Dosen di Depok Jadi “Pemburu Paku”, Bersihkan Pohon dari Bekas Poster dan Baliho

Redaksi • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 05:00 WIB
Dosen di Depok rutin mencabut paku bekas poster dan baliho dari pohon.(Instagram @pandemictalks)
Dosen di Depok rutin mencabut paku bekas poster dan baliho dari pohon.(Instagram @pandemictalks)

 

sumutpos.jawapos.com – Pemandangan pohon yang dipenuhi paku untuk memasang poster, spanduk, hingga baliho masih mudah ditemukan di sejumlah ruas jalan. Selain merusak tampilan lingkungan, kebiasaan tersebut juga berpotensi mengganggu kondisi pohon.

Melansir Instagram @pandemictalks, Selasa (6/10/2026), keresahan terhadap kondisi itu mendorong seorang dosen di Depok, Noris, melakukan aksi sederhana dengan mencabut paku-paku yang menancap di batang pohon.

Bersama seorang rekannya, Aan, Noris rutin berkeliling sejumlah wilayah di Jakarta Timur dan Bekasi untuk mencari pohon yang masih dipenuhi paku. Aktivitas tersebut dilakukan di sela kesibukannya sebagai pengajar.

Baca Juga: Kasus Dugaan Penganiayaan Oknum Guru di Binjai, Polisi Periksa Terlapor dan 12 Saksi

Melalui akun Instagram @nailhunter666, Noris membagikan berbagai aktivitasnya saat membersihkan pohon dari paku bekas pemasangan media promosi.

Dalam perjalanannya, ia menemukan beragam kondisi. Ada paku yang masih memiliki kepala sehingga mudah dicabut, tetapi ada pula paku tanpa kepala yang membutuhkan cara berbeda untuk melepaskannya.

Beberapa paku bahkan dipasang cukup tinggi pada batang pohon. Tidak hanya paku, Noris dan Aan juga menemukan mur yang terpasang pada pohon sehingga harus dilepas menggunakan obeng.

Dalam satu pohon, jumlah paku yang ditemukan bisa mencapai belasan hingga puluhan. Karena tidak semua paku dapat dicabut dalam sekali kunjungan, pohon yang belum selesai dibersihkan biasanya diberi tanda untuk dilanjutkan pada hari berikutnya.

Baca Juga: Trio Pencuri Alat Musik Gereja Diringkus Polisi Saat Hendak Jual Hasil Curian

Aksi tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu harus dilakukan melalui gerakan besar. Membersihkan satu per satu paku yang menancap di pohon menjadi langkah sederhana untuk menjaga ruang publik sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan memasang poster atau baliho pada pohon.

Kegiatan Noris juga menjadi pengingat bahwa pohon bukan sekadar tempat untuk menempelkan berbagai informasi atau promosi. Keberadaannya merupakan bagian penting dari lingkungan perkotaan yang perlu dijaga bersama.(lin)

Editor : Redaksi
Paku Pohon Nail Hunter peduli lingkungan pohon lingkungan