetap perlu menjaga stabilitas harga, memperluas kesempatan kerja, serta memperkuat program perlindungan sosial agar tren penurunan kemiskinan dapat terus berlanjut.
Dengan jumlah penduduk miskin yang terus berkurang dan tingkat kemiskinan yang mencapai titik terendah sejak era reformasi, pemerintah memiliki tantangan berikutnya untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya menurunkan angka kemiskinan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.(lin)
Editor : Redaksi