25.6 C
Medan
Monday, June 5, 2023
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Dahlan Iskan Geram dengan PLTU Pangkalansusu

spot_imgspot_imgspot_img

MEDAN- Menteri BUMN Dahlan Iskan secara mendadak mengunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pangkalansusu pada Jumat (18/7). Dalan inspeksi mendadak (sidak) itu, Dahlan meminta proyek tersebut dipercepat karena sudah sangat ditunggu oleh rakyat. Dahlan pun tampak geram dengan keadaan yang ada.

Kedatangan Dahlan secara mendadak tanpa pemberitahuan kepada pihak PLN karena ia ingin melihat kondisi pekerjaan proyek PLTU Pangkalansusu yang masih mengalami berbagai hambatan.

Dengan ditemani Dirut Pelindo 1, Dirut PTPN III dan rombongan, Dahlan tiba sekira pukul 10.30 WIB. Setibanya di lokasi, Dahlan langsung melihat-lihat kondisi PLTU yang baru rampung dan tengah dalam tahap uji coba. Usai melihat kondisi pembangkit, Dahlan langsung memimpin rapat bersama tim proyek dari Tiongkok, Manajer Proyek PLTU Pangkalansusu Ir Hamansyah Purba, GM PT PLN Pembangkitan Sumbagut Bernandus Sudarmanta, dan lainnya. Dalam rapat itu dipaparkan kesiapan PLTU Pangkalansusu Unit 1 dan Unit 2.

Pada Unit 1, seperti komponen water intake selesai 100 persen, WTP dan demin juga selesai 100 persen, Jetty dan Coal Handling System selesai 100 persen, mill pulverizer selesai 100 persen, Boiller yakni chemical clening juga selesai dengan hasil yang baik serta stem blow akan dilaksanakan 5 Agustus 2014. Selanjutnya, pada ESP juga selesai 100 persen, turbin dan generator (erection) juga selesai 100 persen. Untuk turbin ini akan diuji coba suplay steam menunggu boiler pada 20 Agustus mendatang dan ujicoba memutar turbin rolling pada 20 Agustus. Sedangkan pada estimasi singkron Unit 1 pada 9 September 2014. “Saya minta jangan lagi diperlambat, harus disegerakan. Proyek ini sudah telat 4 tahun,” ujar Dahlan dengar suara tinggi sedikit menahan amarahnya.

Untuk Unit 2 dipaparkan, pada water intake juga selesai 100 persen, WTP dan Demin selesai 100 persen, Jetty dan Coal Handling baik. Lalu Mill Pulverizer juga selesai, pada boiler 2 selesai 100 persen, ESP 2 100 persen. Kemudian pada turbin sudah mencapai 1.100 Mpm dan saat dicoba dinaikkan ada bergetar sehingga dihentikan dan diperbaiki. Dalam 2 jam nanti (kemarin,Red) diujicoba dinaikkan 3.000 Rpm. “Kalau memang tak ada masalah soal singkron mesin, langsung jalan saja, jangan berhenti. Tapi sambil jalan karena ini ditunggu rakyat Sumut,” tegas Dahlan lagi dalam rapat.

Dahlan juga meminta agar semua kekuatan dikerahkan. “Terus testing-testing setelah singkron dilakukan berjalan pada saat running. Jangan kelemahan diketahui setelah testing,” kata Dahlan mengingatkan PLN.

Dalam kesempatan itu, tim proyek PLTU yang berasal dari Tiongkok meminta jaminan pasokan solar agar testing berjalan lancar.Persoalan solar, Dahlan berjanji akan menyelesaikannya untuk PLTU Pangkalansusu. “Ya, kemarin itu memang kita kesulitan mendapatkan solar dari Partamina. Sampai saya bilang kalau Pertamina tak kasih maka saya beli pakai uang saya sendiri. Sampai begitu saya ngomong. Mudah-mudahan sekarang tak ada masalah lagi,” tegas Dahlan.
 Usai dari PLTU Pangkalansusu, Dahlan kemudian mengunjungi kebun PTP II di Kebun Kualamadu. Kedatangan Dahlan langsung disambut antusias para karyawan. Dahlan pun berdialog dengan mereka secara santai dengan duduk di atas rumput dan di bawah pohon yang rindang. Dalam kesempatan itu tak lupa Dahlan memberikan semangat kepada para karyawan di kebun itu untuk bekerja keras agar produksi meningkat.
Tersendat Solar

Sebelumnya Manajer PT PLN PLTU Pangkalansusu, Ir Hamansyah Purba, sempat mengungkapkan kalau pihaknya memang kekurangan solar. Menurutnya, PT Pertamina belum lama ini hanya memberikan 400 kiloliter untuk kebutuhan uji coba PLTU Pangkalansusu. Padahal, PLTU Pangkalansusu memerlukan 3.600 kiloliter untuk memenuhi kebutuhan sampai November 2014 ini.

“Nah yang 400 kiloliter itu hanya bisa memenuhi sampai sepertiga rangkaraian tes pembangkit. Dan itu sudah habis terpakai. Alasan pihak Pertamina tak memberikan solar karena mereka minta harga baru. Alasan lainnya karena kuota BBM untuk PLN sudah melampaui. Tapi yang lebih tahu itu PLN pusat,” ujar Hamansyah yang dihubungi Sumut Pos, Kamis malam (17/7).

Menurutnya, bila PT Pertamina memberikan solar sesuai dengan kebutuhan PLTU Pangkalansusu, maka diharapkan PLTU Pangkalansusu sudah bisa memasok daya ke system kelistrikan pada Agustus ini. “Kemarin pengujian sudah berjalan dan sudah mau singkron, tapi terkendala solar. Seharusnya Agustus mendatang sudah bisa dilakukan uji daya hingga memasok daya,” tambahnya.

Manajer Operasi Konstruksi PT PLN Unit Induk Pembangkitan (UIP) II Sumut, Robert Aprianto Purba mengatakan, PLTU Pangkalansusu berbahan bakar batubara. Untuk membakar batubara tersebut menggunakan solar. “Jadi harapan kita agar Pertamina memberikan kebutuhan solar PLTU Pangkalansusu karena andalan PLN untuk mengatasi krisis listrik di Sumut adalah PLTU Pangkalansusu,” harapnya.

GT 21 Tetap Beroperasi

Sementara itu, Asman Pemeliharaan PLTGU Belawan, Y. Prasetyo mengatakan, tidak benar jika mesin pembangkit GT 21 Belawan mengalami rusak seperti yang  diberitakan salah satu media massa lokal. Kerusakan itu bukan terjadi pada mesin GT 21, namun ‘knalpotnya’ atau yang disebut Heat Recovery Steam (HRSG).
“Alat ini mengambil panas buang dari GT 21. Panasnya diambil untuk memproduksi steam yang menggerakkan mesin steam turbin 20. Sistem ini terpisah yang mengambil sisa gas buang GT 21.  Kondisinya kelihatan hampir menyatu, tapi sebenarnya terpisah antara GT 21 dan HRSG yang hanya mengambil gas buangnya saja. Jadi ini tidak ada hubungannya dengan mesin GT 21 karena hanya gas buang saja (HRSG) yang kita perbaiki. Artinya HRSG stop beroperasi pun, mesin GT 21 tetap menyala, jadi tidak benar dikatakan GT 21 rusak,” ujar Prasetyo yang didampingi Asman Operasi Belawan, Aulia.

Begitu juga ketika dilakukan overhaul (merekondisi mesin atau pemeliharaan berat) pada GT 21, lanjutnya, hanya komponen mesinnya saja, tidak termasuk HRSG.  Sedangkan overhaul dilakukan tiap 30 ribu jam atau 3 tahunan sekali.

General Manager (GM) PT PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Utara (KITSBU), Bernadus Sudarmanta mengatakan, pemadaman yang terjadi di wilayah Sumatera Utara akibat  PLTU Labuanangin  di Tapanuli Tengah sedang mengalami kerusakan sejak beberapa hari lalu. Pembangkit berkapasitas 2×115 MW ini hanya tinggal satu unit saja yang beroperasi, sedangkan satu mesin lainnya mengalami kebocoran. “Mudah-mudahan Senin depan sudah bisa beroperasi lagi sehingga mampu mengurangi pemadaman,” harap Bernandus.

Tak hanya itu, PLTU Naganraya 2×100 MW juga mengalami kendala. Saat ini hanya satu unit saja yang beroperasi dengan menghasilkan 40 MW. Sedangkan satu unit lagi berdaya 150 MW terkendala batubara. Sebab, pasokan batubara tak bisa dikirim akibat cuaca.

Sedangkan untuk mesin GT 12 yang disita Kejagung, lanjutnya, sampai saat ini belum bisa dipergunakan. “Padahal, kita sudah meminta pinjam kepada Kejagung tapi tak diberi izin. Padahal kalau diberikan izin pinjam, bisa menambah daya karena GT 12 mampu menghasilkan 100 MW,” ujar Bernandus. (ila/rbb)

MEDAN- Menteri BUMN Dahlan Iskan secara mendadak mengunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pangkalansusu pada Jumat (18/7). Dalan inspeksi mendadak (sidak) itu, Dahlan meminta proyek tersebut dipercepat karena sudah sangat ditunggu oleh rakyat. Dahlan pun tampak geram dengan keadaan yang ada.

Kedatangan Dahlan secara mendadak tanpa pemberitahuan kepada pihak PLN karena ia ingin melihat kondisi pekerjaan proyek PLTU Pangkalansusu yang masih mengalami berbagai hambatan.

Dengan ditemani Dirut Pelindo 1, Dirut PTPN III dan rombongan, Dahlan tiba sekira pukul 10.30 WIB. Setibanya di lokasi, Dahlan langsung melihat-lihat kondisi PLTU yang baru rampung dan tengah dalam tahap uji coba. Usai melihat kondisi pembangkit, Dahlan langsung memimpin rapat bersama tim proyek dari Tiongkok, Manajer Proyek PLTU Pangkalansusu Ir Hamansyah Purba, GM PT PLN Pembangkitan Sumbagut Bernandus Sudarmanta, dan lainnya. Dalam rapat itu dipaparkan kesiapan PLTU Pangkalansusu Unit 1 dan Unit 2.

Pada Unit 1, seperti komponen water intake selesai 100 persen, WTP dan demin juga selesai 100 persen, Jetty dan Coal Handling System selesai 100 persen, mill pulverizer selesai 100 persen, Boiller yakni chemical clening juga selesai dengan hasil yang baik serta stem blow akan dilaksanakan 5 Agustus 2014. Selanjutnya, pada ESP juga selesai 100 persen, turbin dan generator (erection) juga selesai 100 persen. Untuk turbin ini akan diuji coba suplay steam menunggu boiler pada 20 Agustus mendatang dan ujicoba memutar turbin rolling pada 20 Agustus. Sedangkan pada estimasi singkron Unit 1 pada 9 September 2014. “Saya minta jangan lagi diperlambat, harus disegerakan. Proyek ini sudah telat 4 tahun,” ujar Dahlan dengar suara tinggi sedikit menahan amarahnya.

Untuk Unit 2 dipaparkan, pada water intake juga selesai 100 persen, WTP dan Demin selesai 100 persen, Jetty dan Coal Handling baik. Lalu Mill Pulverizer juga selesai, pada boiler 2 selesai 100 persen, ESP 2 100 persen. Kemudian pada turbin sudah mencapai 1.100 Mpm dan saat dicoba dinaikkan ada bergetar sehingga dihentikan dan diperbaiki. Dalam 2 jam nanti (kemarin,Red) diujicoba dinaikkan 3.000 Rpm. “Kalau memang tak ada masalah soal singkron mesin, langsung jalan saja, jangan berhenti. Tapi sambil jalan karena ini ditunggu rakyat Sumut,” tegas Dahlan lagi dalam rapat.

Dahlan juga meminta agar semua kekuatan dikerahkan. “Terus testing-testing setelah singkron dilakukan berjalan pada saat running. Jangan kelemahan diketahui setelah testing,” kata Dahlan mengingatkan PLN.

Dalam kesempatan itu, tim proyek PLTU yang berasal dari Tiongkok meminta jaminan pasokan solar agar testing berjalan lancar.Persoalan solar, Dahlan berjanji akan menyelesaikannya untuk PLTU Pangkalansusu. “Ya, kemarin itu memang kita kesulitan mendapatkan solar dari Partamina. Sampai saya bilang kalau Pertamina tak kasih maka saya beli pakai uang saya sendiri. Sampai begitu saya ngomong. Mudah-mudahan sekarang tak ada masalah lagi,” tegas Dahlan.
 Usai dari PLTU Pangkalansusu, Dahlan kemudian mengunjungi kebun PTP II di Kebun Kualamadu. Kedatangan Dahlan langsung disambut antusias para karyawan. Dahlan pun berdialog dengan mereka secara santai dengan duduk di atas rumput dan di bawah pohon yang rindang. Dalam kesempatan itu tak lupa Dahlan memberikan semangat kepada para karyawan di kebun itu untuk bekerja keras agar produksi meningkat.
Tersendat Solar

Sebelumnya Manajer PT PLN PLTU Pangkalansusu, Ir Hamansyah Purba, sempat mengungkapkan kalau pihaknya memang kekurangan solar. Menurutnya, PT Pertamina belum lama ini hanya memberikan 400 kiloliter untuk kebutuhan uji coba PLTU Pangkalansusu. Padahal, PLTU Pangkalansusu memerlukan 3.600 kiloliter untuk memenuhi kebutuhan sampai November 2014 ini.

“Nah yang 400 kiloliter itu hanya bisa memenuhi sampai sepertiga rangkaraian tes pembangkit. Dan itu sudah habis terpakai. Alasan pihak Pertamina tak memberikan solar karena mereka minta harga baru. Alasan lainnya karena kuota BBM untuk PLN sudah melampaui. Tapi yang lebih tahu itu PLN pusat,” ujar Hamansyah yang dihubungi Sumut Pos, Kamis malam (17/7).

Menurutnya, bila PT Pertamina memberikan solar sesuai dengan kebutuhan PLTU Pangkalansusu, maka diharapkan PLTU Pangkalansusu sudah bisa memasok daya ke system kelistrikan pada Agustus ini. “Kemarin pengujian sudah berjalan dan sudah mau singkron, tapi terkendala solar. Seharusnya Agustus mendatang sudah bisa dilakukan uji daya hingga memasok daya,” tambahnya.

Manajer Operasi Konstruksi PT PLN Unit Induk Pembangkitan (UIP) II Sumut, Robert Aprianto Purba mengatakan, PLTU Pangkalansusu berbahan bakar batubara. Untuk membakar batubara tersebut menggunakan solar. “Jadi harapan kita agar Pertamina memberikan kebutuhan solar PLTU Pangkalansusu karena andalan PLN untuk mengatasi krisis listrik di Sumut adalah PLTU Pangkalansusu,” harapnya.

GT 21 Tetap Beroperasi

Sementara itu, Asman Pemeliharaan PLTGU Belawan, Y. Prasetyo mengatakan, tidak benar jika mesin pembangkit GT 21 Belawan mengalami rusak seperti yang  diberitakan salah satu media massa lokal. Kerusakan itu bukan terjadi pada mesin GT 21, namun ‘knalpotnya’ atau yang disebut Heat Recovery Steam (HRSG).
“Alat ini mengambil panas buang dari GT 21. Panasnya diambil untuk memproduksi steam yang menggerakkan mesin steam turbin 20. Sistem ini terpisah yang mengambil sisa gas buang GT 21.  Kondisinya kelihatan hampir menyatu, tapi sebenarnya terpisah antara GT 21 dan HRSG yang hanya mengambil gas buangnya saja. Jadi ini tidak ada hubungannya dengan mesin GT 21 karena hanya gas buang saja (HRSG) yang kita perbaiki. Artinya HRSG stop beroperasi pun, mesin GT 21 tetap menyala, jadi tidak benar dikatakan GT 21 rusak,” ujar Prasetyo yang didampingi Asman Operasi Belawan, Aulia.

Begitu juga ketika dilakukan overhaul (merekondisi mesin atau pemeliharaan berat) pada GT 21, lanjutnya, hanya komponen mesinnya saja, tidak termasuk HRSG.  Sedangkan overhaul dilakukan tiap 30 ribu jam atau 3 tahunan sekali.

General Manager (GM) PT PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Utara (KITSBU), Bernadus Sudarmanta mengatakan, pemadaman yang terjadi di wilayah Sumatera Utara akibat  PLTU Labuanangin  di Tapanuli Tengah sedang mengalami kerusakan sejak beberapa hari lalu. Pembangkit berkapasitas 2×115 MW ini hanya tinggal satu unit saja yang beroperasi, sedangkan satu mesin lainnya mengalami kebocoran. “Mudah-mudahan Senin depan sudah bisa beroperasi lagi sehingga mampu mengurangi pemadaman,” harap Bernandus.

Tak hanya itu, PLTU Naganraya 2×100 MW juga mengalami kendala. Saat ini hanya satu unit saja yang beroperasi dengan menghasilkan 40 MW. Sedangkan satu unit lagi berdaya 150 MW terkendala batubara. Sebab, pasokan batubara tak bisa dikirim akibat cuaca.

Sedangkan untuk mesin GT 12 yang disita Kejagung, lanjutnya, sampai saat ini belum bisa dipergunakan. “Padahal, kita sudah meminta pinjam kepada Kejagung tapi tak diberi izin. Padahal kalau diberikan izin pinjam, bisa menambah daya karena GT 12 mampu menghasilkan 100 MW,” ujar Bernandus. (ila/rbb)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/