Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Sering Keringatan di Malam Hari dan Mudah Emosi? Waspadai Gejala Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Johan Panjaitan • Kamis, 30 Oktober 2025 | 11:15 WIB
ILUSTRASI: Ada beberapa gejala pada tubuh wanita menjelang menopause. (FREEPIK)
ILUSTRASI: Ada beberapa gejala pada tubuh wanita menjelang menopause. (FREEPIK)

Sumutpos.jawapos.com-Menopause adalah fase alami yang pasti dialami oleh setiap wanita. Biasanya terjadi pada usia 45–55 tahun, saat tubuh berhenti memproduksi hormon estrogen dan progesteron secara signifikan. Akibatnya, siklus menstruasi pun berhenti, disertai berbagai perubahan fisik maupun emosional.

Biasanya, seorang wanita sebelum menopause akan mengalami perubahan-perubahan dan tanda-tanda pada tubuhnya. Salah satunya mengalami keringat berlebih Ketika bangun tidur di tengah malam. Atau belakangan ini kamu sering merasa mudah marah tanpa alasan jelas?

Nah jika iya, bisa jadi tubuhmu sedang mengalami perubahan hormonal — tanda klasik menopause. Dikutip dari Youtube DRV Chanel, dr. Julita Nainggolan, Sp.OG membagikan gejala menopause yang sering dirasakan oleh seorang wanita, berikut cara untuk mengurangi keluhan yang muncul.
Dikatakannya, Menopause terjadi akibat menurunnya kadar hormon estrogen dalam tubuh.

Kondisi ini dapat memicu berbagai gejala, di antaranya:

1. Hot flashes — sensasi panas atau terbakar di wajah dan leher yang muncul tiba-tiba, bahkan saat suhu ruangan dingin.

2. Keringat malam berlebih hingga sering terbangun di tengah malam.

3. Gangguan tidur karena rasa tidak nyaman atau kecemasan.

4. Perubahan emosi (mood swing) seperti mudah tersinggung, gelisah, atau sedih tanpa sebab.

5. Penurunan gairah dan energi tubuh.

“Hot flashes merupakan keluhan paling umum menjelang menopause,” jelas dr. Julita. “Banyak perempuan terbangun di malam hari dengan keringat berlebihan meski ruangan ber-AC.”tambahanya.

Cara Alami Meredakan Gejala Menopause

Berikut beberapa tips sederhana dari dr. Julita untuk mengurangi keluhan:

1. Gunakan pakaian tipis dan berbahan katun saat tidur agar keringat mudah terserap.

2. Atur suhu ruangan — gunakan kipas atau AC dengan suhu sejuk yang stabil.

3. Hindari kafein di sore dan malam hari seperti kopi, teh, atau cokelat karena bisa memicu keringat malam.

4. Lakukan olahraga ringan dan relaksasi seperti yoga, peregangan, atau meditasi untuk menenangkan tubuh dan pikiran.

Batasi penggunaan gawai sebelum tidur. “Hindari scroll media sosial satu jam sebelum tidur agar otak punya waktu beristirahat,” ujarnya.

Jika cara-cara alami ini belum membantu, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan.

Solusi Medis: Terapi Hormon dan Konseling Emosional

Bagi wanita dengan gejala berat, dokter dapat meresepkan obat-obatan atau terapi hormon pengganti (HRT) yang telah terbukti secara klinis mampu menstabilkan hormon dan memperbaiki mood.

“Dengan terapi yang tepat, banyak pasien saya menjadi lebih tenang, tidur lebih nyenyak, dan hubungan keluarga pun membaik,” tutur dr. Julita.

Selain terapi medis, konseling psikologis juga sangat disarankan bagi wanita yang mengalami perubahan emosi ekstrem.
“Mencurahkan isi hati kepada psikolog atau dokter bisa membantu meredakan stres dan kecemasan yang sering muncul di masa menopause,” tambahnya.

Aktivitas Fisik Bisa Jadi Obat Alami

Olahraga seperti yoga, berenang, pilates, atau jogging ringan dapat membantu tubuh melepaskan hormon endorfin, yang membuat perasaan lebih bahagia dan mengurangi stres.

“Endorfin adalah hormon bahagia. Dengan rutin berolahraga, tubuh lebih segar dan pikiran jadi lebih stabil,” jelasnya.

Menopause bukan akhir dari vitalitas seorang wanita — melainkan awal babak baru kehidupan.
Dengan pemahaman yang tepat dan perawatan yang sesuai, setiap perempuan bisa tetap sehat, bugar, dan bahagia melewati fase ini.

“Jangan takut atau malu berkonsultasi dengan tenaga medis,” tegas dr. Julita.
“Setiap perempuan berhak menjalani masa menopause dengan nyaman dan percaya diri.”pungkasnya mengakhiri.(han)

Editor : Johan Panjaitan
#keringat berlebih #menopause #gejala #marah