Fotografer Palangka Raya Suarakan Krisis Kabut Asap Lewat Karya Seni

Redaksi • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:00 WIB
Fotografer Palangka Raya menyuarakan keresahan akibat kabut asap karhutla lewat karya foto. (Instagram @pandemictalks)
Fotografer Palangka Raya menyuarakan keresahan akibat kabut asap karhutla lewat karya foto. (Instagram @pandemictalks)

 

sumutpos.jawapos.com - Kabut asap yang menyelimuti Palangka Raya, Kalimantan Tengah, sejak akhir Juli 2026 menjadi keresahan bagi masyarakat setempat. Kondisi tersebut mendorong seorang fotografer asal Palangka Raya, Dicki menyampaikan kritik dan kepeduliannya terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui sebuah karya fotografi.

Melansir Instagram @pandemictalls, Kamis (15/10/2026), karya yang diabadikan pada Rabu (14/10/2026) itu menggambarkan dampak kabut asap melalui visual yang sarat makna. Seorang perempuan mengenakan gaun putih tampak seperti tercekik oleh selendang merah yang melilit tubuhnya. Selendang tersebut menjadi simbol kabut asap yang seolah membelenggu kehidupan masyarakat.

Warna putih pada gaun perempuan menghadirkan kontras dengan selendang merah yang melilitnya. Perpaduan tersebut menggambarkan kondisi lingkungan yang terancam sekaligus keresahan terhadap kabut asap yang terus menyelimuti wilayah tersebut.

Baca Juga: Pertamina Dorong Ketahanan Pangan Kampung Tua Terih, Produk Olahan Laut Tembus Malaysia dan Singapur

Selain sosok perempuan, ranting pohon turut dihadirkan dalam komposisi foto. Elemen ini merepresentasikan kondisi hutan Kalimantan yang menghadapi ancaman kebakaran, sekaligus mengingatkan tentang kerusakan lingkungan akibat karhutla.

Melalui karya tersebut, fotografer itu menyampaikan bahwa kabut asap bukan sekadar persoalan jarak pandang atau gangguan aktivitas sehari-hari. Fenomena ini juga menjadi gambaran persoalan lingkungan yang berdampak pada kehidupan manusia dan keberlangsungan ekosistem hutan.

Fotografi menjadi medium untuk menyampaikan kegelisahan yang mungkin sulit diungkapkan melalui kata-kata. Lewat simbol perempuan yang seolah tercekik dan ranting pohon yang rapuh, kondisi kabut asap di Palangka Raya dihadirkan dalam bentuk visual yang mengajak masyarakat melihat lebih jauh dampak karhutla.

Baca Juga: Asap Selimuti Karo, Warga Mengeluh Sesak Napas dan Mata Perih

Kabut asap yang bertahan selama berbulan-bulan juga menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Upaya menjaga lingkungan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar dampak kebakaran tidak terus berulang dan membebani masyarakat.

Karya fotografi tersebut sekaligus menjadi suara dari daerah yang terdampak. Di tengah kepungan kabut asap, sebuah foto dapat menjadi sarana untuk merekam kenyataan, menyampaikan keresahan, dan mengingatkan publik bahwa persoalan lingkungan membutuhkan perhatian bersama.(lin)

Editor : Redaksi
kabut asap kebakaran hutan kalimantan tengah karhutla palangka raya