alexametrics
27 C
Medan
Monday, June 27, 2022

Volume Penjualan Rendah, Rudi Bangun Minta Dirut PT SIG Diganti

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Anggota Komisi VI DPR RI, Rudi Hartono Bangun mengkritisi ketidakmampuan PT Semen Indonesia Group (Persero) Tbk atau SIG, memasarkan produknya. Pasalnya, akibat ketidakmampuan dan tidak ada ide cemerlang dalam meningkatkan penjualan, PT SIG mengalami kelebihan pasokan, (oversupply).

“PT SIG kelebihan pasokan karena tidak punya daya juang dalam inovasi serta strategi pemasaran yang sangat rendah. Kinerja yang buruk, sehingga tidak mampu memasarkan produknya. Kalau begini kinerjanya, Menteri BUMN harus ganti Dirut PT SIG,” kata Rudi Hartono Bangun dalam keterangannya yang diterima SumutPos.co, Selasa (1/3/2022) malam.

Menurut politisi Partai NasDem ini, sejatinya PT SIG tidak akan kelebihan pasokan jika marketingnya memiliki inisiatif dan inovasi memasarkan produk semennya agar penjualan baik. Apalagi PT SIG ternyata tidak punya banyak cabang pemasaran.

Jika melihat banyaknya proyek infrastruktur di dalam negeri saat ini, jelas wakil rakyat dari daerah pemilihan Sumatra Utara III ini, maka sangat tidak masuk akal jika PT SIG yang merupakan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) persemenan mengalami kelebihan pasokan. “Anehkan banyak proyek infrakstruktur di dalam negeri, tapi semen yang dimiliki bangsa ini tidak terjual maksimal. Ini bukti pihak SIG berkinerja buruk,” kata Rudi mengkritisi pertumbuhan volume penjualan PT SIG yang sangat rendah, yaitu sebesar 2,5 persen year-on-year (yoy).

Baca Juga :  Sembako & BBM Aman, Bawang Merah Defisit

Politisi Partai NasDem ini juga menyoroti permasalahan kelebihan pasokan kapasitas produksi semen PT SIG sekitar 50 juta ton per tahun berdasarkan pemaparan direksinya pada pertemuan tim kunjungan kerja Komisi VI DPR RI di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (24/2/2022). Rudi pun langsung menyoroti kinerja PT SIG yang sangat rendah, setelah mendengar pemaparan Direktur PT SIG, dimana tahun lalu (volume penjualan) hanya bisa mencapai 2,5 persen dari target.

Dengan lugas dan tegas, Rudi menyarankan SIG untuk melakukan pendekatan dengan kementerian terkait guna mendapatkan peluang proyek infrastruktur sehingga ada peningkatan penjualan semen SIG.

“Saya sampaikan langsung ke direkturnya, mereka tidak maksimal berkerja dan harusnya mereka punya inisiatif melobi atau melalui Kementerian membuat Memorandum of Understanding (perjanjian kerjasama), atau minta penugasan untuk mendistribusikan semen ke proyek infrastruktur negara, kan begitu seharusnya. Kita (Komisi VI DPR) minta bagaimana PT SIG ini memberikan deviden yang maksimal dan juga pajak yang maksimal kepada negara, karena rakyat dan negara butuh itu untuk pembangunan kembali ke rakyat tadi dalam bentuk infrastruktur,” tegas Rudi. (rel/adz)

Baca Juga :  Ekonomi Bergejolak, BTN Rombak Strategi Bisnis

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Anggota Komisi VI DPR RI, Rudi Hartono Bangun mengkritisi ketidakmampuan PT Semen Indonesia Group (Persero) Tbk atau SIG, memasarkan produknya. Pasalnya, akibat ketidakmampuan dan tidak ada ide cemerlang dalam meningkatkan penjualan, PT SIG mengalami kelebihan pasokan, (oversupply).

“PT SIG kelebihan pasokan karena tidak punya daya juang dalam inovasi serta strategi pemasaran yang sangat rendah. Kinerja yang buruk, sehingga tidak mampu memasarkan produknya. Kalau begini kinerjanya, Menteri BUMN harus ganti Dirut PT SIG,” kata Rudi Hartono Bangun dalam keterangannya yang diterima SumutPos.co, Selasa (1/3/2022) malam.

Menurut politisi Partai NasDem ini, sejatinya PT SIG tidak akan kelebihan pasokan jika marketingnya memiliki inisiatif dan inovasi memasarkan produk semennya agar penjualan baik. Apalagi PT SIG ternyata tidak punya banyak cabang pemasaran.

Jika melihat banyaknya proyek infrastruktur di dalam negeri saat ini, jelas wakil rakyat dari daerah pemilihan Sumatra Utara III ini, maka sangat tidak masuk akal jika PT SIG yang merupakan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) persemenan mengalami kelebihan pasokan. “Anehkan banyak proyek infrakstruktur di dalam negeri, tapi semen yang dimiliki bangsa ini tidak terjual maksimal. Ini bukti pihak SIG berkinerja buruk,” kata Rudi mengkritisi pertumbuhan volume penjualan PT SIG yang sangat rendah, yaitu sebesar 2,5 persen year-on-year (yoy).

Baca Juga :  Perkembangan Penumpang di Bandara Kualanamu, Penerbangan Domestik dan Internasional Naik

Politisi Partai NasDem ini juga menyoroti permasalahan kelebihan pasokan kapasitas produksi semen PT SIG sekitar 50 juta ton per tahun berdasarkan pemaparan direksinya pada pertemuan tim kunjungan kerja Komisi VI DPR RI di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (24/2/2022). Rudi pun langsung menyoroti kinerja PT SIG yang sangat rendah, setelah mendengar pemaparan Direktur PT SIG, dimana tahun lalu (volume penjualan) hanya bisa mencapai 2,5 persen dari target.

Dengan lugas dan tegas, Rudi menyarankan SIG untuk melakukan pendekatan dengan kementerian terkait guna mendapatkan peluang proyek infrastruktur sehingga ada peningkatan penjualan semen SIG.

“Saya sampaikan langsung ke direkturnya, mereka tidak maksimal berkerja dan harusnya mereka punya inisiatif melobi atau melalui Kementerian membuat Memorandum of Understanding (perjanjian kerjasama), atau minta penugasan untuk mendistribusikan semen ke proyek infrastruktur negara, kan begitu seharusnya. Kita (Komisi VI DPR) minta bagaimana PT SIG ini memberikan deviden yang maksimal dan juga pajak yang maksimal kepada negara, karena rakyat dan negara butuh itu untuk pembangunan kembali ke rakyat tadi dalam bentuk infrastruktur,” tegas Rudi. (rel/adz)

Baca Juga :  Sembako & BBM Aman, Bawang Merah Defisit

Most Read

Artikel Terbaru

/