
sumutpos.jawapos.com - Setelah sukses mencuri perhatian di Berlinale 2026, film terbaru karya Joko Anwar, Ghost in the Cell, dipastikan akan tayang di 86 negara di dunia sebutlah di antaranya, Singapura, Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Timor Leste, hingga Georgia, Kazakhstan, Kirgistan, Moldova, Rusia, Ossetia Selatan, Tajikistan, Turkmenistan, Belgia, Luksemburg, Belanda, Spanyol, Andorra, Polandia, Britania Raya, Irlandia, Australia, Selandia Baru, Prancis, Portugal, dan Afghanistan, Italia, Vatikan, San Marino, Capodistria, Malta, serta Monako.
Melansir Instagram resminya, @comeandseepictures, Selasa (31/3/2026), menariknya, hak penayangan, termasuk distribusi bioskop, telah dibeli oleh puluhan negara tersebut bahkan sebelum film ini resmi tayang di Indonesia pada 16 April mendatang.
Ghost in the Cell merupakan produksi terbaru dari Come and See Pictures yang bekerja sama dengan RAPI Films, Legacy Pictures, serta Barunson E&A yang juga bertindak sebagai sales agent untuk perilisan global film ini.
Baca Juga: Hadapi El Nino, Mentan Amran : Percepat Lima Strategi Utama Mitigasi Kekeringan
“Ghost in the Cell adalah film yang lahir dari realita Indonesia. Walaupun bergenre komedi horor dan mudah dinikmati, film ini berbicara tentang kekuasaan, sistem yang korup, dan orang-orang kecil yang terjebak di dalamnya. Ini tentang apa yang terjadi ketika kebenaran ditutupi, dan ketika akhirnya muncul ke permukaan,” ujar Joko Anwar.
Ia menambahkan, film ini ternyata memiliki relevansi universal. “Awalnya kami tidak menyangka penonton negara lain bisa relate. Namun ternyata ini bukan hanya cerita Indonesia, melainkan juga cerita Amerika, Brasil, India, hingga Prancis. Korupsi tidak punya kewarganegaraan, ketidakadilan adalah bahasa universal, dan perjuangan untuk kebenaran dimengerti semua manusia. Itu sebabnya 86 negara tertarik membeli hak penayangannya,” lanjutnya.
Menjelang penayangan perdana dunia di Berlinale, film ini juga telah lebih dahulu diakuisisi oleh distributor berbasis Jerman, Plaion Pictures. Kerja sama tersebut membuka jalan bagi Ghost in the Cell untuk tayang di jaringan bioskop negara-negara berbahasa Jerman.
Produser Tia Hasibuan menyebut pencapaian ini sebagai bukti kualitas film. “Tayangnya Ghost in the Cell di 86 negara menunjukkan bahwa kualitas produksinya diakui secara luas dan menarik minat banyak pasar internasional,” ujarnya.
Film ini dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Lukman Sardi, Morgan Oey, Rio Dewanto, Tora Sudiro, Arswendy Bening Swara, serta memperkenalkan wajah baru Magistus Miftah bersama sejumlah pemain lainnya.
Secara global, film ini akan menjangkau berbagai kawasan, mulai dari Asia Tenggara, Asia Timur, Amerika Utara, Eropa Barat dan Timur, kawasan CIS, hingga Amerika Latin, Afrika, serta subbenua India. Jaringan distribusi yang luas ini menegaskan daya tarik cerita yang lintas budaya dan relevan secara global.
Ghost in the Cell akan mulai tayang di bioskop Indonesia pada 16 April 2026. Informasi terbaru mengenai film ini dapat diikuti melalui akun Instagram resmi @comeandseepictures.



