sumutpos.jawapos.com - Proyek pembangunan Titanic II kembali menjadi perhatian setelah miliarder asal Australia, Clive Palmer, melalui perusahaan Blue Star Line melanjutkan rencana pembuatan kapal yang terinspirasi dari Titanic.
Melansir Instagram @cretivox, Minggu (4/10/2026), kapal tersebut dirancang sebagai replika modern Titanic, kapal penumpang legendaris yang tenggelam di Samudra Atlantik pada 1912. Meski mengusung konsep dan tampilan yang menyerupai kapal aslinya, Titanic II akan menggunakan teknologi navigasi serta sistem keselamatan modern.
Rencana pembangunan Titanic II pertama kali diumumkan Palmer pada 2012. Proyek tersebut kemudian kembali diluncurkan pada 2018 setelah sebelumnya mengalami berbagai penundaan.
Pandemi COVID-19 turut membuat rencana pembangunan kapal mengalami hambatan. Dalam rencana terbaru, pembangunan ditargetkan dimulai pada kuartal pertama 2025, sedangkan pelayaran perdana diproyeksikan berlangsung pada 2027.
Baca Juga: Ratusan Tenda Padati Pusat Madrid, Warga Protes Krisis Perumahan
Namun, target tersebut belum menjadi kepastian. Proses tender untuk menentukan perusahaan yang akan membangun kapal masih menjadi bagian dari tahapan yang harus diselesaikan sebelum proyek dapat benar-benar berjalan.
Titanic II dirancang memiliki panjang sekitar 269 meter dan lebar 32,2 meter. Kapal akan terdiri atas sembilan dek dengan sekitar 835 kabin dan kapasitas mencapai 2.345 penumpang.
Konsep desainnya dibuat sedekat mungkin dengan Titanic asli, termasuk tata letak sejumlah ruangan serta nuansa interior kapal. Namun, Titanic II tidak akan menggunakan teknologi pelayaran yang sama dengan kapal pada awal abad ke-20.
Sistem navigasi, komunikasi, keselamatan, dan berbagai perangkat pendukung lainnya akan disesuaikan dengan standar kapal modern. Perbedaan tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam proyek karena Titanic asli tenggelam setelah menabrak gunung es dalam pelayaran perdananya dari Southampton menuju New York pada April 1912.
Baca Juga: Kolam Retensi Letda Sujono Dibangun Awal 2027, Pembebasan Lahan Dikebut
Jika terealisasi sesuai rencana, Titanic II juga akan menempuh rute yang memiliki kaitan langsung dengan perjalanan bersejarah Titanic, yakni dari Southampton, Inggris, menuju New York, Amerika Serikat.
Rute tersebut menjadi bagian dari daya tarik utama proyek karena menawarkan pengalaman perjalanan yang mengacu pada sejarah Titanic, tetapi menggunakan kapal dengan teknologi masa kini.
Blue Star Line sebelumnya menyatakan Titanic II akan dirancang untuk membawa penumpang dalam suasana yang menyerupai perjalanan kapal asli. Konsep tersebut mencakup pembagian kelas penumpang dan sejumlah elemen desain yang dibuat mengikuti karakter Titanic.
Meski demikian, proyek Titanic II telah beberapa kali menghadapi penundaan sejak pertama kali diumumkan. Karena itu, rencana pelayaran perdana pada 2027 perlu dipandang sebagai target proyek, bukan kepastian bahwa kapal tersebut akan benar-benar berlayar pada tahun tersebut.
Baca Juga: Yunani vs Jerman: Klopp Butuh Magis Wirtz untuk Balas Kekalahan
Realisasi proyek masih bergantung pada sejumlah tahapan, termasuk proses tender, penetapan pembuat kapal, pembiayaan, pembangunan, hingga pemenuhan berbagai persyaratan keselamatan dan operasional.
Titanic II pun berbeda dari sekadar replika museum. Kapal tersebut dirancang sebagai kapal penumpang yang dapat beroperasi di laut dengan kapasitas ribuan orang. Karena itu, pembangunan dan pengoperasiannya harus memenuhi ketentuan keselamatan maritim modern.
Apabila terealisasi, Titanic II akan menjadi upaya menghidupkan kembali salah satu kisah pelayaran paling terkenal dalam sejarah melalui sebuah kapal modern. Namun, untuk saat ini, rencana tersebut masih berada dalam tahap pengembangan dan belum dapat dipastikan kapan kapal benar-benar selesai dibangun dan melakukan pelayaran perdana.(lin)
Editor : Redaksi