28.9 C
Medan
Wednesday, February 28, 2024
spot_img
spot_img

Pemprov Sumut Genjot Pengembangan Infrastruktur 2023, Jembatan Idano Noyo Mulai Dikerjakan

SUMUTPOS.CO – Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Hassanudin, meminta kepada kontraktor agar Jembatan Idano Noyo, Kabupaten Nias Barat, segera dikebut pengerjaannya, sehingga dapat rampung lebih cepat. Jembatan ini merupakan infrastruktur yang krusial bagi masyarakat di Nias Barat.

Jembatan Idano Noyo merupakan jembatan yang menghubungkan Nias Barat dengan Gunungsitoli. Sehingga, jembatan ini memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat Nias Barat, dan sudah bertahun-tahun kondisinya memprihatinkan.

“Pengembangan infrastruktur yang dilakukan di 2023, baik jalan dan jembatan, sampai saat ini masih terus berproses. Satu di antaranya di Nias Barat, yakni Jembatan Idano Noyo, saat ini pembangunan tahap pertama,” ungkap Hassanudin, dalam keterangannya, Minggu (19/11).

Saat ini, pihak kontraktor sedang dalam tahap pembangunan pondasi dan penyediaan material. Pihak kontraktor juga sudah membangun asphalt mixing plants (pabrik aspal) untuk kebutuhan aspal di sekitar Nias Barat.

“Masih tahap awal, pengerjaan pondasi, penyediaan material, dan kebutuhan penunjang lainnya. Diharapkan dalam pengerjaannya tidak ada kendala yang serius. Dan kepada masyarakat, ayo sama-sama kita kawal pembangunan jembatan ini,” imbau Hassanudin.

Selain meninjau Jembatan Idano Noyo, Hassanudin yang datang bersama Pj Ketua TP PKK Sumut Dessy, juga meninjau sejumlah SMA/SMK. Hassanudin merasa prihatin melihat kondisi bangunan SMA Negeri 1 Mandrehe.

“Ini akan segera ditindaklanjuti. Sekolah-sekolah yang rusak akan segera direnovasi,” katanya.

Bupati Nias Barat, Khenoki Waruwu juga berharap besar kepada Pj Gubernur Sumut, agar terus memperhatikan Nias Barat. Apalagi sebagian infrastruktur di kawasan tersebut, saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Satu di antaranya adalah ruas jalan Km 27 di Desa Fadoro Hunogoa, yang sempat terputus.

“Kami sangat bersyukur ruas jalan Desa Fadoro Hunogoa yang rusak parah masuk ke APBD 2024 sebesar Rp10 miliar. Kami harap ini bisa menyelesaikan permasalahan masyarakat,” jelasnya.

Kehadiran Hassanudin dan rombongan ke Nias Barat, merupakan rangkaian kunjungan kerjanya ke Kepulauan Nias selama 3 hari.

Usai meninjau proyek pembangunan Jembatan Idano Noyo di Nias Barat, dan mengunjungi Desa Bawomataluo di Nias Selatan, Hassanudin juga meresmikan pembangunan Kantor DPRD Nias di Desa Somi, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias. Kedatangan Hassanudin dan Pj Ketua TP PKK Sumut Dessy, disambut Bupati Nias Yaatulo Gulo dan Wakil Bupati Nias Arita Lase, Jumat (17/11) lalu.

Kegiatan diawali dengan meninjau Posyandu Desa Sisarahili Sogaeadu. Hassanudin menyerahkan bantuan berupa susu untuk ibu hamil. Selain itu, ada juga penyerahan bantuan makanan tambahan (BMT) untuk bayi, berupa biskuit, bingkisan jajanan sehat bergizi.

“Ini merupakan satu bentuk perhatian dan dukungan Pemprov Sumut, untuk menurunkan angka stunting di Nias,” tuturnya.

Kemudian, dia berkunjung ke lokasi pembangunan Kantor DPRD Nias di Desa Somi, Kecamatan Gido. Sekaligus meresmikan pembangunan pertapakan Kantor DPRD Nias, yang pembangunannya bersumber dari APBD Sumut 2024. Peresmian pembangunan Kantor DPRD Sumut ini, ditandai dengan pembukaan tirai.

Selanjutnya, Hassanudin dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kantor Bupati Nias di Jalan Soekarno, Hilizoi-Gido. Mereka disambut hangat dan ditandai dengan penyematan baju adat tradisional Nias. Hassanudin menyerahkan bantuan ternak sapi, kambing, dan bibit kelapa kepada para peternak dan petani.

Sementara Bupati Nias Yaatulo Gulo, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pj Gubernur Sumut dan Pj Ketua PKK Sumut, yang sudah berkunjung ke Kabupaten Nias. Dia menyebutkan, bantuan yang diserahkan oleh Pemprov Sumut sangat bermanfaat untuk masyarakat Nias. Dia pun berharap, sinergitas antara Pemprov Sumut dan Pemkab Nias terus terjalin dengan baik.

“Hal ini sesuai dengan misi Kabupaten Nias, Trisakti Nias Maju, yakni desa terakses,ibukota terurus; kesehatan, pendidikan, dan sumber daya manusia beranjak; serta petani, peternak, dan nelayan produktif. Kami berupaya untuk menyejahterakan masyarakat Nias,” pungkas Yaatulo. (gus/saz)

SUMUTPOS.CO – Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Hassanudin, meminta kepada kontraktor agar Jembatan Idano Noyo, Kabupaten Nias Barat, segera dikebut pengerjaannya, sehingga dapat rampung lebih cepat. Jembatan ini merupakan infrastruktur yang krusial bagi masyarakat di Nias Barat.

Jembatan Idano Noyo merupakan jembatan yang menghubungkan Nias Barat dengan Gunungsitoli. Sehingga, jembatan ini memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat Nias Barat, dan sudah bertahun-tahun kondisinya memprihatinkan.

“Pengembangan infrastruktur yang dilakukan di 2023, baik jalan dan jembatan, sampai saat ini masih terus berproses. Satu di antaranya di Nias Barat, yakni Jembatan Idano Noyo, saat ini pembangunan tahap pertama,” ungkap Hassanudin, dalam keterangannya, Minggu (19/11).

Saat ini, pihak kontraktor sedang dalam tahap pembangunan pondasi dan penyediaan material. Pihak kontraktor juga sudah membangun asphalt mixing plants (pabrik aspal) untuk kebutuhan aspal di sekitar Nias Barat.

“Masih tahap awal, pengerjaan pondasi, penyediaan material, dan kebutuhan penunjang lainnya. Diharapkan dalam pengerjaannya tidak ada kendala yang serius. Dan kepada masyarakat, ayo sama-sama kita kawal pembangunan jembatan ini,” imbau Hassanudin.

Selain meninjau Jembatan Idano Noyo, Hassanudin yang datang bersama Pj Ketua TP PKK Sumut Dessy, juga meninjau sejumlah SMA/SMK. Hassanudin merasa prihatin melihat kondisi bangunan SMA Negeri 1 Mandrehe.

“Ini akan segera ditindaklanjuti. Sekolah-sekolah yang rusak akan segera direnovasi,” katanya.

Bupati Nias Barat, Khenoki Waruwu juga berharap besar kepada Pj Gubernur Sumut, agar terus memperhatikan Nias Barat. Apalagi sebagian infrastruktur di kawasan tersebut, saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Satu di antaranya adalah ruas jalan Km 27 di Desa Fadoro Hunogoa, yang sempat terputus.

“Kami sangat bersyukur ruas jalan Desa Fadoro Hunogoa yang rusak parah masuk ke APBD 2024 sebesar Rp10 miliar. Kami harap ini bisa menyelesaikan permasalahan masyarakat,” jelasnya.

Kehadiran Hassanudin dan rombongan ke Nias Barat, merupakan rangkaian kunjungan kerjanya ke Kepulauan Nias selama 3 hari.

Usai meninjau proyek pembangunan Jembatan Idano Noyo di Nias Barat, dan mengunjungi Desa Bawomataluo di Nias Selatan, Hassanudin juga meresmikan pembangunan Kantor DPRD Nias di Desa Somi, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias. Kedatangan Hassanudin dan Pj Ketua TP PKK Sumut Dessy, disambut Bupati Nias Yaatulo Gulo dan Wakil Bupati Nias Arita Lase, Jumat (17/11) lalu.

Kegiatan diawali dengan meninjau Posyandu Desa Sisarahili Sogaeadu. Hassanudin menyerahkan bantuan berupa susu untuk ibu hamil. Selain itu, ada juga penyerahan bantuan makanan tambahan (BMT) untuk bayi, berupa biskuit, bingkisan jajanan sehat bergizi.

“Ini merupakan satu bentuk perhatian dan dukungan Pemprov Sumut, untuk menurunkan angka stunting di Nias,” tuturnya.

Kemudian, dia berkunjung ke lokasi pembangunan Kantor DPRD Nias di Desa Somi, Kecamatan Gido. Sekaligus meresmikan pembangunan pertapakan Kantor DPRD Nias, yang pembangunannya bersumber dari APBD Sumut 2024. Peresmian pembangunan Kantor DPRD Sumut ini, ditandai dengan pembukaan tirai.

Selanjutnya, Hassanudin dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kantor Bupati Nias di Jalan Soekarno, Hilizoi-Gido. Mereka disambut hangat dan ditandai dengan penyematan baju adat tradisional Nias. Hassanudin menyerahkan bantuan ternak sapi, kambing, dan bibit kelapa kepada para peternak dan petani.

Sementara Bupati Nias Yaatulo Gulo, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pj Gubernur Sumut dan Pj Ketua PKK Sumut, yang sudah berkunjung ke Kabupaten Nias. Dia menyebutkan, bantuan yang diserahkan oleh Pemprov Sumut sangat bermanfaat untuk masyarakat Nias. Dia pun berharap, sinergitas antara Pemprov Sumut dan Pemkab Nias terus terjalin dengan baik.

“Hal ini sesuai dengan misi Kabupaten Nias, Trisakti Nias Maju, yakni desa terakses,ibukota terurus; kesehatan, pendidikan, dan sumber daya manusia beranjak; serta petani, peternak, dan nelayan produktif. Kami berupaya untuk menyejahterakan masyarakat Nias,” pungkas Yaatulo. (gus/saz)

spot_img

Artikel Terkait

spot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Read

Artikel Terbaru

/