Laras Andriyani Bawa Limbah Daun Nanas Bogor ke Panggung Australia

Redaksi • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 21:41 WIB
Laras Andriyani berhasil mencuri perhatian dunia lewat karya busana eksperimentalnya menggunakan daun nanas. (Instagram @cretivox)
Laras Andriyani berhasil mencuri perhatian dunia lewat karya busana eksperimentalnya menggunakan daun nanas. (Instagram @cretivox)

 

sumutpos.jawapos.com - Dari sebuah ide tentang keberlanjutan, desainer asal Dramaga, Bogor, Laras Andriyani berhasil mencuri perhatian dunia lewat karya busana eksperimentalnya. Karyanya berjudul Silent Luminous sukses meraih penghargaan Avant-Garde Award dalam ajang Australian Wearable Art Festival 2026.

Melansir Instagram @cretivox, Jumat (14/8/2026), keberhasilan tersebut menjadi pencapaian tersendiri karena karya Laras tidak hanya mengedepankan nilai estetika, tetapi juga membawa pesan tentang pemanfaatan limbah pertanian menjadi material bernilai tinggi.

Dalam proses pembuatannya, Laras memanfaatkan serat daun nanas yang selama ini kerap menjadi limbah pertanian. Serat tersebut diolah menjadi benang, kemudian dirajut dan dikembangkan menjadi bagian dari struktur busana. Material alami itu dipadukan dengan kain jacquard daur ulang serta berbagai sisa produksi lainnya.

Baca Juga: GIHES 2026 Himpun Ratusan Pemimpin Pendidikan Lintas Negara, Bahas Pendidikan Holistik

Melalui Silent Luminous, Laras menunjukkan bahwa material yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai ekonomis dapat diubah menjadi karya seni fesyen yang memiliki daya saing internasional.

Pembuatan busana tersebut membutuhkan proses panjang. Laras menghabiskan sekitar 1.700 jam atau tujuh bulan untuk melakukan berbagai eksperimen, penyempurnaan teknik, hingga revisi desain agar menghasilkan karya sesuai konsep yang diinginkan.

Perjalanan panjang itu akhirnya membuahkan hasil ketika Silent Luminous tampil di panggung Australia dan mendapatkan apresiasi dari para juri. Penghargaan Avant-Garde Award menjadi pengakuan atas keberanian Laras dalam mengeksplorasi material, teknik, serta konsep fesyen berkelanjutan.

Baca Juga: Lansia Tetap Bugar, Gerakan Olahraga Usai Subuh di Subang Viral

Karya yang berangkat dari Bogor tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas lokal mampu bersaing di tingkat global. Melalui pendekatan ramah lingkungan, Laras tidak hanya menciptakan busana, tetapi juga menghadirkan cerita tentang inovasi, keberlanjutan, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Prestasi Laras Andriyani sekaligus membuka pandangan baru bahwa industri fesyen masa depan dapat berjalan beriringan dengan upaya mengurangi limbah. Dari serat daun nanas yang sederhana, lahir sebuah karya yang mampu bersinar di panggung dunia.(lin)

Editor : Redaksi
Fashion Indonesia Laras Andriyani Silent Luminous Australian Wearable Art Festival Desainer Indonesia