28.9 C
Medan
Wednesday, February 28, 2024
spot_img
spot_img

Ribuan Washliyin Lantunkan Salawat Thibbil Qulub saat Puncak HUT ke-93 Al Wasliyah

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Perayaan puncak HUT ke-93 Al Washliyah berlangsung meriah di Lapangan Astaka, Jalan William Iskandar/Jalan Pancing, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (2/12/2023) malam. Sekitar dua puluh ribu washliyin dari berbagai daerah di Sumatera Utara tumpah ruah memadati lokasi acara

Dari seluruh rangkaian acara perayaan yang berakhir pukul 00.30 WIB dini hari, salah satu yang paling menarik perhatian adalah saat ribuan washliyin yang hadir bersama-sama melantunkan Salawat Thibbil Qulub yang dipandu oleh Duta Hafiz Istimewa, Rahmat Revano dan Rahmat Revino.

Suara lantunan salawat yang dibawakan dua remaja kembar penyandang tunanetra hafiz Quran 30 juz itu membuat merinding ribuan jemaah yang hadir.

Saat lantunan salawat berkumandang, terlihat dari atas panggung kehormatan Ketua Pengurus Wilayah Al Washliyah Sumatera Utara Dedi Iskandar Batubara menyalakan cahaya lampu kamera ponselnya dan melambaikan tangannya mengikuti irama lantunan salawat.

Sontak aksi Dedi Iskandar Batubara itu diikuti oleh ribuan jamaah yang hadir. Lapangan Astaka pun mendadak dipenuhi cahaya putih kelap-kelip sehingga membuat para jemaah semakin larut dalam suasana syahdu dan khidmat.

Saat pembacaan salawat berakhir dan dua hafiz kembar istimewa itu hendak beranjak kembali ke tempat duduk mereka di sisi kanan panggung dengan dipandu berjalan oleh orangtua mereka, pemandangan yang mengundang keharuan tersaji di atas panggung kehormatan.

Terlihat Ketua Umum Pengurus Besar Al Washliyah KH Masyhuril Khamis dan Penasihat Al Washliyah Sumut Edy Rahmayadi spontan beranjak menghampiri Rahmat Revano dan Rahmat Revino, lalu bergantian menyapa, memeluk, dan mengecup kening dua hafiz kembar istimewa itu dengan penuh kasih.

Untuk diketahui, Salawat Thibbil Qulub adalah salah satu amalan yang sering dilafalkan umat Islam di Indonesia sebagai obat atau penyembuh hati untuk menjaga kesehatan tubuh dan menjadi obat segala penyakit zahir ataupun batin.

Rangkaian acara puncak HUT ke-93 Al Washliyah di Lapangan Astaka sendiri diawali dengan pertujukan tari-tarian daerah dan atraksi Brigade Hawari Gerakan Pemuda Al Washliyah Sumut. Selanjutnya pembacaan ayat suci Alquran oleh Qori internasional Syekh Darwin Hasibuan SPdI dan doa oleh Ketua Dewan Fatwa PB Al Washliyah Syekh Dr H Muhammad Nasir Akram Lc MA.

Dedi Iskandar Batubara dalam pidatonya mengatakan, acara malam puncak HUT ke-93 Al Washliyah ini menjadi malam istimewa karena selain dihadiri puluhan ribu jemaah juga dihadiri tokoh-tokoh yang selama ini banyak membantu Al Washliyah sehingga bisa mencapai kemajuan seperti sekarang ini.

Mereka antara lain Edy Rahmayadi (Gubernur ke-18 Sumut), Hendriyanto Sitorus (Bupati Labura), Syahrul M Pasaribu (mantan Bupati Tapsel), Syah Afandin (Plt Bupati Langkat), Waris Thalib (Wali Kota Tanjungbalai), Darma Wijaya (Bupati Sergai), H Abdillah (mantan Wali Kota Medan), Bobby Nasution (Wali Kota Medan), dan sejumlah kepala daerah di Sumut lainnya.

Kemudian Darwin Marpaung (Anggota DPRD Sumut dari PPP), Dedi Iskandar SE (Anggota DPRD Sumut dari PKS), Muchrid Nasution (pengusaha), Ivan Iskandar Batubara (pengusaha) serta kepada sejumlah tokoh Al Washliyah yakni H Rijal Sirait, KRT Hardi Mulyono Surbakti, almarhum H Hasbullah Hadi, almarhum Arifin Kamdi, almarhum Ustaz Nizar Syarif, almarhum Abdul Halim Harahap, dan almarhum Ustaz Hafiz Yazid.

“Atas nama PW Al Washliyah Sumut, saya merasa sangat bersyukur karena kehadiran tokoh-tokoh yang sudah begitu banyak membantu organisasi ini dalam perjalanannya hingga bisa seperti sekarang ini. Termasuk keluarga-keluarga pendiri yang sudah mewarisi Al Washliyah kepada kami,” ujar Dedi yang saat menyampaikan pidato sambutan didampingi Sekretaris Alimnur Nasution dan Bendahara Dedi Iskandar.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus wilayah hingga kabupaten/kota yang telah berjuang untuk memberikan yang terbaik bagi Al Washliyah, sehingga kelak bisa memberikan yang terbaik untuk diwariskan kepada generasi Al Washliyah di masa depan.

Anggota DPD RI itu juga berharap agar seluruh warga Al Washliyah mendoakan yang terbaik kepada para pendiri dan tokoh-tokoh yang sudah banyak membantu.

Sementara itu, KH Masyhuril Khamis dalam sambutannya mengaku sangat terharu melihat begitu ramainya warga Washliyah yang menghadiri perayaan puncak HUT ke-93 Al Washliyah ini.

“Peristiwa malam ini cukup mengobati kerinduan saya melihat seluruh jamaah bisa hadir dalam suatu peristiwa besar di Al Washliyah. Saya mengucapkan terima kasih yang sangat besar atas kerja luar biasa panitia,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh kader Washliyah bangkit untuk meneruskan dakwah yang telah dirintis oleh para pendiri dan pendahulu di Al Washliyah.

Menurutnya, dakwah paling strategis saat ini yang harus dilakukan oleh seluruh kader Al Washliyah adalah melalui pendidikan. Untuk itu, kepada seluruh guru di sekolah-sekolah Al Washliyah untuk melahirkan generasi-generasi dakwah.

“Jadikan generasi-generasi yang sekarang sedang menuntut ilmu di lembaga pendidikan kita menjadi generasi pendakwah, generasi qurani. Tanamkan kepada mereka nilai-nilai perjuangan islami untuk meneruskan dan meluhurkan niat luhur para pendahulu kita di Al Washliyah,” ujarnya

Kepada seluruh kader yang saat ini sedang menduduki jabatan-jabatan penting, Masyhuril juga menegaskan, untuk meneruskan perjuangan para pendiri Al Washliyah.

“Pada peringatan HUT ke-93 inilah momentum kita untuk saling mengingatkan tentang perjuangan para pendiri dan pendahulu Al Washliyah,” tegasnya.

Terkhusus kepada Ikatan Pelajar Al Washliyah (IPA) dan Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH), Masyhuril Khamis juga berpesan untuk terus berkesinambungan menyelenggarakan kaderisasi.

“Kepada anak-anakku khususnya IPA dan HIMMAH teruslah melaksanakan kaderisasi. Karena di tangan kalianlah Al Washliyah ini akan diwariskan. Kelak kalianlah yang akan melanjutkan perjuangan mewujudkan cita-cita pendiri Al Washliyah,” ujar Khamis.

Sementara itu Edi Rahmayadi dalam sambutannya selaku Penasihat Al Washliyah Sumut mengucapkan selamat ulang tahun ke-93 kepada seluruh pengurus dan warga Al Washliyah.

“Sebagai penasihat saya tidak bisa memberikan nasihat, karena sudah dinasihati oleh para tokoh yang sudah lebih dahulu berpidato. Saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-93 Al Washliyah, semoga Al Washliyah terus berkembang dan melanjutkan dakwah para pendirinya,” ujarnya.

Rangkaian Kegiatan HUT

Sebelumnya, Ketua Panitia Ismael Parenus Sinaga didampingi Sekretaris Darwin Marpaung dan Bendahara Dedi Iskandar, melaporkan bahwa pihaknya dalam menyemarakkan HUT ke-93 Al Washliyah, telah melaksanakan berbagai kegiatan.

Antara lain menggelar berbagai perlombaan seperti lomba marawis, lomba kaligrafi, lomba qiraatul qutub, lomba memasak, dan lomba mewarnai. Kemudian aksi sosial donor darah dan pangkas gratis serta bazaar UMKM dan Malam Munajat untuk Free Palestine. Seluruh kegiatan tersebut dipusatkan di Lapangan Astaka pada 30 November hingga 2 Desember 2023.

Selain itu Panitia bersama Pengurus Wilayah Al Washliyah Sumut juga melaksanakan ziarah ke makam para pendiri dan tokoh-tokoh Al Washliyah yang tersebar di beberapa TPU Muslim di Kota Medan.

Antara lain makam Syekh H Muhammad Yunus, Syekh H Abdurrahman Syihab, dan Syekh H Adnan Nur Lubis (ayahanda Hj Nawal Lubis istri Edy Rahmayadi) yang berlokasi di TPU Muslim Jalan Sei Deli.

Kemudian makam Syekh H Mahmud Syihabuddin di TPU Muslim Jalan Pattimura, makam H Abdul Halim Harahap di TPU Muslim Pinang Baris, makam Tuan HM Arsyad Thalib Lubis di TPU Muslim Jalan Mabar, makam H Hasbullah Hadi di TPU Muslim Perumnas Mandala.

Selanjutnya makam Tuan Husin Abdul Karim, H Ibrahim Syihab, dan H Bahrum Djamil di TPU Muslim Sei Mati; makam H Jalaluddin Abdul Muthalib, H Hasyim Syahid, Tuan Haji Guru Kitab Sibarani, H Abdul Majid Siraj, dan H Hamdan Abbas di TPU Masjid Raya Al Mashun; makam HM Nizar Syarif dan H Harun Amin di TPU Muslim Jalan Kemiri, dan makam H Usman Serawy di TPU Muslim Marendal.

Kemudian Panitia bersama LAZ Washal juga menggalang dana untuk diberikan sebagai “hadiah” kepada rakyat Palestina melalui lelang kaligrafi hasil karya para peserta lomba dalam rangka HUT ke-93 Al Washliyah dan pengumpulan langsung dana dari jemaah.

Dari hasil lelang lukisan kaligrafi di Malam Munajat untuk Free Palestina terkumpul Rp155,5 juta dan di malam puncak HUT ke-93 Al Washliyah terhimpun Rp377 juta. Sementara dana yang dihimpun LAZ Washal sebesar Rp173 juta.

Dengan demikian total dana yang berhasil dikumpulkan dari seluruh warga Al Washliyah untuk dihadiahkan kepada rakyat Palestina mencapai Rp715 juta lebih.

Pada perayaan puncak HUT ke-93 Al Washliyah, Panitia juga menyediakan lucky draw berhadiah lima tiket umrah gratis dan puluhan hadiah menarik lainnya bagi seluruh warga Washliyin yang hadir.

Selain dihibur paduan suara dan marching band dari para pelajar Madrasah Aliyah Al Washliyah Perbaungan, acara puncak HUT ke-93 Al Washliyah juga dimeriahkan penampilan Lebah Begantong dan Al Maidany.

Turut hadir di acara malam puncak HUT ke-93 Al Washliyah antara lain Pj Gubernur Sumut diwakili Aspem Kesra Basarin Yunus Tanjung, mantan Ketua PW Al Washliyah Sumut Prof Dr Saiful Akhyar Lubis MA, Ketua MUI Sumut dan Medan, para Ketua PD Al Washliyah se-Sumut, para Ketua Organ Bagian Al Washliyah Sumut, dan Sekda Medan Wiria Alrahman.(gus/ram)

SALAWAT: Duta Hafiz Istimewa remaja kembar penyandang tunanetra hafiz Quran 30 juz, Rahmat Revano dan Rahmat Revino, memandu melantunkan salawat Thibbil Qulub pada HUT ke-93 Al Washliyah di Lapangan Astaka.(Ist/SUMUT POS)

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Perayaan puncak HUT ke-93 Al Washliyah berlangsung meriah di Lapangan Astaka, Jalan William Iskandar/Jalan Pancing, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (2/12/2023) malam. Sekitar dua puluh ribu washliyin dari berbagai daerah di Sumatera Utara tumpah ruah memadati lokasi acara

Dari seluruh rangkaian acara perayaan yang berakhir pukul 00.30 WIB dini hari, salah satu yang paling menarik perhatian adalah saat ribuan washliyin yang hadir bersama-sama melantunkan Salawat Thibbil Qulub yang dipandu oleh Duta Hafiz Istimewa, Rahmat Revano dan Rahmat Revino.

Suara lantunan salawat yang dibawakan dua remaja kembar penyandang tunanetra hafiz Quran 30 juz itu membuat merinding ribuan jemaah yang hadir.

Saat lantunan salawat berkumandang, terlihat dari atas panggung kehormatan Ketua Pengurus Wilayah Al Washliyah Sumatera Utara Dedi Iskandar Batubara menyalakan cahaya lampu kamera ponselnya dan melambaikan tangannya mengikuti irama lantunan salawat.

Sontak aksi Dedi Iskandar Batubara itu diikuti oleh ribuan jamaah yang hadir. Lapangan Astaka pun mendadak dipenuhi cahaya putih kelap-kelip sehingga membuat para jemaah semakin larut dalam suasana syahdu dan khidmat.

Saat pembacaan salawat berakhir dan dua hafiz kembar istimewa itu hendak beranjak kembali ke tempat duduk mereka di sisi kanan panggung dengan dipandu berjalan oleh orangtua mereka, pemandangan yang mengundang keharuan tersaji di atas panggung kehormatan.

Terlihat Ketua Umum Pengurus Besar Al Washliyah KH Masyhuril Khamis dan Penasihat Al Washliyah Sumut Edy Rahmayadi spontan beranjak menghampiri Rahmat Revano dan Rahmat Revino, lalu bergantian menyapa, memeluk, dan mengecup kening dua hafiz kembar istimewa itu dengan penuh kasih.

Untuk diketahui, Salawat Thibbil Qulub adalah salah satu amalan yang sering dilafalkan umat Islam di Indonesia sebagai obat atau penyembuh hati untuk menjaga kesehatan tubuh dan menjadi obat segala penyakit zahir ataupun batin.

Rangkaian acara puncak HUT ke-93 Al Washliyah di Lapangan Astaka sendiri diawali dengan pertujukan tari-tarian daerah dan atraksi Brigade Hawari Gerakan Pemuda Al Washliyah Sumut. Selanjutnya pembacaan ayat suci Alquran oleh Qori internasional Syekh Darwin Hasibuan SPdI dan doa oleh Ketua Dewan Fatwa PB Al Washliyah Syekh Dr H Muhammad Nasir Akram Lc MA.

Dedi Iskandar Batubara dalam pidatonya mengatakan, acara malam puncak HUT ke-93 Al Washliyah ini menjadi malam istimewa karena selain dihadiri puluhan ribu jemaah juga dihadiri tokoh-tokoh yang selama ini banyak membantu Al Washliyah sehingga bisa mencapai kemajuan seperti sekarang ini.

Mereka antara lain Edy Rahmayadi (Gubernur ke-18 Sumut), Hendriyanto Sitorus (Bupati Labura), Syahrul M Pasaribu (mantan Bupati Tapsel), Syah Afandin (Plt Bupati Langkat), Waris Thalib (Wali Kota Tanjungbalai), Darma Wijaya (Bupati Sergai), H Abdillah (mantan Wali Kota Medan), Bobby Nasution (Wali Kota Medan), dan sejumlah kepala daerah di Sumut lainnya.

Kemudian Darwin Marpaung (Anggota DPRD Sumut dari PPP), Dedi Iskandar SE (Anggota DPRD Sumut dari PKS), Muchrid Nasution (pengusaha), Ivan Iskandar Batubara (pengusaha) serta kepada sejumlah tokoh Al Washliyah yakni H Rijal Sirait, KRT Hardi Mulyono Surbakti, almarhum H Hasbullah Hadi, almarhum Arifin Kamdi, almarhum Ustaz Nizar Syarif, almarhum Abdul Halim Harahap, dan almarhum Ustaz Hafiz Yazid.

“Atas nama PW Al Washliyah Sumut, saya merasa sangat bersyukur karena kehadiran tokoh-tokoh yang sudah begitu banyak membantu organisasi ini dalam perjalanannya hingga bisa seperti sekarang ini. Termasuk keluarga-keluarga pendiri yang sudah mewarisi Al Washliyah kepada kami,” ujar Dedi yang saat menyampaikan pidato sambutan didampingi Sekretaris Alimnur Nasution dan Bendahara Dedi Iskandar.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus wilayah hingga kabupaten/kota yang telah berjuang untuk memberikan yang terbaik bagi Al Washliyah, sehingga kelak bisa memberikan yang terbaik untuk diwariskan kepada generasi Al Washliyah di masa depan.

Anggota DPD RI itu juga berharap agar seluruh warga Al Washliyah mendoakan yang terbaik kepada para pendiri dan tokoh-tokoh yang sudah banyak membantu.

Sementara itu, KH Masyhuril Khamis dalam sambutannya mengaku sangat terharu melihat begitu ramainya warga Washliyah yang menghadiri perayaan puncak HUT ke-93 Al Washliyah ini.

“Peristiwa malam ini cukup mengobati kerinduan saya melihat seluruh jamaah bisa hadir dalam suatu peristiwa besar di Al Washliyah. Saya mengucapkan terima kasih yang sangat besar atas kerja luar biasa panitia,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh kader Washliyah bangkit untuk meneruskan dakwah yang telah dirintis oleh para pendiri dan pendahulu di Al Washliyah.

Menurutnya, dakwah paling strategis saat ini yang harus dilakukan oleh seluruh kader Al Washliyah adalah melalui pendidikan. Untuk itu, kepada seluruh guru di sekolah-sekolah Al Washliyah untuk melahirkan generasi-generasi dakwah.

“Jadikan generasi-generasi yang sekarang sedang menuntut ilmu di lembaga pendidikan kita menjadi generasi pendakwah, generasi qurani. Tanamkan kepada mereka nilai-nilai perjuangan islami untuk meneruskan dan meluhurkan niat luhur para pendahulu kita di Al Washliyah,” ujarnya

Kepada seluruh kader yang saat ini sedang menduduki jabatan-jabatan penting, Masyhuril juga menegaskan, untuk meneruskan perjuangan para pendiri Al Washliyah.

“Pada peringatan HUT ke-93 inilah momentum kita untuk saling mengingatkan tentang perjuangan para pendiri dan pendahulu Al Washliyah,” tegasnya.

Terkhusus kepada Ikatan Pelajar Al Washliyah (IPA) dan Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH), Masyhuril Khamis juga berpesan untuk terus berkesinambungan menyelenggarakan kaderisasi.

“Kepada anak-anakku khususnya IPA dan HIMMAH teruslah melaksanakan kaderisasi. Karena di tangan kalianlah Al Washliyah ini akan diwariskan. Kelak kalianlah yang akan melanjutkan perjuangan mewujudkan cita-cita pendiri Al Washliyah,” ujar Khamis.

Sementara itu Edi Rahmayadi dalam sambutannya selaku Penasihat Al Washliyah Sumut mengucapkan selamat ulang tahun ke-93 kepada seluruh pengurus dan warga Al Washliyah.

“Sebagai penasihat saya tidak bisa memberikan nasihat, karena sudah dinasihati oleh para tokoh yang sudah lebih dahulu berpidato. Saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-93 Al Washliyah, semoga Al Washliyah terus berkembang dan melanjutkan dakwah para pendirinya,” ujarnya.

Rangkaian Kegiatan HUT

Sebelumnya, Ketua Panitia Ismael Parenus Sinaga didampingi Sekretaris Darwin Marpaung dan Bendahara Dedi Iskandar, melaporkan bahwa pihaknya dalam menyemarakkan HUT ke-93 Al Washliyah, telah melaksanakan berbagai kegiatan.

Antara lain menggelar berbagai perlombaan seperti lomba marawis, lomba kaligrafi, lomba qiraatul qutub, lomba memasak, dan lomba mewarnai. Kemudian aksi sosial donor darah dan pangkas gratis serta bazaar UMKM dan Malam Munajat untuk Free Palestine. Seluruh kegiatan tersebut dipusatkan di Lapangan Astaka pada 30 November hingga 2 Desember 2023.

Selain itu Panitia bersama Pengurus Wilayah Al Washliyah Sumut juga melaksanakan ziarah ke makam para pendiri dan tokoh-tokoh Al Washliyah yang tersebar di beberapa TPU Muslim di Kota Medan.

Antara lain makam Syekh H Muhammad Yunus, Syekh H Abdurrahman Syihab, dan Syekh H Adnan Nur Lubis (ayahanda Hj Nawal Lubis istri Edy Rahmayadi) yang berlokasi di TPU Muslim Jalan Sei Deli.

Kemudian makam Syekh H Mahmud Syihabuddin di TPU Muslim Jalan Pattimura, makam H Abdul Halim Harahap di TPU Muslim Pinang Baris, makam Tuan HM Arsyad Thalib Lubis di TPU Muslim Jalan Mabar, makam H Hasbullah Hadi di TPU Muslim Perumnas Mandala.

Selanjutnya makam Tuan Husin Abdul Karim, H Ibrahim Syihab, dan H Bahrum Djamil di TPU Muslim Sei Mati; makam H Jalaluddin Abdul Muthalib, H Hasyim Syahid, Tuan Haji Guru Kitab Sibarani, H Abdul Majid Siraj, dan H Hamdan Abbas di TPU Masjid Raya Al Mashun; makam HM Nizar Syarif dan H Harun Amin di TPU Muslim Jalan Kemiri, dan makam H Usman Serawy di TPU Muslim Marendal.

Kemudian Panitia bersama LAZ Washal juga menggalang dana untuk diberikan sebagai “hadiah” kepada rakyat Palestina melalui lelang kaligrafi hasil karya para peserta lomba dalam rangka HUT ke-93 Al Washliyah dan pengumpulan langsung dana dari jemaah.

Dari hasil lelang lukisan kaligrafi di Malam Munajat untuk Free Palestina terkumpul Rp155,5 juta dan di malam puncak HUT ke-93 Al Washliyah terhimpun Rp377 juta. Sementara dana yang dihimpun LAZ Washal sebesar Rp173 juta.

Dengan demikian total dana yang berhasil dikumpulkan dari seluruh warga Al Washliyah untuk dihadiahkan kepada rakyat Palestina mencapai Rp715 juta lebih.

Pada perayaan puncak HUT ke-93 Al Washliyah, Panitia juga menyediakan lucky draw berhadiah lima tiket umrah gratis dan puluhan hadiah menarik lainnya bagi seluruh warga Washliyin yang hadir.

Selain dihibur paduan suara dan marching band dari para pelajar Madrasah Aliyah Al Washliyah Perbaungan, acara puncak HUT ke-93 Al Washliyah juga dimeriahkan penampilan Lebah Begantong dan Al Maidany.

Turut hadir di acara malam puncak HUT ke-93 Al Washliyah antara lain Pj Gubernur Sumut diwakili Aspem Kesra Basarin Yunus Tanjung, mantan Ketua PW Al Washliyah Sumut Prof Dr Saiful Akhyar Lubis MA, Ketua MUI Sumut dan Medan, para Ketua PD Al Washliyah se-Sumut, para Ketua Organ Bagian Al Washliyah Sumut, dan Sekda Medan Wiria Alrahman.(gus/ram)

SALAWAT: Duta Hafiz Istimewa remaja kembar penyandang tunanetra hafiz Quran 30 juz, Rahmat Revano dan Rahmat Revino, memandu melantunkan salawat Thibbil Qulub pada HUT ke-93 Al Washliyah di Lapangan Astaka.(Ist/SUMUT POS)

spot_img

Artikel Terkait

spot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Read

Artikel Terbaru

/