25 C
Medan
Sunday, February 5, 2023

Tekan Kenaikan Harga Beras, Dinas Perdagangan dan UMKM Lakukan Pasar Pengendalian Harga

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Menghadapi kenaikan harga beras yang signifikan hingga melebihi harga eceran tertinggi (HET), Pemerintah Kota Tebingtinggi melalui Dinas Perdagangan dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) akan melaksanakan Pasar Pengendalian Harga (PPH) bekerja sama dengan perum Bulog.

PPH tersebut akan dilaksanakan di Lapangan Merdeka Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi tanggal 26-27 Januari 2023. PPH ini dilakukan untuk menekan kenaikan harga beras yang tidak terkendali di Kota Tebingtinggi.

“Diharapkan dengan adanya PPH ini nantinya harga beras akan stabil kembali. Masyarakat yang dapat ke lokasi PPH tidak disyaratkan apapun seperti membawa KTP dan KK. Bukan hanya beras yang akan dijual Bulog, tetapi daging sapi juga akan dijual,” bilang Kadis Perdagangan dan UMKM Kota Tebingtinggi, Zahidin, Selasa (24/1) sore.

Terkait harga yang rencana di jual oleh pihak Bulog jenis beras Medium dan Premium dengan kemasan 5 kilogram sampai 10 kilogram dibawah harga pasar saat ini. “Kami masih kordinasi dengan pihak Bulog cabang Medan terkait harganya, sudah pasti dibawah harga pasar di Tebingtinggi,” bilang Zahidin.

Sedangkan harga beras di sejumlah pasar tradisional di Kota Tebingtinggi terus naik, dari keterangan pemilik toko sembako di Pasar Gambir Jalan Iskandar Muda Kota Tebingtinggi, Akang (35) mengatakan harga beras terus mengalami kenaikan setiap harinya dari Rp 200 hingga Rp 500 perkilogram.

“Saat ini untuk harga beras jenis IR64 untuk berbagai merk ukuran 10 kilogram dijual kepada pembeli dengan harga Rp 125.000. Kenaikan ini dikarenakan pasokan beras dari wilayah Kabupaten Serdang Bedagai dan Batubara menipis,” jelasnya.

Sedangkan Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tebingtinggi, Marimbun Marpaung mengatakan bahwa pasokan beras di gudang Bulog untuk memenuhi kuota wilayah Tebingtnggi masih mencukupi hingga tiga minggu kedepannya, kenaikan ini dikarenakan tidak ada panen raya padi di wilayah sekitar Tebingtinggi dan panen raya tersebut akan ada di pertengahan bulan Februari 2023.

Dijelaskan Marimbun, karena wilayah Kota Tebingtinggi tidak memenuhi sumber daya alam untuk pertanian padi, maka saat ini Pemko Tebingtinggi melakukan kerjasama dengan pihak Kabupaten Sergai, Batubara dan Simalungun dalam memenuhi kebutuhan pokok jenis beras.

“Kita perkirakan di bulan Februari 2033 pertengahan, harga beras akan kembali normal,” ungkap Marimbun.

Menanggapi hal ini, Kabag Perekonomian dan SDA Kota Tebingtinggi, Nasrullah mengatakan pihaknya berkerja sama dengan pihak Dinas Perdagangan dan UMKM serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tebingtinggi berkoordinasi melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok bersama Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID) Kota Tebingtinggi.

“Setiap minggunya kami melakukan rapat kordinasi dengan pihak terkait dalam hal pemantauan sejumlah kebutuhan pokok di Kota Tebingtinggi, hal ini dilakukan agar kenaikan inflasi di Tebingtinggi bisa ditekan,” bilang Nasrullah. (ian/han)

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Menghadapi kenaikan harga beras yang signifikan hingga melebihi harga eceran tertinggi (HET), Pemerintah Kota Tebingtinggi melalui Dinas Perdagangan dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) akan melaksanakan Pasar Pengendalian Harga (PPH) bekerja sama dengan perum Bulog.

PPH tersebut akan dilaksanakan di Lapangan Merdeka Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi tanggal 26-27 Januari 2023. PPH ini dilakukan untuk menekan kenaikan harga beras yang tidak terkendali di Kota Tebingtinggi.

“Diharapkan dengan adanya PPH ini nantinya harga beras akan stabil kembali. Masyarakat yang dapat ke lokasi PPH tidak disyaratkan apapun seperti membawa KTP dan KK. Bukan hanya beras yang akan dijual Bulog, tetapi daging sapi juga akan dijual,” bilang Kadis Perdagangan dan UMKM Kota Tebingtinggi, Zahidin, Selasa (24/1) sore.

Terkait harga yang rencana di jual oleh pihak Bulog jenis beras Medium dan Premium dengan kemasan 5 kilogram sampai 10 kilogram dibawah harga pasar saat ini. “Kami masih kordinasi dengan pihak Bulog cabang Medan terkait harganya, sudah pasti dibawah harga pasar di Tebingtinggi,” bilang Zahidin.

Sedangkan harga beras di sejumlah pasar tradisional di Kota Tebingtinggi terus naik, dari keterangan pemilik toko sembako di Pasar Gambir Jalan Iskandar Muda Kota Tebingtinggi, Akang (35) mengatakan harga beras terus mengalami kenaikan setiap harinya dari Rp 200 hingga Rp 500 perkilogram.

“Saat ini untuk harga beras jenis IR64 untuk berbagai merk ukuran 10 kilogram dijual kepada pembeli dengan harga Rp 125.000. Kenaikan ini dikarenakan pasokan beras dari wilayah Kabupaten Serdang Bedagai dan Batubara menipis,” jelasnya.

Sedangkan Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tebingtinggi, Marimbun Marpaung mengatakan bahwa pasokan beras di gudang Bulog untuk memenuhi kuota wilayah Tebingtnggi masih mencukupi hingga tiga minggu kedepannya, kenaikan ini dikarenakan tidak ada panen raya padi di wilayah sekitar Tebingtinggi dan panen raya tersebut akan ada di pertengahan bulan Februari 2023.

Dijelaskan Marimbun, karena wilayah Kota Tebingtinggi tidak memenuhi sumber daya alam untuk pertanian padi, maka saat ini Pemko Tebingtinggi melakukan kerjasama dengan pihak Kabupaten Sergai, Batubara dan Simalungun dalam memenuhi kebutuhan pokok jenis beras.

“Kita perkirakan di bulan Februari 2033 pertengahan, harga beras akan kembali normal,” ungkap Marimbun.

Menanggapi hal ini, Kabag Perekonomian dan SDA Kota Tebingtinggi, Nasrullah mengatakan pihaknya berkerja sama dengan pihak Dinas Perdagangan dan UMKM serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tebingtinggi berkoordinasi melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok bersama Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID) Kota Tebingtinggi.

“Setiap minggunya kami melakukan rapat kordinasi dengan pihak terkait dalam hal pemantauan sejumlah kebutuhan pokok di Kota Tebingtinggi, hal ini dilakukan agar kenaikan inflasi di Tebingtinggi bisa ditekan,” bilang Nasrullah. (ian/han)

Most Read

Artikel Terbaru

/