Jenazah David, balita berusia 2 tahun 5 bulan yang tewas dibekap ayah kandungnya di dalam ayunan, di rumah susun lantai 5, kawasan Kayu Putih, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, Senin (20/11), dimandikan oleh sanak saudaranya.
BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Polisi masih mendalami kasus dugaan ayah bunuh anak kandung dengan cara dibekap. Dan untuk keperluan otopsi, makam Dafi –bukan David seperti ditulis sebelumnya-- (2) harus dibongkar.
Ini disampaikan Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Yayang Rizky Pratama, Selasa (21/11). Namun pembongkaran tak semudah membalikan telapak tangan. Sebab pihaknya terlebih dahulu harus mendapat persetujuan dari keluarga korban.
"Kita masih mengamankan ayah kandung bayi itu, untuk sementara kita masih mengumpulkan bukti dan keterangan saksi atas dugaan kematian bayi itu, apabila semua unsur sudah cukup, kita sudah bisa menetapkan apakah ayah kandungnya penyebab kematian bayi itu," kata Yayang.
"Nanti bila unsur sudah memenuhi dan keluarga tidak keberatan, maka akan dilakukan otopsi. Jadi, kita masih selidiki kasus ini," ungkap Yayang.
Sementara itu, di Mapolres Pelabuhan Belawan ibu kandung bayi, Heni yang ditemui belum bisa memastikan soal kematian anaknya karena dibunuh suaminya, Safitri.
Sebab dirinya hanya mendengar dari anak keduanya, yang melihat suaminya memegang mulut anak bungsunya di ayunan. "Memang pas sempat saya bawa ke klinik, anak saya masih bernyawa. Anak saya meninggal dunia di klinik, karena saya lihat sesak," ungkap Heni.
Sekedar mengingatkan, kejadian menghebohkan menimpa bocah yang menderita gizi buruk selama setahun itu terjadi di Rumah Susun, Kayu Putih, Kec. Medan Deli.
Sebelum kejadian, Heni terlibat cekcok dengan suaminya, Safitri. Keributan itu membuat anak bungsu dari 4 bersaudara itu menangis di ayunan.
Saat berusaha mendiamkannya, Heni dilarang menyentuh korban. Karenanya dia memilih keluar rumah. Sejurus kemudian, Safitri membekap mulut korban untuk menghentikan tangisnya. Akibatnya, Dafi mengalami sesak nafas.
Heni yang mendapat kabar Dafi mengalami sesak nafas, nekat menerobos masuk lagi ke rumah lalu melarikan korban ke klinik terdekat. Namun nahas, reaksinya cepatnya tetap tidak mampu menyelamatkan nyawa sang putra. Sore harinya, korban dimakamkan di TPU Tanjung Gusta. (wal/ras) Editor : Admin-1 Sumut Pos