alexametrics
27 C
Medan
Monday, June 27, 2022

Petani Tewas Diserempet KA

LUBUK PAKAM- Seorang petani Saidi Nasution (58), warga Dusun III Desa Baru, tewas diserempet Kereta Api (KA), di Dusun III  Datuk Rasit, Desa Batangkuis Pekan, Kecamatan Batangkuis, Jumat (20/1) pagi pukul 09.00 WIB.

Sebelum terjadi kecelakan itu, korban berjalan kaki dipinggir rel KA, hendak menuju ladangnya untuk menanam kacang panjang. Setibanya, di Dusun III  Datuk Rasit, Desa Batangkuis Pekan, dia tidak menyadari KA penumpang melintas dari arah Medan menuju Pematangsiantar, atau berlawanan dengan korban.

Korban diserempet KA dan terpelanting sekitar 10 meter. Akibat benturan itu, korban sekarat. Oleh warga dan personel Polsek Batangkuis, korban diboyong ke Klinik Sahabat untuk diberikan pertolongan. Namun naasnya, dalam perjalanan, korban meninggal dunia.

Baca Juga :  Wacana Alih Fungsi Lahan Juga Ditolak

Menurut Sri Wati (34), warga setempat, mereka sudah meneriaki korban kalau ada kereta api di depannya. Namun korban tidak mendegar terikan itu.

Sementara itu, pihak keluarga korban menolak dilakukan otopsi terhadap korban dengan alasan, korban tewas akibat kecelakan murni. “Keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi,” bilang Kanit Reskrim Polsek Batangkuis, Iptu Martualesi Sitepu.(btr)

LUBUK PAKAM- Seorang petani Saidi Nasution (58), warga Dusun III Desa Baru, tewas diserempet Kereta Api (KA), di Dusun III  Datuk Rasit, Desa Batangkuis Pekan, Kecamatan Batangkuis, Jumat (20/1) pagi pukul 09.00 WIB.

Sebelum terjadi kecelakan itu, korban berjalan kaki dipinggir rel KA, hendak menuju ladangnya untuk menanam kacang panjang. Setibanya, di Dusun III  Datuk Rasit, Desa Batangkuis Pekan, dia tidak menyadari KA penumpang melintas dari arah Medan menuju Pematangsiantar, atau berlawanan dengan korban.

Korban diserempet KA dan terpelanting sekitar 10 meter. Akibat benturan itu, korban sekarat. Oleh warga dan personel Polsek Batangkuis, korban diboyong ke Klinik Sahabat untuk diberikan pertolongan. Namun naasnya, dalam perjalanan, korban meninggal dunia.

Baca Juga :  Pasutri Ini Jual Ladang 6 Rantai Demi Naik Haji

Menurut Sri Wati (34), warga setempat, mereka sudah meneriaki korban kalau ada kereta api di depannya. Namun korban tidak mendegar terikan itu.

Sementara itu, pihak keluarga korban menolak dilakukan otopsi terhadap korban dengan alasan, korban tewas akibat kecelakan murni. “Keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi,” bilang Kanit Reskrim Polsek Batangkuis, Iptu Martualesi Sitepu.(btr)

Most Read

Bonus Rp100 juta

Guru SMPN 8 Pungli Murid

Pengutipan PPJ Tidak Sesuai Perda

Halle Berry Dilamar Olivier Martinez

Artikel Terbaru

/