alexametrics
23.9 C
Medan
Friday, August 19, 2022
spot_img

Soal PMI Disekap di Kamboja, Disnakerperindag Binjai Belum Dapat Data Valid

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Perdagangan (Disnakerperindag) Kota Binjai langsung menindaklanjuti info soal adanya pekerja migran Indonesia (PMI) asal Binjai yang masih disekap di Kamboja. Kepala Disnakerperindag Kota Binjai, Hamdani Hasibuan mengaku sudah berkomunikasi langsung dengan Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

“Saya sudah menghubungi Kepala BP2MI untuk menanyakan hal ini. Jadi kita tidak bisa langsung ke sana, tetap melalui prosedurnya ke BP2MI,” kata Hamdani ketika ditemui di Pendopo Umar Baki, Jalan Veteran, Kelurahan Tangsi, Binjai Kota, Jumat(5/8).

Menurutnya, prosedurnya memang harus melalui BP2MI. “Terus nanti berjenjang ke Jakarta atau Konjen di sana. Saya sudah menghubungi Kepala BP2MI untuk meminta perkembangan dan memantaunya serta melaporkan kepada kita terkait hal ini,” jelas Hamdani.

Setelah dijadwalkan kepulangannya, menurut dia, Pemerintah Kota Binjai baru dapat bergerak memfasilitasi mereka. “Seperti kemarin yang di Ukraina,” seru dia.

Sayangnya, pria yang akrab disapa Dani ini belum mendapat data valid terkait jumlah pasti WNI asal kota rambutan yang terjebak di Sihanoukville, Kamboja. “Belum dapat data, yang sudah dapat itu masih Medan (asalnya). Namun, Medan itu apakah Binjai, apakah Langkat, nanti kita lihat perkembangannya,” sebut dia.

Baca Juga :  Usai Bunuh Anak Angkat, Pria Ini Habisi Menantu yang Sedang Hamil

Dani kembali menegaskan, kalau pihaknya sudah merespon seraya meminta tolong kepada BP2MI untuk bantu proses pemulangan mereka. Juga sekaligus mengabarkan perkembangan dan kondisi mereka di sana. “Kalau memang sudah memungkinkan pemulangannya, berapa orang warga kami orang Binjai, ya kita fasilitasi kepulangannya. Kita enggak bisa langsung ke sana,” bebernya.

Sejauh ini, Dani bilang, pihaknya belum mendapat laporan maupun pengaduan dari keluarga WNI asal Binjai yang terjebak di sana. Bahkan, dia juga belum dapat memastikan, mereka yang bertolak ke Kamboja ini secara resmi atau ilegal. “Kita sudah beberapa kali kejadian seperti ini. Kita mengimbau kalau memang bekerja ke luar negeri, sebaiknya menggunakan prosedur resmi supaya lebih aman dan terjamin,” seru dia.

Baca Juga :  Pedagang Cabai Mengeluh

Sebelumnya, Anggota DPRD Binjai, Joko Basuki mengungkapkan kalau ada belasan masyarakat asal kota rambutan yang masih terjebak di Kamboja. Pria yang akrab disapa Jobas ini yakin kalau ada masyarakat Binjai yang terjebak di Kamboja setelah mengobrol langsung melalui video call.

Sumut Pos juga melihat adanya video seratusan orang yang tergabung dalam massa diduga WNI, hendak kabur dari sebuah gedung bertingkat. Namun upaya melarikan diri mereka kandas lantaran dihadang oleh sekelompok diduga preman bersenjata tajam.

Meski kelompok preman ini kalah jumlah, namun tetap saja seratusan WNI tidak berani menerobos mereka yang menenteng parang ataupun pedang. Informasi yang dirangkum Sumut Pos, WNI asal Binjai yang terbang ke Kamboja bekerja sebagai operator judi online di sejumlah website.

Mereka terbang ke Kamboja diajak langsung oleh terduga bandar yang diketahui etnis keturunan. Beredar kabar, beberapa terduga bandar yang buka server di Kamboja, juga bertempat tinggal di Kota Binjai. (ted)

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Perdagangan (Disnakerperindag) Kota Binjai langsung menindaklanjuti info soal adanya pekerja migran Indonesia (PMI) asal Binjai yang masih disekap di Kamboja. Kepala Disnakerperindag Kota Binjai, Hamdani Hasibuan mengaku sudah berkomunikasi langsung dengan Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

“Saya sudah menghubungi Kepala BP2MI untuk menanyakan hal ini. Jadi kita tidak bisa langsung ke sana, tetap melalui prosedurnya ke BP2MI,” kata Hamdani ketika ditemui di Pendopo Umar Baki, Jalan Veteran, Kelurahan Tangsi, Binjai Kota, Jumat(5/8).

Menurutnya, prosedurnya memang harus melalui BP2MI. “Terus nanti berjenjang ke Jakarta atau Konjen di sana. Saya sudah menghubungi Kepala BP2MI untuk meminta perkembangan dan memantaunya serta melaporkan kepada kita terkait hal ini,” jelas Hamdani.

Setelah dijadwalkan kepulangannya, menurut dia, Pemerintah Kota Binjai baru dapat bergerak memfasilitasi mereka. “Seperti kemarin yang di Ukraina,” seru dia.

Sayangnya, pria yang akrab disapa Dani ini belum mendapat data valid terkait jumlah pasti WNI asal kota rambutan yang terjebak di Sihanoukville, Kamboja. “Belum dapat data, yang sudah dapat itu masih Medan (asalnya). Namun, Medan itu apakah Binjai, apakah Langkat, nanti kita lihat perkembangannya,” sebut dia.

Baca Juga :  Relawan Protes Penetapan Tersangka JR

Dani kembali menegaskan, kalau pihaknya sudah merespon seraya meminta tolong kepada BP2MI untuk bantu proses pemulangan mereka. Juga sekaligus mengabarkan perkembangan dan kondisi mereka di sana. “Kalau memang sudah memungkinkan pemulangannya, berapa orang warga kami orang Binjai, ya kita fasilitasi kepulangannya. Kita enggak bisa langsung ke sana,” bebernya.

Sejauh ini, Dani bilang, pihaknya belum mendapat laporan maupun pengaduan dari keluarga WNI asal Binjai yang terjebak di sana. Bahkan, dia juga belum dapat memastikan, mereka yang bertolak ke Kamboja ini secara resmi atau ilegal. “Kita sudah beberapa kali kejadian seperti ini. Kita mengimbau kalau memang bekerja ke luar negeri, sebaiknya menggunakan prosedur resmi supaya lebih aman dan terjamin,” seru dia.

Baca Juga :  Jalan AMD Kupak-Kapik

Sebelumnya, Anggota DPRD Binjai, Joko Basuki mengungkapkan kalau ada belasan masyarakat asal kota rambutan yang masih terjebak di Kamboja. Pria yang akrab disapa Jobas ini yakin kalau ada masyarakat Binjai yang terjebak di Kamboja setelah mengobrol langsung melalui video call.

Sumut Pos juga melihat adanya video seratusan orang yang tergabung dalam massa diduga WNI, hendak kabur dari sebuah gedung bertingkat. Namun upaya melarikan diri mereka kandas lantaran dihadang oleh sekelompok diduga preman bersenjata tajam.

Meski kelompok preman ini kalah jumlah, namun tetap saja seratusan WNI tidak berani menerobos mereka yang menenteng parang ataupun pedang. Informasi yang dirangkum Sumut Pos, WNI asal Binjai yang terbang ke Kamboja bekerja sebagai operator judi online di sejumlah website.

Mereka terbang ke Kamboja diajak langsung oleh terduga bandar yang diketahui etnis keturunan. Beredar kabar, beberapa terduga bandar yang buka server di Kamboja, juga bertempat tinggal di Kota Binjai. (ted)

spot_imgspot_imgspot_img

Most Read

Artikel Terbaru

/