30.6 C
Medan
Wednesday, February 28, 2024
spot_img
spot_img

Merasa Dilecehkan, IRT warga Perbaungan Laporkan Tetangganya

SEI RAMPAH, SUMUTPOS.CO- Ibu Rumah Tangga berinisial V (41), melaporkan tetangganya sendiri karena merasa dilecehkan. Pelaku yang berinisial Y ini diketahui sudah memiliki istri dan tinggal di Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdangbedagai (Sergai).

Korban mengalami trauma dan rasa takut yang mendalam sehingga melaporkan Y ke Polres Sergai dengan nomor STTPLP/422/XII/2023/SPKT/POLRES SERGAI/POLDA SUMUT.

Menurut informasi yang dihimpun, pada Rabu (6/12/2023), korban yang sudah bersuami ini dalam kondisi kurang sehat, sehingga tidak bisa melakukan perlawanan terhadap pria yang sudah beristri tersebut meski pun sudah melakukan penolakan keras.

“Sejak kejadian itu saya merasa trauma, takut dan tidak berani keluar rumah jika Y berada di rumahnya, bahkan saat saya mendengar suara Y saya kembali trauma dan teringat peristiwa itu,” pungkas V sembari berurai air mata.

Karena rasa trauma yang mendalam bercampur takut, akhirnya V memberanikan diri melaporkan peristiwa tersebut, Selasa (5/12) malam, dengan harapan pihak Kepolisian segera memproses laporannya.

Kasat Reskrim Polres Sergai AKP JH Panjaitan melalui KBO Reskrim Iptu Edward Sidauruk saat dikonfirmasi membenarkan laporan tersebut.

“Laporannya sudah diterima dan masih dalam penyelidikan,”pungkas Iptu Edward Sidauruk. (fad/ram)

SEI RAMPAH, SUMUTPOS.CO- Ibu Rumah Tangga berinisial V (41), melaporkan tetangganya sendiri karena merasa dilecehkan. Pelaku yang berinisial Y ini diketahui sudah memiliki istri dan tinggal di Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdangbedagai (Sergai).

Korban mengalami trauma dan rasa takut yang mendalam sehingga melaporkan Y ke Polres Sergai dengan nomor STTPLP/422/XII/2023/SPKT/POLRES SERGAI/POLDA SUMUT.

Menurut informasi yang dihimpun, pada Rabu (6/12/2023), korban yang sudah bersuami ini dalam kondisi kurang sehat, sehingga tidak bisa melakukan perlawanan terhadap pria yang sudah beristri tersebut meski pun sudah melakukan penolakan keras.

“Sejak kejadian itu saya merasa trauma, takut dan tidak berani keluar rumah jika Y berada di rumahnya, bahkan saat saya mendengar suara Y saya kembali trauma dan teringat peristiwa itu,” pungkas V sembari berurai air mata.

Karena rasa trauma yang mendalam bercampur takut, akhirnya V memberanikan diri melaporkan peristiwa tersebut, Selasa (5/12) malam, dengan harapan pihak Kepolisian segera memproses laporannya.

Kasat Reskrim Polres Sergai AKP JH Panjaitan melalui KBO Reskrim Iptu Edward Sidauruk saat dikonfirmasi membenarkan laporan tersebut.

“Laporannya sudah diterima dan masih dalam penyelidikan,”pungkas Iptu Edward Sidauruk. (fad/ram)

spot_img

Artikel Terkait

spot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Read

Artikel Terbaru

/