Krisis Air Bersih, Warga Desa Tuanggeo Terpaksa Manfaatkan Batang Pisang

Redaksi • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 15:35 WIB
Krisis air bersih melanda Desa Tuanggeo, Sikka, NTT.(Instagram @cretivox)
Krisis air bersih melanda Desa Tuanggeo, Sikka, NTT.(Instagram @cretivox)

 

sumutpos.jawapos.com - Krisis air bersih melanda warga Desa Tuanggeo, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), selama sekitar dua hingga tiga pekan.

Kondisi tersebut membuat warga harus mencari berbagai sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Salah satunya dengan memanfaatkan batang pisang.

Melansir unggahan akun Instagram @cretivox, Kamis (1/10/2026), warga memotong batang pisang kemudian memasang bambu pada bagian yang telah dipotong. Bambu tersebut digunakan untuk mengalirkan air yang keluar dari batang pisang.

Meski jumlahnya sangat terbatas, air yang diperoleh tetap dimanfaatkan warga untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mandi, mencuci hingga memasak.

Baca Juga: Guru PJOK Sediakan Air Minum Gratis untuk Siswa, Dorong Hidup Sehat dan Kurangi Minuman Manis

Warga menyebut, dalam sehari mereka hanya bisa mendapatkan sekitar 2–3 liter air dari batang pisang. Air tersebut juga memiliki rasa sepat dan sedikit pahit.

Namun, keterbatasan sumber air membuat warga tidak memiliki banyak pilihan. Mereka tetap memanfaatkan air tersebut di tengah kondisi krisis yang berlangsung.

Hingga 29 September 2026, warga Desa Tuanggeo mengaku belum menerima bantuan pasokan air bersih.

Kondisi ini menggambarkan sulitnya akses air bersih yang masih dihadapi masyarakat di sejumlah wilayah NTT, terutama ketika sumber air mengalami kekeringan.(lin)

Editor : Redaksi
Sikka Krisis Air Bersih Desa Tuanggeo air bersih ntt