Antea Putri Tru Bawakan Indonesia Raya Versi Asli 1928, Publik Terharu

Redaksi • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:48 WIB
Penyanyi Antea Putri Tru menampilkan kembali lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dalam versi autentik yang merujuk pada naskah awal tahun 1928.(Instagram @lambegosiip)
Penyanyi Antea Putri Tru menampilkan kembali lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dalam versi autentik yang merujuk pada naskah awal tahun 1928.(Instagram @lambegosiip)

 

sumutpos.jawapos.com - Musisi sekaligus penyanyi Antea Putri Tru mencuri perhatian publik setelah menampilkan kembali lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dalam versi autentik yang merujuk pada naskah awal tahun 1928.

Melansir Instagtram @lambegosiip, Selasa (18/8/2026), penampilan tersebut menjadi sorotan karena Antea membawakan lagu ciptaan Wage Rudolf Soepratman itu dalam tiga stanza lengkap sambil memainkan biola. Ia menggunakan lirik dan partitur yang mengacu pada versi awal sebelum mengalami sejumlah perubahan aransemen.

Antea diketahui memiliki hubungan keluarga dengan sang pencipta lagu “Indonesia Raya”. Ia merupakan cicit buyut dari kakak kandung W.R. Soepratman. Melalui musik, Antea berupaya memperkenalkan kembali karya sejarah tersebut kepada generasi muda. 

Baca Juga: Tiga Fraksi DPRD Batubara Desak TKD Rp165,96 Miliar Segera Digelontorkan untuk Korban Banjir

Dalam video yang beredar di media sosial, penampilan Antea mendapat banyak respons positif dari warganet. Banyak yang mengaku baru mengetahui bahwa “Indonesia Raya” memiliki tiga stanza dengan makna perjuangan yang lebih luas dibanding versi yang selama ini umum dinyanyikan.

Secara sejarah, lagu “Indonesia Raya” pertama kali diperdengarkan oleh W.R. Soepratman melalui gesekan biola dalam Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928. Saat itu, lagu tersebut menjadi salah satu simbol semangat persatuan bangsa Indonesia.

Versi awal “Indonesia Raya” memiliki tiga stanza yang berisi pesan tentang cinta tanah air, persatuan, kemakmuran bangsa, hingga harapan kemajuan Indonesia. Naskah lagu tersebut juga pernah dimuat dalam surat kabar Sin Po pada November 1928. 

Baca Juga: Pohon Tumbang di Jalan KL Yos Sudarso, Lalu Lintas Kini Normal

Lewat penampilannya, Antea tidak hanya membawakan sebuah lagu, tetapi juga menghadirkan kembali jejak sejarah musik perjuangan Indonesia. Aksinya menjadi pengingat bahwa karya W.R. Soepratman masih memiliki makna kuat untuk generasi masa kini.(lin)

Editor : Redaksi
Sejarah Indonesia Antea Putri Tru WR Soepratman Lagu Kebangsaan indonesia raya