Emoji ๐Ÿ˜ญ Jadi Simbol Digital Paling Populer di Dunia, Geser Emoji ๐Ÿ˜‚ dan Emoji ๐Ÿคฃ

Redaksi โ€ข Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:04 WIB
Emoji ๐Ÿ˜ญ kini menjadi simbol paling populer di dunia. (Instagram @pandemictalks)
Emoji ๐Ÿ˜ญ kini menjadi simbol paling populer di dunia. (Instagram @pandemictalks)

 

sumutpos.jawapos.com - Perubahan bahasa digital kembali menunjukkan pergeseran menarik. Emoji ๐Ÿ˜ญ atau loudly crying face kini menjadi emoji paling banyak digunakan di dunia, menggantikan dominasi emoji ๐Ÿ˜‚ dan emoji ๐Ÿคฃ yang selama bertahun-tahun menjadi favorit pengguna internet.

Melansir Instagram @pandemictalks, Sabtu (22/8/2026), berdasarkan analisis terhadap 665 juta emoji yang digunakan melalui Gboard, keyboard bawaan Google untuk perangkat Android, emoji menangis keras tersebut menjadi simbol yang paling sering muncul dalam periode pengumpulan data November 2024 hingga Januari 2025.

Pergeseran ini dinilai berkaitan dengan perubahan cara generasi muda berkomunikasi di dunia maya. Emoji ๐Ÿ˜‚ yang dahulu identik dengan tawa terbahak-bahak kini dianggap terlalu sering digunakan hingga kehilangan kesan spontan dan makna awalnya.

Baca Juga: Singapura Waspadai Ancaman Kabut Asap Lintas Negara dari Kebakaran Hutan Sumatera dan Kalimantan

Data Google menunjukkan, sepuluh emoji terpopuler menyumbang sekitar 36 persen dari seluruh penggunaan emoji. Namun, karena analisis tersebut tidak mencantumkan informasi demografis pengguna, pola penggunaan lintas generasi turut ditelusuri melalui berbagai percakapan komunitas daring.

Generasi muda kini memiliki kecenderungan memilih simbol yang dianggap lebih ekspresif. Emoji ๐Ÿ”ฅ semakin sering digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang keren atau menarik, menggantikan penggunaan emoji ๐Ÿ’ฏ. Sementara emoji ๐Ÿ™๐Ÿผ juga lebih populer dibandingkan emoji ๐Ÿ‘๐Ÿผ yang masih banyak digunakan oleh Generasi X.

Emoji ๐Ÿ˜ญ juga tercatat sebagai salah satu simbol dengan pertumbuhan penggunaan tercepat. Maknanya pun semakin luas, tidak hanya menggambarkan kesedihan, tetapi juga digunakan untuk mengekspresikan rasa haru, tertawa berlebihan, hingga reaksi emosional terhadap sebuah situasi.

Baca Juga: Ketua F-PDIP DPRD SU Berang, Minta Kasus Penganiayaan Anak di Dairi Diusut Tuntas

Profesor linguistik dari University of Toronto, Sali A. Tagliamonte, menjelaskan bahwa perubahan bahasa, termasuk penggunaan emoji, sering kali dipelopori oleh kalangan muda, terutama remaja perempuan yang secara historis menjadi penggerak tren komunikasi baru.

Di media sosial, perubahan tren emoji ini ikut menjadi perbincangan warganet. Sebagian pengguna mengaku tidak lagi memakai emoji ๐Ÿ˜‚ karena merasa simbol tersebut sudah terlalu umum dan memilih emoji ๐Ÿ˜ญ sebagai cara baru menunjukkan reaksi yang lebih dramatis. Ada pula yang menilai fenomena ini membuktikan bahwa bahasa digital terus berkembang mengikuti budaya dan kebiasaan generasi penggunanya.

Emoji yang awalnya hanya menjadi pelengkap percakapan kini telah berubah menjadi bagian penting dari cara manusia menyampaikan emosi di era digital.

Editor : Redaksi
Tren Digital emoji teknologi media sosial generasi muda