sumutpos.jawapos.com - Proses persalinan penuh perjuangan dialami Agnes Afrida, seorang ibu hamil asal Desa Lenandareta, Kecamatan Paga. Di tengah situasi mencekam akibat gempa, Agnes tetap harus melahirkan karena kondisinya sudah memasuki fase inpartu atau pembukaan lengkap.
Melansir Instagram @lambegosiip, Selasa (18/8/2026), saat gempa terjadi, Agnes sedang berada di Puskesmas Paga untuk menjalani proses persalinan. Kondisi tersebut membuat tenaga kesehatan harus mengambil keputusan cepat, sebab persalinan yang sudah memasuki tahap akhir tidak dapat ditunda.
Demi menghindari risiko akibat guncangan maupun kemungkinan gempa susulan, petugas Puskesmas Paga segera mengevakuasi Agnes keluar dari bangunan. Ia kemudian dibawa menuju halaman TK Poli Pawe Alvarez Paga yang berada tidak jauh dari lokasi puskesmas.
Baca Juga: Kemenkum Sumut Dukung Inovasi Pematangsiantar Lewat Perlindungan Hukum
Halaman sekolah dipilih sebagai tempat sementara karena dinilai lebih aman dibandingkan tetap berada di dalam gedung. Namun, tantangan lain muncul karena Agnes membutuhkan pertolongan persalinan segera.
Dengan keterbatasan fasilitas yang ada, para tenaga kesehatan bergerak cepat menyiapkan ruang persalinan darurat. Kain dipasang sebagai pembatas untuk menjaga privasi Agnes selama proses melahirkan. Sebuah truk turut dimanfaatkan sebagai perlindungan tambahan, sementara ambulans Puskesmas Paga disiagakan untuk membantu proses persalinan.
Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan kebahagiaan. Sekitar pukul 09.02 WITA, Agnes berhasil melahirkan anak ketiganya secara normal di dalam ambulans yang telah disiapkan.
Baca Juga: Banjir di Jepang, 10 Orang Tewas dan Ribuan Mobil Ditinggalkan
Bayi perempuan tersebut lahir dengan berat badan 3,6 kilogram dalam kondisi sehat. Sebagai tanda perjuangan dan momen bersejarah kelahirannya, bayi tersebut diberi nama Agustin Gempita Aurora.
Kisah Agnes menjadi gambaran bagaimana tenaga kesehatan tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik dalam kondisi darurat. Di tengah bencana alam, keselamatan ibu dan bayi tetap menjadi prioritas utama.(lin)
Editor : Redaksi