Tanpa Kedua Kaki, Rustam Nabiev Taklukkan Gunung Tertinggi Eropa

Redaksi • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 13:02 WIB
Pendaki asal Rusia mencatat sejarah setelah berhasil menyeberangi Gunung Elbrus, gunung tertinggi di Eropa.(Instagram @pandemictalks)
Pendaki asal Rusia mencatat sejarah setelah berhasil menyeberangi Gunung Elbrus, gunung tertinggi di Eropa.(Instagram @pandemictalks)

 

sumutpos.jawapos.com - Keterbatasan fisik tidak selalu menjadi batas bagi seseorang untuk mengejar mimpi. Kisah Rustam Nabiev menjadi bukti bahwa tekad dan keberanian mampu membawa manusia melampaui rintangan yang tampak mustahil.

Melansir Instagram @pandemictalks, Rabu (2/9/2026), pendaki asal Rusia itu kembali mencatat sejarah setelah berhasil menyeberangi Gunung Elbrus, gunung tertinggi di Eropa yang berada di Pegunungan Kaukasus, pada 15 Agustus 2026. Yang membuat pencapaiannya luar biasa, Nabiev melakukannya tanpa menggunakan bantuan ratrak maupun kereta gantung, meski telah kehilangan kedua kakinya sejak 2015.

Dalam ekspedisi tersebut, Nabiev menempuh jalur dari sisi utara menuju sisi selatan Gunung Elbrus. Ia melewati Puncak Timur dengan ketinggian 5.621 meter, bermalam di area sadel antara dua puncak, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Puncak Barat yang memiliki ketinggian 5.642 meter.

Baca Juga: Sulit Move On! 12 Zodiak Ini Disebut Paling Berpeluang Balikan dengan Mantan

Setiap langkah dalam perjalanan itu tidak dilakukan dengan kaki, melainkan menggunakan kekuatan kedua tangannya. Medan ekstrem, udara tipis, serta suhu dingin menjadi tantangan yang harus ia hadapi sepanjang pendakian.

Bagi Nabiev, pendakian kali ini menjadi ekspedisi kelima di Gunung Elbrus sekaligus salah satu yang paling berat. Ia menggambarkan setiap meter perjalanan sebagai perjuangan yang harus direbut dengan tenaga dan ketekunan.

Kisah hidup Nabiev sendiri penuh dengan ujian. Mantan tentara penerjun payung itu kehilangan kedua kakinya setelah bangunan barak militer tempat ia bertugas runtuh ketika dirinya sedang tidur. Insiden tragis tersebut juga merenggut nyawa sejumlah rekannya.

Namun, kecelakaan itu tidak membuatnya berhenti mengejar tantangan. Sebaliknya, peristiwa tersebut menjadi titik balik yang mendorongnya membuktikan bahwa keterbatasan tubuh tidak mampu membatasi ambisi manusia.

Baca Juga: Nenek 97 Tahun Taklukkan Langit, Aksi Wing Walking untuk Balas Jasa Rumah Sakit

Pada Mei 2026, Nabiev juga mencatat pencapaian besar sebagai penyandang disabilitas pertama di dunia yang berhasil mencapai puncak Everest tanpa bantuan kaki palsu.

Perjalanannya kemudian menjadi inspirasi bagi banyak orang di dunia. Di tengah keterbatasan yang ia alami, Nabiev menunjukkan bahwa keberanian, disiplin, dan kemauan untuk terus bergerak dapat membuka jalan menuju pencapaian yang sebelumnya dianggap mustahil.

Kisah Rustam Nabiev bukan hanya tentang menaklukkan gunung, tetapi juga tentang menaklukkan rasa takut dan keraguan dalam diri sendiri. Gunung tertinggi yang ia hadapi bukan hanya berada di alam liar, melainkan juga batasan yang sering kali diciptakan oleh pikiran manusia.(lin)

Editor : Redaksi
Inspirasi Dunia Rustam Nabiev Pendakian Gunung Gunung Elbrus penyandang disabilitas