Inalum Kerahkan Tim Pemadam Grup MIND ID Tangani Karhutla di Mempawah

JAKARTA, SUMUTPOS - PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah titik di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.
Kabupaten Mempawah merupakan wilayah operasional PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), anak usaha Inalum dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam), yang mengoperasikan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) beserta fasilitas pendukungnya.
Sejak 24 Agustus 2026, Inalum dan BAI bersama pemerintah daerah, BNPB/BPBD, TNI, Polri, petugas pemadam kebakaran, relawan, serta masyarakat setempat melakukan pengendalian dan pemadaman di sejumlah titik api.
Penanganan terus diperkuat karena sebagian titik kebakaran berada di lahan gambut. Kondisi tersebut membuat api berpotensi merambat dan bertahan di bawah permukaan tanah meski kobaran api di atas permukaan telah terlihat padam.
Direktur Utama PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID), Maroef Sjamsoeddin, pada Jumat (4/9), mengoordinasikan langsung pengerahan 60 personel pemadam kebakaran bersertifikat dari Grup MIND ID untuk memperkuat tim yang telah bekerja di lapangan.
Personel tersebut merupakan gabungan dari Inalum, Antam, PT Bukit Asam (Persero) Tbk, PT Timah (Persero) Tbk, PT Freeport Indonesia, dan PT Vale Indonesia Tbk.
Maroef mengatakan, penanganan karhutla membutuhkan kepedulian dan kolaborasi berbagai pihak. Karena itu, Grup MIND ID turun langsung membantu masyarakat sekaligus memperkuat pengendalian karhutla.
“Langkah ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan dan masyarakat. Kehadiran relawan Grup MIND ID menjadi bagian dari upaya bersama untuk mempercepat pengendalian titik api sekaligus membantu mengurangi risiko kesehatan dan gangguan terhadap aktivitas masyarakat,” ujar Maroef saat meninjau daerah terdampak di Mempawah, Jumat (4/9/2026).
Selain pengerahan personel, dukungan di lapangan juga dilakukan melalui penyediaan perlengkapan pemadaman, peralatan keselamatan, dan dukungan medis bagi relawan maupun masyarakat terdampak.



