31.7 C
Medan
Saturday, September 30, 2023

Ditunggu Pasar, KPR Rent To Own Resmi Meluncur

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya generasi millenial maupun generasi z, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk meluncurkan program KPR BTN Rent To Own.

Program ini berangkat dari konsep pemilikan rumah yang menggunakan mekanisme sewa untuk membantu masyarakat memiliki rumah dalam jangka waktu tertentu, dan memberikan pilihan untuk memiliki rumah dengan cara kredit di masa akhir sewa.

“Kami memahami, sebagian besar generasi saat ini lebih memilih untuk mengontrak atau menyewa rumah karena alasan belum mempersiapkan uang muka atau down payment (DP), ataupun belum mampu membeli rumah di lokasi yang dekat dengan lingkungan kerja yang biasanya berlokasi di perkotaan, sehingga mereka ragu memiliki rumah. Jadi dengan KPR BTN Rent To Own, maka masyarakat dapat membayar uang sewa setiap bulan sekaligus mengalokasikan tabungan untuk pembelian rumah,” ungkap Direktur Consumer Bank BTN, Hirwandi Gafar, pada acara peluncuran KPR Rent To Own, Rabu (12/10) lalu.

Selain itu, lanjut Hirwandi, Rent to Own juga dapat membantu mereka yang ingin memiliki rumah namun termasuk masyarakat yang belum bankable. Karena dengan menggunakan skema Rent To Own, mereka terlatih untuk membayar cicilan secara teratur dan akan menjadi penilaian dalam pemberian KPR setelah masa sewa selesai.

Hirwandi menjelaskan, untuk mendorong penyaluran KPR Rent To Own, BTN menggandeng 2 Rent To Own (RTO) Provider, yakni CicilSewa dan TapHomes. Keduanya merupakan RTO Provider yang sudah memiliki kerja sama dengan banyak developer, dan memiliki pilihan hunian yang banyak dan bervariasi untuk ditawarkan ke konsumen.

“Kedua mitra kami baik CicilSewa dan TapHomes menjadi mitra strategis BTN dalam menyalurkan KPR BTN Rent To Own, karena keduanya memiliki infrastruktur yang bagus, dengan fitur yang menarik dan memudahkan konsumen untuk memiliki rumah impiannya,” tururnya.

Kerja sama dengan TapHomes dan CicilSewa juga menjadi wujud komitmen BTN dalam membangun ekosistem perumahan digital dan sebagai one stop shopping untuk perumahan.

Dalam paparannya usai menandatangani Perjanjian KerjaSama (PKS) dengan RTO Provider, Hirwandi menjelaskan, bagaimana proses pelanggan untuk mengajukan KPR BTN Rent To Own. Pertama, pelanggan dapat memilih rumah yang telah terkualifikasi oleh RTO Provider. Kedua, pelanggan kemudian membayar uang muka (DP) mulai dari 5 persen.

RTO Provider dan pelanggan melakukan perjanjian sewa dengan opsi pembelian sesuai harga yang telah disetujui di awal. Ketiga, pelanggan memasuki masa sewa dan membayar sewa bulanan yang mencakup tabungan uang muka. Keempat, setelah pelanggan memiliki tabungan uang muka sebesar 10 persen, pelanggan dapat mengajukan KPR BTN Rent To Own. Namun jika pelanggan memilih untuk tidak melanjutkan masa tinggal, RTO Provider menjual rumah dan pelanggan mendapatkan pengembalian sebesar persentase tertentu dari tabungan.

“Persyaratan debitur yang dapat mengajukan KPR Rent To Own, di antaranya berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah, berpenghasilan tetap sebagai pegawai atau penghasilan usaha untuk wiraswasta dan profesional, yang penghasilannya cukup dan menjamin kelancaran angsuran selama jangka waktu kredit, dengan pengalaman kerja/usaha minimal 1 tahun. Sementara suku bunga kredit KPR BTN Rent To Own sama dengan KPR Non Subsidi,” bebernya.

Hirwandi menilai, program KPR BTN Rent To Own tidak hanya memudahkan masyarakat dalam membeli rumah, namun juga membantu pengembang perumahan untuk memasarkan huniannya.

“Saat ini sudah lebih dari 20 pengembang hunian tapak maupun vertikal bekerja sama dengan RTO provider, ke depan akan makin banyak lagi tentunya,” katanya.

Untuk target penyaluran KPR Rent To Own, Hirwandi menargetkan setidaknya ada sekitar 1.000 pemohon yang masuk selama setahun pertama program ini dirilis.

Sementara itu, Direktur Utama CicilSewa, Andrew Buntoro menjelaskan, kolaborasi dengan perbankan, khususnya BTN, tentunya akan mendukung dalam proses perluasan pasar, sehingga CicilSewa dapat semakin gencar dalam menyediakan kemudahan kepemilikan rumah.

“Melalui program Rent To Own, kami berharap pengajuan program KPR akan semakin mudah, dan semakin banyak penduduk Indonesia yang dapat memiliki rumah,” ujarnya.

Andrew menjelaskan, CicilSewa merupakan perusahaan manajemen properti yang menyediakan 2 layanan, hakni flexirent, untuk sewa properti, dan rent to own untuk membeli rumah. Dengan flexirent, penyewa dapat menyewa properti secara bulanan, baik untuk keperluan usaha maupun hunian. Sedangkan program rent to own memungkinkan pelanggan untuk menyewa rumah secara bulanan, dan setelah periode sewa berakhir mereka dapat mengajukan program KPR.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama TapHomes, Victor Kwan yakin, kolaborasi dengan BTN mampu meningkatkan awareness keluarga Indonesia mengenai dampak positif program rent to own. Akses terhadap kepemilikan rumah yang lebih inklusif memudahkan keluarga Indonesia mendapatkan rumah yang diidam-idamkan. (man/saz)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya generasi millenial maupun generasi z, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk meluncurkan program KPR BTN Rent To Own.

Program ini berangkat dari konsep pemilikan rumah yang menggunakan mekanisme sewa untuk membantu masyarakat memiliki rumah dalam jangka waktu tertentu, dan memberikan pilihan untuk memiliki rumah dengan cara kredit di masa akhir sewa.

“Kami memahami, sebagian besar generasi saat ini lebih memilih untuk mengontrak atau menyewa rumah karena alasan belum mempersiapkan uang muka atau down payment (DP), ataupun belum mampu membeli rumah di lokasi yang dekat dengan lingkungan kerja yang biasanya berlokasi di perkotaan, sehingga mereka ragu memiliki rumah. Jadi dengan KPR BTN Rent To Own, maka masyarakat dapat membayar uang sewa setiap bulan sekaligus mengalokasikan tabungan untuk pembelian rumah,” ungkap Direktur Consumer Bank BTN, Hirwandi Gafar, pada acara peluncuran KPR Rent To Own, Rabu (12/10) lalu.

Selain itu, lanjut Hirwandi, Rent to Own juga dapat membantu mereka yang ingin memiliki rumah namun termasuk masyarakat yang belum bankable. Karena dengan menggunakan skema Rent To Own, mereka terlatih untuk membayar cicilan secara teratur dan akan menjadi penilaian dalam pemberian KPR setelah masa sewa selesai.

Hirwandi menjelaskan, untuk mendorong penyaluran KPR Rent To Own, BTN menggandeng 2 Rent To Own (RTO) Provider, yakni CicilSewa dan TapHomes. Keduanya merupakan RTO Provider yang sudah memiliki kerja sama dengan banyak developer, dan memiliki pilihan hunian yang banyak dan bervariasi untuk ditawarkan ke konsumen.

“Kedua mitra kami baik CicilSewa dan TapHomes menjadi mitra strategis BTN dalam menyalurkan KPR BTN Rent To Own, karena keduanya memiliki infrastruktur yang bagus, dengan fitur yang menarik dan memudahkan konsumen untuk memiliki rumah impiannya,” tururnya.

Kerja sama dengan TapHomes dan CicilSewa juga menjadi wujud komitmen BTN dalam membangun ekosistem perumahan digital dan sebagai one stop shopping untuk perumahan.

Dalam paparannya usai menandatangani Perjanjian KerjaSama (PKS) dengan RTO Provider, Hirwandi menjelaskan, bagaimana proses pelanggan untuk mengajukan KPR BTN Rent To Own. Pertama, pelanggan dapat memilih rumah yang telah terkualifikasi oleh RTO Provider. Kedua, pelanggan kemudian membayar uang muka (DP) mulai dari 5 persen.

RTO Provider dan pelanggan melakukan perjanjian sewa dengan opsi pembelian sesuai harga yang telah disetujui di awal. Ketiga, pelanggan memasuki masa sewa dan membayar sewa bulanan yang mencakup tabungan uang muka. Keempat, setelah pelanggan memiliki tabungan uang muka sebesar 10 persen, pelanggan dapat mengajukan KPR BTN Rent To Own. Namun jika pelanggan memilih untuk tidak melanjutkan masa tinggal, RTO Provider menjual rumah dan pelanggan mendapatkan pengembalian sebesar persentase tertentu dari tabungan.

“Persyaratan debitur yang dapat mengajukan KPR Rent To Own, di antaranya berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah, berpenghasilan tetap sebagai pegawai atau penghasilan usaha untuk wiraswasta dan profesional, yang penghasilannya cukup dan menjamin kelancaran angsuran selama jangka waktu kredit, dengan pengalaman kerja/usaha minimal 1 tahun. Sementara suku bunga kredit KPR BTN Rent To Own sama dengan KPR Non Subsidi,” bebernya.

Hirwandi menilai, program KPR BTN Rent To Own tidak hanya memudahkan masyarakat dalam membeli rumah, namun juga membantu pengembang perumahan untuk memasarkan huniannya.

“Saat ini sudah lebih dari 20 pengembang hunian tapak maupun vertikal bekerja sama dengan RTO provider, ke depan akan makin banyak lagi tentunya,” katanya.

Untuk target penyaluran KPR Rent To Own, Hirwandi menargetkan setidaknya ada sekitar 1.000 pemohon yang masuk selama setahun pertama program ini dirilis.

Sementara itu, Direktur Utama CicilSewa, Andrew Buntoro menjelaskan, kolaborasi dengan perbankan, khususnya BTN, tentunya akan mendukung dalam proses perluasan pasar, sehingga CicilSewa dapat semakin gencar dalam menyediakan kemudahan kepemilikan rumah.

“Melalui program Rent To Own, kami berharap pengajuan program KPR akan semakin mudah, dan semakin banyak penduduk Indonesia yang dapat memiliki rumah,” ujarnya.

Andrew menjelaskan, CicilSewa merupakan perusahaan manajemen properti yang menyediakan 2 layanan, hakni flexirent, untuk sewa properti, dan rent to own untuk membeli rumah. Dengan flexirent, penyewa dapat menyewa properti secara bulanan, baik untuk keperluan usaha maupun hunian. Sedangkan program rent to own memungkinkan pelanggan untuk menyewa rumah secara bulanan, dan setelah periode sewa berakhir mereka dapat mengajukan program KPR.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama TapHomes, Victor Kwan yakin, kolaborasi dengan BTN mampu meningkatkan awareness keluarga Indonesia mengenai dampak positif program rent to own. Akses terhadap kepemilikan rumah yang lebih inklusif memudahkan keluarga Indonesia mendapatkan rumah yang diidam-idamkan. (man/saz)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/