Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Tren Makanan Tahun 2026: Ketika Sehat, Praktis, dan Rasa Global Bertemu

Redaksi • Kamis, 22 Januari 2026 | 11:00 WIB
ilustrasi makanan yang tren dikonsumsi tahun 2026. (Freepik.com)
ilustrasi makanan yang tren dikonsumsi tahun 2026. (Freepik.com)

sumutpos.jawapos.com - Tahun 2026 menandai perubahan besar dalam cara masyarakat memandang makanan. Konsumsi tidak lagi sekadar untuk mengenyangkan, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup sehat, ekspresi diri, serta kepedulian terhadap tubuh dan lingkungan.

Melansir EatingWell.com, Rabu (21/1/2026), tercatat bahwa tren makanan di 2026 didominasi oleh pendekatan yang lebih sadar nutrisi, praktis, namun tetap kaya rasa dan pengalaman.

Salah satu tren paling kuat adalah meningkatnya perhatian terhadap makanan tinggi serat. Kesadaran akan pentingnya kesehatan pencernaan membuat konsumen lebih selektif memilih bahan makanan.

Gandum utuh, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian semakin sering menjadi menu utama, bukan lagi pelengkap. Serat dianggap berperan penting dalam menjaga keseimbangan gula darah, kesehatan usus, hingga daya tahan tubuh, sehingga tren ini diperkirakan bertahan lama.

Di sisi lain, cita rasa global semakin akrab dengan menu harian. Pengaruh kuliner Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin mulai masuk ke dapur rumah tangga. Rempah-rempah khas seperti kunyit, jahe, sumac, za’atar, hingga cabai fermentasi menjadi populer karena mampu memberi rasa kuat sekaligus manfaat kesehatan. Tren ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin terbuka terhadap eksplorasi rasa lintas budaya.

Gaya hidup serba cepat juga mendorong popularitas makanan sehat yang praktis. EatingWell mencatat meningkatnya minat terhadap makanan siap santap bernutrisi tinggi, seperti overnight oats, yogurt parfait, salad protein, hingga frozen meals sehat. Konsumen menginginkan makanan yang mudah disiapkan, tetapi tetap seimbang secara gizi dan tidak diproses berlebihan.

Selain itu, makanan dengan fungsi kesehatan spesifik juga semakin diminati. Produk yang dikaitkan dengan kesehatan otak, jantung, dan penuaan sehat mendapat perhatian besar. Pola makan seperti MIND diet, serta produk fermentasi seperti yogurt tinggi protein dan probiotik, menjadi pilihan karena dianggap mendukung kesehatan jangka panjang.

Kacang-kacangan dan legum juga mengalami peningkatan popularitas. Selain terjangkau dan mudah diolah, bahan ini kaya protein nabati dan serat. Banyak orang mulai menjadikan lentil, chickpea, atau kacang merah sebagai bahan utama hidangan, bukan hanya alternatif daging. Tren ini sejalan dengan meningkatnya minat terhadap pola makan berbasis nabati yang lebih berkelanjutan.

Tidak hanya makanan, minuman juga ikut berevolusi. Tahun 2026 diramaikan oleh minuman fungsional yang menawarkan sensasi dan manfaat tambahan. Minuman rendah gula, infused tea, soda berserat, serta minuman non-alkohol dengan rasa kompleks menjadi pilihan bagi mereka yang ingin pengalaman baru tanpa mengorbankan kesehatan.

Menariknya, produk makanan edisi terbatas juga terus diminati. Faktor visual, cerita di balik produk, dan potensi viral di media sosial membuat konsumen tertarik mencoba hal baru. Meski bersifat musiman, tren ini mencerminkan bagaimana pengalaman dan emosi turut memengaruhi pilihan makanan.

Secara keseluruhan, tren makanan 2026 menunjukkan pergeseran ke arah konsumsi yang lebih seimbang antara kesehatan, kepraktisan, dan kenikmatan rasa. Artinya tren-tren ini bukan sekadar popularitas sesaat, melainkan cerminan kebutuhan masyarakat modern yang ingin hidup lebih sehat tanpa kehilangan kesenangan dalam menikmati makanan. (lin)

 

Editor : Redaksi
#makanan sehat #kuliner sehat #Tren Makanan 2026 #makanan kekinian #nutrisi seimbang