27.6 C
Medan
Wednesday, February 21, 2024
spot_img
spot_img

Cegah Inflasi Akhir Tahun, Pemko Sibolga Gelar Pasar Murah

SIBOLGA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Sibolga menggelar pasar murah dengan menyiapkan sekitar dua ribuan paket bahan pokok bersubsidi. Seperti diketahui, Pemerintah Kota Sibolga, sepertinya tak ingin kecolongan lagi dengan tingginya inflasi tahunan (yoy) yang melampaui 4 persen selama dua bulan berturut pada Oktober-November 2023.

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Sibolga mengalami inflasi tinggi mencapai 4,33 % (yoy) pada Oktober 2023, dan pada November 2023 mengalami inflasi 4,19% (yoy).

Wakil Wali Kota Sibolga, Pantas Maruba Lumbantobing menjelaskan, pasar murah tersebut dilaksanakan Dinas Perindag bekerja sama dengan Dinas Perikanan Ketahanan Pangan dan Pertanian (PKPP), Perum Bulog, dan Satgas Pangan dari Polres Sibolga.

“Hari ini, pasar murah digelar di 2 titik dari rencana 12 titik di Kota Sibolga. Kegiatannya kita jadwalkan selama 8 hari berturut,” kata Pantas Maruba Lumbantobing kepada wartawan, di sela peninjauan pasar murah, di Jalan Peralihan, Kelurahan Pancuran Dewa, Kecamatan Sibolga Sambas, Rabu (6/12/2023).

Pantas yang saat itu didampingi Kadis Perindag, Ramayana Tambunan menjelaskan, total bahan pokok yang disiapkan mencapai 2.800 paket. Komoditasnya, beras, cabai merah, minyak goreng, gula pasir dan telur.

“Harganya dipastikan jauh lebih murah dibanding harga pasar, karena kita memberikan subsidi 20 persen terhadap semua jenis barang yang disiapkan,” kata Pantas.

Dia berharap, gerakan pasar murah ini dapat menekan inflasi di Kota Sibolga pada Desember 2023. Karena, BPS telah merilis bahwa Kota Sibolga mengalami inflasi tinggi dari inflasi nasional selama dua bulan berturut (Oktober-November 2023).

“Pemko Sibolga bersama TPID menaruh perhatian serius terhadap hal ini. Salah satunya melakukan intervensi harga melalui gerakan pasar murah dan operasi pasar nantinya. Harapan kita, upaya ini dapat menekan atau menurunkan inflasi di Kota Sibolga,” kata Pantas.

Dia menambahkan, bersamaan dengan itu, pada minggu ketiga Desember 2023, atau menjelang hari besar keagamaan nasional, Pemko Sibolga akan meluncurkan bantuan ke masyarakat, yaitu subsidi untuk barang-barang kebutuhan Natal dan Tahun Baru 2024.

Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Jona Taruli Sidabalok mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Sibolga menggelar pasar murah. Ini adalah salah satu program pengendalian inflasi.

“Sampai posisi November 2023, secara tahun kalender (ytd), Kota Sibolga mengalami inflasi 2,72 % (ytd). Kita harapkan sampai akhir tahun, tetap bisa dalam sasaran target inflasi nasional 3,0±1%,” kata Jona Taruli Sidabalok.

Dikatakannya, Bank Indonesia juga berharap, kegiatan yang dilaksanakan Pemko Sibolga berdampak terhadap pengendalian harga-harga kebutuhan pokok di masyarakat.

“BI Sibolga terus bersinergi dengan Pemko Sibolga untuk mengendalikan inflasi dengan memberikan informasi terkait komoditi yang menjadi penyumbang inflasi. Dengan informasi itu, Pemko Sibolga dapat mengambil tindakan atau kebijakan untuk mengendalikan inflasi di daerah,” katanya.

Kepala Bulog Sibolga, Ahmad Fadly, yang hadir di acara itu menjelaskan, untuk persediaan beras di Gudang Bulog Sibolga ada 1.600 ton, ditambah persediaan dalam perjalanan 1.000 ton, jadi untuk Desember 2023, terdapat stok 2.600 ton beras.

“Stok beras tersebut mencukupi untuk 3 bulan ke depan. Saat ini, Bulog juga terus melakukan operasi pasar melalui beras SPHP, dan juga akan ada bantuan pangan yang akan disalurkan oleh PT Pos Indonesia, itu juga untuk menekan harga beras di Desember ini,” kata Ahmad Fadly.

Satgas Pangan Polres Sibolga, Ipda Pasma Pasaribu menjelaskan, pihaknya tetap melakukan upaya pencegahan terhadap oknum-oknum yang mencoba melakukan penimbunan barang kebutuhan pokok.

“Khusus menjelang Natal dan Tahun Baru 2024, kita tetap bekerja. Bila kita menemukan, kita segera menindak tegas sesuai UU tata niaga dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara bagi pelaku,” kata Pasma.

Terkait pengawasan, pihaknya terus bersinergi dengan Dinas Perindag, Dinas Perikanan Ketahanan Pangan dan Pertanian, dan sejauh ini belum ada temuan aksi penimbunan bahan sembako di Kota Sibolga. (mag-5/ram)

SIBOLGA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Sibolga menggelar pasar murah dengan menyiapkan sekitar dua ribuan paket bahan pokok bersubsidi. Seperti diketahui, Pemerintah Kota Sibolga, sepertinya tak ingin kecolongan lagi dengan tingginya inflasi tahunan (yoy) yang melampaui 4 persen selama dua bulan berturut pada Oktober-November 2023.

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Sibolga mengalami inflasi tinggi mencapai 4,33 % (yoy) pada Oktober 2023, dan pada November 2023 mengalami inflasi 4,19% (yoy).

Wakil Wali Kota Sibolga, Pantas Maruba Lumbantobing menjelaskan, pasar murah tersebut dilaksanakan Dinas Perindag bekerja sama dengan Dinas Perikanan Ketahanan Pangan dan Pertanian (PKPP), Perum Bulog, dan Satgas Pangan dari Polres Sibolga.

“Hari ini, pasar murah digelar di 2 titik dari rencana 12 titik di Kota Sibolga. Kegiatannya kita jadwalkan selama 8 hari berturut,” kata Pantas Maruba Lumbantobing kepada wartawan, di sela peninjauan pasar murah, di Jalan Peralihan, Kelurahan Pancuran Dewa, Kecamatan Sibolga Sambas, Rabu (6/12/2023).

Pantas yang saat itu didampingi Kadis Perindag, Ramayana Tambunan menjelaskan, total bahan pokok yang disiapkan mencapai 2.800 paket. Komoditasnya, beras, cabai merah, minyak goreng, gula pasir dan telur.

“Harganya dipastikan jauh lebih murah dibanding harga pasar, karena kita memberikan subsidi 20 persen terhadap semua jenis barang yang disiapkan,” kata Pantas.

Dia berharap, gerakan pasar murah ini dapat menekan inflasi di Kota Sibolga pada Desember 2023. Karena, BPS telah merilis bahwa Kota Sibolga mengalami inflasi tinggi dari inflasi nasional selama dua bulan berturut (Oktober-November 2023).

“Pemko Sibolga bersama TPID menaruh perhatian serius terhadap hal ini. Salah satunya melakukan intervensi harga melalui gerakan pasar murah dan operasi pasar nantinya. Harapan kita, upaya ini dapat menekan atau menurunkan inflasi di Kota Sibolga,” kata Pantas.

Dia menambahkan, bersamaan dengan itu, pada minggu ketiga Desember 2023, atau menjelang hari besar keagamaan nasional, Pemko Sibolga akan meluncurkan bantuan ke masyarakat, yaitu subsidi untuk barang-barang kebutuhan Natal dan Tahun Baru 2024.

Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Jona Taruli Sidabalok mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Sibolga menggelar pasar murah. Ini adalah salah satu program pengendalian inflasi.

“Sampai posisi November 2023, secara tahun kalender (ytd), Kota Sibolga mengalami inflasi 2,72 % (ytd). Kita harapkan sampai akhir tahun, tetap bisa dalam sasaran target inflasi nasional 3,0±1%,” kata Jona Taruli Sidabalok.

Dikatakannya, Bank Indonesia juga berharap, kegiatan yang dilaksanakan Pemko Sibolga berdampak terhadap pengendalian harga-harga kebutuhan pokok di masyarakat.

“BI Sibolga terus bersinergi dengan Pemko Sibolga untuk mengendalikan inflasi dengan memberikan informasi terkait komoditi yang menjadi penyumbang inflasi. Dengan informasi itu, Pemko Sibolga dapat mengambil tindakan atau kebijakan untuk mengendalikan inflasi di daerah,” katanya.

Kepala Bulog Sibolga, Ahmad Fadly, yang hadir di acara itu menjelaskan, untuk persediaan beras di Gudang Bulog Sibolga ada 1.600 ton, ditambah persediaan dalam perjalanan 1.000 ton, jadi untuk Desember 2023, terdapat stok 2.600 ton beras.

“Stok beras tersebut mencukupi untuk 3 bulan ke depan. Saat ini, Bulog juga terus melakukan operasi pasar melalui beras SPHP, dan juga akan ada bantuan pangan yang akan disalurkan oleh PT Pos Indonesia, itu juga untuk menekan harga beras di Desember ini,” kata Ahmad Fadly.

Satgas Pangan Polres Sibolga, Ipda Pasma Pasaribu menjelaskan, pihaknya tetap melakukan upaya pencegahan terhadap oknum-oknum yang mencoba melakukan penimbunan barang kebutuhan pokok.

“Khusus menjelang Natal dan Tahun Baru 2024, kita tetap bekerja. Bila kita menemukan, kita segera menindak tegas sesuai UU tata niaga dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara bagi pelaku,” kata Pasma.

Terkait pengawasan, pihaknya terus bersinergi dengan Dinas Perindag, Dinas Perikanan Ketahanan Pangan dan Pertanian, dan sejauh ini belum ada temuan aksi penimbunan bahan sembako di Kota Sibolga. (mag-5/ram)

spot_img

Artikel Terkait

spot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Read

Artikel Terbaru

/