Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perdagangan Bursa Karbon Diproyeksi Tambah hingga Rp1,39 Triliun

J
Penulis: Johan Panjaitan❯
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Friderica Widyasari Dewi. (mediaindoonesia)
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Friderica Widyasari Dewi. (mediaindoonesia)

Advertisement

 

JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com -Potensi perdagangan karbon di Indonesia diperkirakan masih akan tumbuh signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tambahan nilai transaksi karbon nasional berpotensi mencapai Rp 560,9 miliar hingga Rp 1,39 triliun, seiring meningkatnya jumlah proyek yang masuk dalam antrean perdagangan karbon domestik.

Proyeksi tersebut berasal dari potensi tambahan unit karbon sebesar 9,5 juta ton karbon ekuivalen (CO2e) yang diperkirakan dapat diperdagangkan melalui Bursa Karbon Indonesia atau IDXCarbon.

Advertisement

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan potensi itu menunjukkan pasar karbon Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang sangat besar.

“Total proyeksi unit karbon tambahan yang dapat diperdagangkan sebesar 9,5 juta ton CO2e atau setidaknya senilai Rp 560,9 miliar hingga Rp 1,39 triliun dengan harga unit karbon yang diperdagangkan di IDXCarbon saat ini,” ujarnya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR di Jakarta, Kamis (21/5/2026), seperti dikutip dari Antara.

Advertisement

Perempuan yang akrab disapa Kiky itu menjelaskan, tambahan pasokan unit karbon berasal dari 49 proyek baru yang masih berada dalam pipeline atau antrean pengembangan. Proyek-proyek tersebut diperkirakan mampu menyumbang sekitar 7,69 juta ton CO2e.

Selain proyek baru, terdapat pula 10 proyek existing yang diproyeksikan menambah pasokan karbon sebesar 2,15 juta ton CO2e. Jika digabungkan, total potensi tambahan unit karbon yang siap diperdagangkan diperkirakan mencapai sekitar 9,5 juta ton CO2e.

Menurut OJK, perkembangan perdagangan karbon nasional terus menunjukkan tren positif sejak diluncurkannya IDXCarbon pada 26 September 2023.

Hingga 30 April 2026, IDXCarbon tercatat telah memiliki 155 pengguna jasa terdaftar dengan 10 proyek Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) yang tercatat di dalam sistem perdagangan karbon nasional.

Secara agregat, volume transaksi perdagangan karbon di Indonesia saat ini telah mencapai 1,98 juta ton CO2e dengan total nilai transaksi sebesar Rp 93,75 miliar.

Pertumbuhan tersebut dinilai menjadi sinyal meningkatnya minat pelaku usaha terhadap perdagangan karbon sebagai bagian dari transisi menuju ekonomi hijau dan upaya pengurangan emisi nasional. (jpg/han)

Advertisement

Artikel Terkait

OJK Ungkap 2,8 Juta Calon Nasabah Ditolak Buka Rekening karena Terindikasi Judi Online

OJK Ungkap 2,8 Juta Calon Nasabah Ditolak Buka Rekening karena Terindikasi Judi Online

OJK mencatat 2,8 juta calon nasabah ditolak membuka rekening karena terindikasi terkait judi online. Puluhan ribu rekening juga ditutup

Kripto Makin Bergairah, Transaksi Hampir Rp100 Triliun

Kripto Makin Bergairah, Transaksi Hampir Rp100 Triliun

Transaksi aset kripto Indonesia mencapai Rp99,01 triliun hingga April 2026. OJK mencatat investor bertambah dan pelaku industri mulai meraih

Kredit Perbankan Tembus Rp8.755 Triliun, Investasi dan Korporasi Jadi Motor Pertumbuhan

Kredit Perbankan Tembus Rp8.755 Triliun, Investasi dan Korporasi Jadi Motor Pertumbuhan

Kredit perbankan tumbuh 9,98 persen menjadi Rp8.755 triliun pada April 2026. Kredit investasi dan korporasi menjadi pendorong utama.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer