Pemerintah Kaji BLT untuk Warga Lajang Usia 17 Tahun ke Atas, Anggaran Diperkirakan Rp3,8 Triliun

Redaksi • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 11:00 WIB
Ilustrasi. BLT bagi warga lajang usia 17 tahun ke atas dengan opsi saldo Rp50 ribu melalui rekening gratis.(Instagram @pandemictalks)
Ilustrasi. BLT bagi warga lajang usia 17 tahun ke atas dengan opsi saldo Rp50 ribu melalui rekening gratis.(Instagram @pandemictalks)

 

sumutpos.jawapos.com - Pemerintah tengah mengkaji rencana pemberian bantuan langsung tunai (BLT) bagi warga berusia 17 tahun ke atas yang belum menikah dan selama ini belum terdaftar sebagai penerima bantuan sosial.

Melansir Instagram @pandemictalks, Jumat (25/9/2026), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, skema program tersebut masih dalam tahap perhitungan bersama Menteri Keuangan, termasuk terkait kebutuhan anggaran dan mekanisme penyalurannya.

Salah satu opsi yang sedang dibahas yakni pemberian saldo sebesar Rp50 ribu kepada setiap penerima melalui rekening gratis yang disiapkan pemerintah. Jika skema tersebut diterapkan, pemerintah memperkirakan kebutuhan anggaran program dapat mencapai sekitar Rp3,8 triliun.

Baca Juga: Ini Kebiasaan Orang di Kolam Renang yang Seharusnya Dihindari

Rencana pemberian BLT ini berkaitan dengan program pembukaan rekening gratis bagi masyarakat berusia 17 tahun ke atas. Pemerintah ingin rekening tersebut tidak hanya menjadi sarana transaksi, tetapi juga tetap aktif sekaligus mendorong perluasan akses masyarakat terhadap layanan keuangan.

Meski demikian, program bantuan bagi warga lajang tersebut belum menjadi kebijakan final. Pemerintah masih membahas berbagai aspek, mulai dari kriteria penerima, jumlah bantuan, mekanisme distribusi, hingga pihak yang akan terlibat dalam pelaksanaannya.

Dengan adanya kajian ini, pemerintah berharap program yang dirancang dapat mendukung inklusi keuangan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat yang belum tersentuh bantuan sosial sebelumnya. Keputusan akhir mengenai pelaksanaan program masih menunggu hasil pembahasan lebih lanjut.(lin)

Editor : Redaksi
Bantuan Langsung Tunai BLT ekonomi indonesia pemerintah bantuan sosial